{"id":96,"date":"2025-03-25T08:53:45","date_gmt":"2025-03-25T08:53:45","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/al-mabsuth\/"},"modified":"2025-03-25T08:53:45","modified_gmt":"2025-03-25T08:53:45","slug":"al-mabsuth","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/al-mabsuth\/","title":{"rendered":"Al-Mabsuth"},"content":{"rendered":"<p>Ibnu an-Nadim berkata, \u201cSalah satu karya penting Imam Syafi\u2019i adalah kitab al-Mabs\u00fbth, yang berisi tentang kajian fiqih. Ar-Rabi\u2019 bin Sulaiman dan az-Za\u2019farani meriwayatkannya langsung dari Imam Syafi\u2019i. Daftar isi kitab ini, antara lain: Kit\u00e2b ath-Thah\u00e2rah, Kit\u00e2b ash-Shal\u00e2t, Kit\u00e2b az-Zak\u00e2t, Kit\u00e2b ash-Shiy\u00e2m, Kit\u00e2b al-Hajj, Kit\u00e2b al-I\u2019tik\u00e2f, dan seterusnya.\u201d[1] Lebih lanjut ia menegaskan, \u201cAz-Za\u2019farani meriwayatkan kitab al-Mabs\u00fbth sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh ar-Rabi\u2019. Hanya saja ia meriwayatkannya beserta sejumlah kecil para sahabatnya yang lain. Orang-orang kurang tertarik dengan kitab ini dan tidak lagi mengamalkannya. Kebanyakan para ahli fiqih mengamalkan apa-apa yang diriwayatkan oleh ar-Rabi\u2019.\u201d[2]<\/p>\n<p>Imam as-Subki berkata, \u201cAl-Buwaithi mempunyai kitab yang berjudul al-Mukhtashar al-Masyh\u00fbr. Kitab ini merupakan ringkasan dari perkataan-perkataan Imam Syafi\u2019i. Menurut Abu \u2018Ashim, kitab ini sangat bagus dan sistematikanya mengikuti klasifikasi pada kitab al-Mabs\u00fbth.\u201d[3]<\/p>\n<p>Pertanyaannya, manakah kitab al-Mabs\u00fbth itu? Apakah kitab itu sama saja dengan kitab al-Hujjah yang diriwayatkan oleh az-Za\u2019farani dari Syafi\u2019i di Baghdad? Ataukah sama dengan kitab al-Umm yang diriwayatkan oleh ar-Rabi\u2019 dari Syafi\u2019i di Mesir? Ataukah kitab itu merupakan karya Syafi\u2019i lainnya, yang tidak sama dengan kitab al-Hujjah dan al-Umm?<\/p>\n<p>Dari pernyataan Muhamad bin Ja\u2019far al-Kattani yang telah disebutkan di atas, tampaknya kitab al-Mabs\u00fbth tidak sama dengan kitab al-Hujjah dan al-Umm. Pernyataan ini ditegaskan pula oleh pendapat Ahmad Abdurrahman al-Bana yang juga telah disebutkan di atas. Menurut pendapat saya, tidak ada perbedaan yang mencolok antara kitab al-Mabs\u00fbth, al-Hujjah dan al-Umm. Kitab-kitab tersebut adalah karya intelektual yang ditulis sesuai dengan waktu, tempat, dan kekuatan penulisnya. Satu kitab dan kitab lainnya saling melengkapi. Pendapat ini didasarkan pada sebab-sebab berikut ini:<\/p>\n<p>Pertama, dari pembahasan sebelumnya, kita semua tahu bahwa madzhab jad\u00eed adalah kelanjutan dari madzhab qad\u00eem. Perubahan madzhab tersebut mengikuti hukum causalitas. Artinya, Imam Syafi\u2019i tidak merubah secara drastis, madzhab lamanya dengan madzhab barunya. Tetapi, perubahan itu terjadi secara alamiah dan bertahap. Karena itu, Imam Syafi\u2019i menarik kembali sebagaian pendapat-pendapatnya yang pernah disampaikan di Irak. Apabila setiap madzhab mempunyai dasar sendiri-sendiri, maka dasar madzhab qad\u00eem adalah kitab al-Hujjah. Kitab ini juga menjadi dasar bagi madzhab jad\u00eednya, tentunya setelah dilakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan-penyempurnaan. Namanya pun berubah, dari al-Hujjah menjadi al-Umm.