Perjalanan Ilmiah Joseph Schacht
- Ia adalah ilmuwan yang mempelajari tentang pilologi klasik, theologi dan bahasa-bahasa Timur di Universitas Berslauw dan Universitas Leipzing dan meraih gelar Doktor (D. Phill) predikat Summa Cumlaude dengan satu risalah tentang perjanjian lama dari Universitas Berslauw tahun 1923 pada usia 21 tahun.
- Pada tahun 1925 ia diangkat menjadi dosen di Universitas Fribourg kemudian pada tahun 1929 ia menjadi Guru Besar.
- Pada tahun 1932 ia dipindahkan ke Universitas Kongsbourg, dua tahun kemudian ia meninggalkan Jerman dan mengajar Tata Bahasa Arab dan bahasa Suryani di Universitas Fuad Awal (kini Universitas Kairo, Mesir) ia tinggal di sana sampai tahun 1938 sebagai Guru Besar. Sebelumnya, dari tahun 1926-1933, ia melakukan pengembaraan secara luas ke Timur Tengah dan Afrika selama musim semi tahun 1930 dan sempat pula menjadi Visitting Professor di Universitas Kairo.
- Ketika Perang Dunia II meletus, Schacht meninggalkan Kairo dan pindah ke Inggris (sebagai protes terhadap Nazi), ia bekerja sebagai seorang ahli dan peneliti masalah-masalah ketimuran di Departemen Penerangan Inggris, menyumbangkan sejumlah pembicaraan kepada program-program Bahasa Arab dan Persia di Perusahaan Penyiaran Inggris, di Radio BBC London, yang beberapa diantaranya dicetak di penerbitan BBC yang disebut dengan al-Mustami’ al-‘Arabi.
- Meskipun ia seorang Jerman, namun dalam Perang Dunia II, ia berada di pihak Inggris. Walaupun ia bekerja untuk kepentingan Inggris dan mengkhianati tanah airnya sendiri, pemerintah Inggris tidak memberikan imbalan apa-apa kepadanya. Setelah perang selesai, ia tetap tinggal di Inggris dan menikah dengan wanita Inggris dan menjadi warga negara Inggris pada tahun 1947.
- Dari sekian banyak para sarjana atau ilmuwan yang mempengaruhi atau membantu pemahaman dan pemikiran kajiannya tentang Islam diantaranya D. S. Margoliouth dalam mengkonsumsi karya Syafi’i, H. Lames dalam pandangan kritis telaah historis terhadap tradisi Islam, Golther Bergtrasser yang membimbing kajian yurisprudensi Islam. C. Snouck Hurgronje selama tinggal di Univ. Leiden membantu untuk memahami karakter dan watak hukum Islam dan Ignaz Goldziher membantu dalam kajiannya tentang perkembangan historis tentang literatur tradisi Islam dan unsur asing dalam hukum Islam.
- Pada tahun 1946, ia menjadi dosen di Universitas Oxford, di mana ia mampu melengkapi karyanya, The Origins, ia melakukan sejumlah pengembaraan ke luar: misalnya ke Amerika Serikat dalam rangka kuliah pada tahun 1948; menjalankan misi penelitian di Negeria pada tahun 1950 dan ke Timur Dekat dan Afrika Timur pada tahun 1953, 1963, dan 1964. pada 1952, ia menjadi Visiting Professor di Universitas al-Jazair. Penelitiannya di Afrika sangat bermakna bagi karirnya, karena ia mempunyai kesempatan kontak dengan kehidupan nyata masyarakat Muslim, yang hasilnya tiba-tiba menjadi wujud dalam pengujiannya yang mendalam terhadap masjid-masjid sekterian (An Unknow Type of minbar ang its Historical Significance, 1957). Lebih khusus, ia menjadi lebih akrab dengan problematika penerapan hukum Islam dalam konteks sosial.
- Sebagai seorang ilmuwan yang menyandang gelar Profesor Doktor, di Inggris ia justru belajar lagi di Pasca Sarjana Universitas Oxford dan meraih gelar Magister (1948) dan Doktor (1952) dari Universitas tersebut dengan disertasi sebuah terjemah dan komentar atas kitab al-Hilal wa Makharij karya Khassaf.
- Pada tahun 1954 ia meninggalkan Inggris dan mengajar di Universitas Leiden Negeri Belanda sebagai Guru Besar sampai tahun 1959 dibawah bimbingan C. Snouck Hurgronje. Di sini ia ikut menjadi supervisor atas cetakan kedua buku Dairah al-Ma’rifah al-’Islamiyah (Encyclopedia of Islam).
- Kemudian pada musim panas tahun 1959 ia pindah ke Universitas Colombia New York dan mengajar sebagai Guru Besar, sampai ia meninggal dunia di New Jersey pada 1 Agustus 1969 di rumahnya karena terserang pendarahan otak.