َنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالسُّوقِ دَاخِلًا مِنْ بَعْضِ الْعَالِيَةِ وَالنَّاسُ كَنَفَتَهُ فَمَرَّ بِجَدْيٍ أَسَكَّ مَيِّتٍ فَتَنَاوَلَ أُذُنَهُ ثُمَّ قَالَ: «أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟» فَقَالُوا: مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ: «أَتُحِبُّونَ أَنَّهُ لَكُمْ؟» قَالُوا: وَاللَّهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيهِ لِأَسَكِّهِ فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ: «فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ». رواه مسلم: ٢٩٥٧
dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati pasar ketika beliau masuk dari salah satu sisi Al-‘Aliyah, sementara orang-orang mengerumuni beliau. Beliau kemudian melewati seekor anak kambing jantan yang telinganya terpotong (rusak) dan sudah mati. Beliau lalu memegang telinganya, kemudian bersabda:
“Siapakah di antara kalian yang suka jika ini menjadi miliknya dengan harga satu dirham?”
Mereka menjawab: “Kami tidak suka jika ini menjadi milik kami dengan harga berapa pun, dan apa yang bisa kami perbuat dengannya?”
Beliau bersabda: “Apakah kalian ingin ini menjadi milik kalian?”
Mereka menjawab: “Demi Allah, seandainya ia hidup pun, ia sudah cacat karena telinganya yang terpotong, apalagi sekarang ia sudah mati?!”
Maka beliau bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya dunia ini lebih hina di sisi Allah daripada hinanya (anak kambing) ini bagi kalian.“
(Diriwayatkan oleh Muslim: 2957)