Sistematika yang diterapkan adalah dengan berdasarkan urutan masalah-masalah fiqh.
Kandungan hadis yang ada dalam sunan al-Darimi ada yang marfu’ mauquf juga maqthu’, hal itu bisa dilihat dari penamaan asal kitab, tetapi yang terbanyak adalah hadis yang marfu’ pada Nabi saw.
Tetapi tidak memasukkan hadis mu’allaq.
Dimasukkannya hadis mauquf dan maqthu’ di dalamnya karena luas dan panjangnya pembahasan yang dituangkan Darimi, tetapi dengan sedikit hadis dalam setiap babnya.
Pembahasan yang banyak atsar sahabat dan tabi’in adalah pembahasan pada bab thaharah dan fara’id.
Dan hadis mauquf banyak ketika menjelaskan bab Fada’il al-Qur’an.