Hadis 37


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ». رواه البخاري: ٣

dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ada empat hal, barang siapa keempatnya ada padanya, maka ia adalah seorang munafik murni. Dan barang siapa terdapat pada dirinya salah satu dari sifat-sifat itu, maka terdapat pada dirinya satu sifat kemunafikan hingga ia meninggalkannya: (1) Apabila dipercaya ia berkhianat, (2) apabila berbicara ia berdusta, (3) apabila berjanji ia ingkar, dan (4) apabila berselisih ia berbuat curang (melampaui batas).”

(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari: 34)