Pemahaman M.M. Azami


  1. Menurut Azami dalam Islam terjadi beberapa fitnah, oleh karenanya beliau lebih memahami dari sisi sejarah, diantaranya:
    • Fitnah sebelum tahun 126 H seperti fitnah antara Ibn Zubair dengan Abd al-Malik ibn Marwan, tepatnya tahun sekitar tahun 70 Hijriyah.
    • Sebelumnya lagi ada fitnah antara Mu’awiyah dan Ali, dan kejadian ini mempunyai pengaruh besar.
    • Oleh karenanta fitnah yang difahami Schacht untuk menentukan kapan mulainya Isnad tidak berdasar.
  2. Sedangkan pemahaman Azami sendiri mengenai fitnah tersebut adalah fitnah yang terjadi antara Ali dan Muawiyah, hal ini didasarkan pada beberapa alasan:
    • Pernyataan Robson yang menggambarkan adanya transmisi isnad untuk penyampaian hadis di kalangan umat Islam pada pertengahan abad pertama dan semakin diperketat sejak terjadinya fitnah yang terjadi pada dekade keempat dari abad pertama.
    • Pendapat Ibn Sirin sendiri menunjukkan pada masa lampau yaitu suatu tradisi pemakaian sanad sudah berlaku sebelum masa di mana ia hidup, selain itu Ibn Sirin hanya mengatakan “mereka tidak menanyakan hadis” dan tidak mengatakan “sanad itu tidak ada” oleh karenanya tidak menyatakan Isnad ada atau tidak.
  3. Penelitian Azami menyimpulkan bahwa pemakaian sanad ada bukan sejak dikeluarkannya pernyataan Ibn Sirin melainkan sudah ada sejak abad pertama bahkan sebelum Islam datang, yaitu dalam bentuk yang cukup sederhana seperti sanad dalam penyusunan buku walaupun masih tidak jelas sejauh mana metode itu diperlukan.