Penulisan hadis dengan bentuk musnad adalah model penulisan dengan cara mengumpulkan hadis yang marfu’ pada Nabi saw dan disusun berdasarkan nama sahabat yang meriwayatkannya.
Model ini berkembang sekitar abad 3 Hijriyah, yaitu masa puncak dari kodifikasi hadis.
Tetapi ada pengecualian juga ulama yang tidak mendasarkan penulisan hadisnya berdasarkan periwayatan sahabat menamakannya dengan musnad, seperti al-Darimi, Baqiy ibn Makhlad, Abu al-’Abbas al-Sarraj, dan Abu Manshur al-Dailami.