Marfu’ hukman, yaitu hadis di mana sahabat yang meriwayatkannya tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa Rasulullah saw menyatakan, melakukan, atau menyetujuinya.
Contoh Hadis Marfu’ Hukman :
قال البخاري:
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ وَأَبِي بَكْرٍ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُدْرِكُهُ الْفَجْرُ فِي رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ حُلْمٍ فَيَغْتَسِلُ وَيَصُومُ.
- Perkataan di atas secara zahirnya adalah perkataan sahabat, yaitu Aisyah ra.
- Namun cerita dalam perkataan di atas adalah tentang Nabi saw, karenanya ia dapat dikatakan sebagai bersumber dari Rasulullah saw.
- Hadis yang bersumber dari Rasulullah saw disebut hadis marfu’.