عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: «تُوُفِّيَ أَبِي وَتَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي تُوُفِّيَ وَتَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا وَلَيْسَ لِي مَالٌ إِلَّا مِنْ نَخْلِهِ فَمُرْهُمْ أَنْ يَضَعُوا لِي شَطْرَهُ فَأَبَوْا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَانْطَلِقْ فَكِلْ كُلَّ تَمْرَةٍ عَلَى حِدَةٍ فَفَعَلْتُ ثُمَّ دَعَوْتُهُ فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ ادْعُهُمْ فَجَاءُوا فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُوَفَّى كُلَّ رَجُلٍ مِنْهُمْ حَقَّهُ فَوَفَّاهُمْ حَقَّهُمْ وَبَقِيَ لَنَا مِنْ تَمْرِنَا فَضْلٌ». رواه البخاري: ٢٧٣٦
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
“Ayahku wafat dan meninggalkan utang. Maka aku datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ayahku telah wafat dan meninggalkan utang, sedangkan aku tidak memiliki harta untuk melunasinya kecuali dari pohon kurma peninggalannya. Maka perintahkanlah kepada para penagih utang agar mereka mau menerima separuh dari hak mereka.’ Namun mereka menolak.
Lalu Nabi ﷺ bersabda: ‘Pergilah dan pisahkanlah setiap jenis kurma (dari kebun ayahmu) secara terpisah.’ Maka aku pun melakukannya. Kemudian aku memanggil Nabi ﷺ dan mengabarkan kepadanya. Beliau bersabda: ‘Panggil mereka!’ Maka mereka datang.
Lalu Nabi ﷺ memerintahkan agar setiap orang dari mereka diberi haknya. Maka utang-utang mereka pun dilunasi, dan ternyata masih tersisa kelebihan dari kurma kami.”
hadis riwayat al-Bukhari no. 2736: