Poin-poin Pemikiran Juynboll


  • Sebagaimana pendahulunya Schacht, Juynboll mengkritik keras karya-karya M.M. Azami dan para tradisionalis lainnya dengan mengatakan bahwa mereka tidak menyadari bahwa sebuah naskah yang dianggap klasik sekalipun dapat saja dipalsukan dengan mudah oleh orang-orang tertentu.
  • G.H.A Juynboll banyak mengadopsi teori-teori Schacht dalam kritiknya, terutama teori common link. Common link adalah istilah yang dipakai untuk seorang periwayat yang mendengar sesuatu dari seorang yang berwenang lalu menyebarkannya kepada seluruh murid yang pada gilirannya kebanyakan dari mereka menyebarkannya lagi kepada dua atau lebih muridnya. Dengan kata lain, common link adalah periwayat tertua yang disebut dalam berkas sanad yang meneruskan hadis kepada lebih dari satu murid. Ketika berkas itu mulai meyebar pertama kali, maka disanalah ditemukan common linknya. Teori ini berangkat dari asumsi dasar bahwa makin banyak garis periwayatan yang bertemu atau meninggalkan periwayat tertentu, makin besar pula momen periwayatan itu memiliki klaim kesejarahan. Sebaliknya jika suatu hadis dikatakan diriwayatkan dari Nabi melalui seorang Sahabat, kepada tabi’in, kepada tabi’in, dan pada akhirnya tiba pada common link dan setelah itu jalur isnad bercabang keluar.
  • Maka kesejarahan jalur periwayatan itu tidak bisa dipertahankan. Dalam kenyataannya, sebagian besar isnad yang mendukung bagian yang sama dari satu matan hanya mulai bercabang dari kaitan bersama, yaitu seorang periwayat yang berasal dari generasi kedua atau ketiga setelah Nabi.
  • Menurut Juynboll, awal terjadinya penyebutan isnad, yang menjadi sumber informasi mengenai Nabi dan sahabatnya, menjadi persyaratan bagi seoarang periwayat itu berawal pada seperempat ketiga abad pertama Hijrah setelah fitnah kedua yang terjadi pada 63-73/ 683-692. Menanggapi interpretasi diatas, Motzky mengakui bahwa itu hanya menjelaskan jalur tunggal pada bagian bawah bundel isnad, tetapi tidak menjelaskan fenomena common link. Hal ini juga tidak menjelaskan bahwa para periwayat yang menempati posisi CL biasanya dijumpai pada thabaqah thabi’in.
  • Mengenai Common link, Motzky berpendapat bahwa ada banyak bukti yang mengindikasikan bahwa common link adalah The First sistematic collector (para kolektor sistematis pertama) yang sekaligus berperan sebagai guru yang mengajarkan ilmu secara umum dan hadis secara khusus. Dengan begitu, menurutnya akan membantu memahami jalur tunggal di bawah common link. Maka dapat dimengerti jika kolektor tersebut bertanya kepada informannya tentang sumber hadisnya dan kemudian disebutkan untuknya nama-nama, atau setidak-tidaknya sebuah nama. Walaupun mungkin pula kolektor itu tidak mensyaratkan informannya untuk menyebutkan sumbernya, tetapi memasukan nama yang menurutnya adaloah sumber hadis tersebut.
  • Jalur tunggal, menurut Juynboll adalah satu-satunya jalan periwayatan yang menyebarkan hadis. Ini tidak benar menurut Motzky karena menurut dia jalur tunggal berarti CL dalam proses penyebaran hadis hanya menyebutkan satu jalan periwayatan. Sedang jalur periwayatan lainnya telah hilang karena tidak didokumentasikan atau disampaikan oleh salah satu dari para kolektor pertama ini.
  • Selain karena pemalsuan isnad, Motzky menjelaskan banyak alasan bagi adanya jalur tunggal.
  • Diantaranya adalah:
    1. Jumlah sumber yang relatif terbatas.
    2. Jarak geografis antara para periwayat memiliki rongga. Hanya sedikit dari murid yang kemudian menjadi guru.
    3. Hadis yang direpresentasikan oleh jalur tunggal mungkin disampaikan oleh para periwayat ke seorang periwayat lainnya, dan tidak dari beberapa orang ke beberapa orang lainnya.
  • Juynboll yang sangat terpaku pada Schacht, yang menyatakan bahwa dari CL ke atas adalah asli dan CL ke bawah adalah palsu. Ini adalah penolakan a priori atas otentisitas kesejarahan hadis menurut Motzky, karena kesejarahan para periwayat yaang disebutkan oleh CL tidak dapat ditentukan oleh analisis bundel isnad. Justru pengujian berbagai versi matan dan sumber-sumbernya lebih memberikan bukti-bukti yang sangant produktif. (but how matn critic in his hand work?).
  • Dengan berpegang pada asumsi dasar bahwa Common link adalah kolektor sistematis pertama, Motzky melakukan kritik terhadap prinsip-prinsip metodologis yang diungkapkan oleh G.H.A. Juynboll. CL sebagai kolektor sistematis pertama juga berperan sebagai guru yang mengajarkan ilmu secara umum dan hadis secara khusus. Dari analisisnya, posisi CL sebenarnya lebih dapat diduduki oleh para thabi’in bukan oleh generasi ketiga atau keempat, sebagaimana yang diungkap oleh Juynboll, bahkan bisa saja Nabi pun berposisi sebagai CL.
  • Adapun status singgle strand (jalur tunggal) dan diving strand (jalur menyelam) yang serta merta oleh Juynboll dinafikan atau tidak diakui kesejarahaannya bahkan tidak otentik (palsu) menurut Motzky, tidak seharusnya menggiring kita untuk menyimpulkan bahwa semua jalur tunggal dan jalur menyelam adalah palsu. Tidak tepat jika dikatakan bahwa tidak semua jalur tunggal dan jalur menyelam adalah jalur otentik dan tidak semua jalur tunggal dan jalur menyelam adalah palsu.