Muhammad ibn Sa’ad mengatakan, ‘Ali ibn al-Husain itu seorang yang tsiqah, ma’mun, banyak meriwayatkan hadis, rafi’, dan wara’.
Ibn Hajar menilainya tsiqah tsabat.
Sementara al-Zahabi memujinya dengan berkata, ‘saya tidak melihat seorang Quraisy yang lebih utama daripada Ali ibn al-Husain.’
Al-’Ajili mengemukakan bahwa Ali adalah tabi’in Madinah yang tsiqah.