Kritik atas Schacht


Di antara ulama yang dengan jelas mengkritik teori prijecting Back-nya Schacht adalah M.M.Azami, bagi Azami teori ini tidak bisa dijadikan sebagai landasan untuk mengklaim kebenaran atau tidak benarnya suatu hadis, karena mempunyai beberapa kelemahan, yaitu:

  1. Penyandaran pada sahabat yang lebih muda, artinya jika seorang periwayat hadis ingin memalsukan isnad hadis, kenapa tidak menyandarkan pada tokoh yang lebih tua yaitu sahabat yang terkemuka, melainkan pada sahabat yang kecil.
  2. Banyaknya hadis yang terdapat kesamaan baik dalam susunan maupun kandungannya yaitu dalam literatur hadis yang dimiliki oleh aliran-aliran teologi, seperti Sunni Syi’i dan Khawarij padahal mereka saling cekcok satu sama yang lain.
  3. Kebanyakan para periwayat hadis berasal dari berbagai negeri yang berbeda dan saling berjauhan sehingga sulit rasanya membayangkan adanya pertemuan dan persetujuan mereka untuk sama-sama memalsukan hadis.

Selain itu Azami juga mengatakan bahwa contoh-contoh yang diangkat Schacht ternyata ada yang dicatat secara parsial atau tidak lengkap, sehingga kesimpulan yang dihasilkannya juga salah.

Di antara tanggapan Azami yang lain dalam bukunya adalah:

  1. Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa penulisan hadis telah dimulai sejak jamannya Nabi Muhammad saw.
  2. Fiqh dan hukum Islam sudah dikenal sejak dahulu, bahkan para Sahabat telah ber-ijtihad sejak masih hidup bersama Rasulullah saw.
  3. Secara khusus, Dr. M. M. A’zami mengupas habis pemikiran Schacht dalam bukunya yang berjudul On Schacht’s Origins of Mohammadan Jurisprudence.