Dr Hammam Sa’id dalam bukunya ‘Ilal al-Hadis, menyimpulkan bahwa terdapat dua faktor utama penyebab terjadinya ‘illat, yang ada pada kredibilitasnya, yaitu:
- Faktor Alami: Usia yang semakin lanjut sehingga kondisi ingatan yang makin lemah.
- Faktor Insiden: Kondisi yang tidak menopang, faktor psikologis.
Sedangkan Dr. ‘Itr menyimpulkan bahwa terdapat dua penyebab:
- Penyebab asal, yaitu: al-wahm, menduga.
- Penyebab akibat dari al-wahm (dugaan yang salah) utama, diantaranya:
- Suluk al-jadah
- al-Ikhtilat
- Sedikitnya waktu pembelajaran dengan guru tertentu
- Periwayatan dengan ma’na
- Meringkas hadis
- Tadlis
- Kemiripan sebuah nama atau kata tertentu
- al-Tashif (pergeseran tulisan) ‘ilal al-hadis.
Dari kesemua faktor yang disebutkan di atas,3 faktor utama yang harus dititikberatkan pembahasannya:
1. al-Ikhtilat
2. al-Tadlis
3. al-Irsal.
1. IKHTILAT (الاختلاط )
Ikhtilat adalah kondisi ingatan seseorang yang semakin menurun, padahal sebelumitu ingatannya sangat baik. Sedangkan kredibilatas pribadi beliau tidak menurun sama sekali. Akidahnya tetap lurus, akhlaknya juga baik, jujur, sholeh, dan seterusnya. Hal ini terjadi karena beberapa sebab, antara lain:
- Faktor Usia
- Faktor Emosi
- Faktor Kejadian Luar Biasa.
Dalam bahasa jarh wa ta’dil, ikhtilat ini dibahasakan dengan bahasa Jarh wa al-ta’dil.
Untuk mereka yang kondisinya seperti ini, bahasa yang digunakan dalam kitab-kitab jarh wa al-ta’dil adalah:
- اختلط – اختلط بأخرة – مختلط
- تغير – تغير بأخرة
- كان يلقن
- خرف
Referensi
Terdapat satu kitab referensi yang khusus memuat mereka yang terindikasi ilat jenis ini yaitu kitab: الإغتباط فيمن رمي بالاختلاط karya: Burhan al-Din al-Halabi.