<\/p>\n<p>Ketika ar-Rabi\u2019 terkenal sebagai orang yang meriwayatkan kitab al-Umm dari Syafi\u2019i; az-Za\u2019farani populer sebagai periwayat kitab al-Hujjah dari Syafi\u2019i; kemudian ditambah dengan pernyataan Ibnu an-Nadim bahwa kitab al-Mabs\u00fbth yang diriwayatkan oleh ar-Rabi\u2019 bersama sahabatnya yang lain dan orang-orang kurang tertarik dengan kitab ini dan tidak lagi mengamalkan kitab al-Mabs\u00fbth yang diriwayatkan oleh az-Za\u2019farani, sebaliknya mereka mengamalkan apa-apa yang terdapat dalam kitab al-Hujjah dan al-Umm. Maka, ini semua menunjukkan bahwa kitab al-Mabs\u00fbth tidak jauh berbeda dengan kitab al-Hujjah dan kitab ini merupakan asal dari kitab al-Umm. Hanya saja, kitab al-Mabs\u00fbth yang diriwayatkan oleh az-Za\u2019farani yang sebenarnya juga kitab al-Hujjah, adalah kitab Imam Syafi\u2019i yang ditulis di Baghdad, sebelum ia datang ke Mesir. Sementara kitab al-Mabs\u00fbth yang diriwayatkan oleh ar-Rabi\u2019 yang sebenarnya adalah kitab al-Umm, adalah kitab yang ditulis di Mesir. Kitab inilah yang dianggap paling otentik dan diamalkan, karena benar-benar menggambarkan pemikiran Syafi\u2019i yang baru (madzhab jad\u00eed).<\/p>\n<p>Alasan kedua, menurut pendapat yang kuat, Imam Syafi\u2019i tidak pernah memberikan nama tertentu pada kitab-kitabnya yang dianggap sebagai representasi madzhab qad\u00eem dan madzhab jad\u00eed. Ia cukup menyebutkan bahwa kitab tersebut ditulis di Baghdad, apabila yang dimaksud adalah madzhab qad\u00eem. Sebagaimana terlihat pada pernyataan Imam Syafi\u2019i sendiri, \u201cSaya mengkaji kitab-kitab Muhamad bin al-Hasan selama setahun penuh, sampai-sampai menjadi hafal terhadap kitab-kitab tersebut. Kemudian di Baghdad, saya menuliskan hasil penelitian tersebut dalam sebuah kitab.\u201d[4] Kemudian sebagian para sahabat Imam Syafi\u2019i menamakan kitab yang merekam madzhab qad\u00eem tersebut dengan sebutan al-Hujjah, karena kitab tersebut memang sengaja ditulis untuk mengkritisi pemikiran madzhab fiqih rasional. Ada juga sebagian para sahabat Imam Syafi\u2019i yang menamakan kitab tersebut dengan nama al-Mabs\u00fbth.<\/p>\n<p>Kemudian kitab Imam Syafi\u2019i yang berkenaan dengan madzhab jad\u00eednya dinamakan dengan \u201cal-Umm,\u201d karena kitab tersebut berisi kumpulan kitab-kitab Syafi\u2019i di bidang fiqih. Ada juga yang menamakannya dengan \u201cal-Mabs\u00fbth.\u201d Dulunya, kitab al-Umm sendiri dikenal sebagai kitabnya ar-Rabi\u2019. Dalam kitab Thabaq\u00e2t asy-Sy\u00e2fi\u2019iyyah karya an-Nawawi, pada penjelasan tentang biografi Ahmad bin al-Muaddib Abu Abdullah al-Harawi disebutkan, \u201cIa membacakan riwayatnya Bakar kepada \u2018Ashim. Ketika waktu maghrib tiba, maka ia salat maghrib. Kemudian ia melanjutkan pengajiannya dengan <strong>membaca kitab ar-Rabi\u2019<\/strong>[5] dan kitab fiqih sampai masuk waktu \u2018isa.\u201d Dari riwayat ini, saya tahu bahwa kitab al-Umm disebut sebagai kitabnya ar-Rabi\u2019.[6]<\/p>\n<p>Ahmad Muhamad Syakir menyatakan dalam tahqiqnya terhadap kitab ar-Ris\u00e2lah bahwa yang menamakan karya-karya baru Imam Syafi\u2019i dengan sebutan \u201cal-Umm\u201d adalah ar-Rabi\u2019. Berikut pernyataannya, \u2018Ini adalah kitab al-Umm yang dikodifikasikan oleh ar-Rabi\u2019 dari sebagian kitab-kitab Syafi\u2019i dan dia menyebutnya dengan nama ini.\u2019\u201d[7] Sedangkan Ibnu an-Nadim menegaskan bahwa ar-Rabi\u2019 menamakan apa-apa yang diriwayatkannya dari Syafi\u2019i dengan nama \u201cal-Mabs\u00fbth.\u201d Berikut pernyataan yang disebutkan dalam kitab al-Fihrisat, \u201cAr-Rabi\u2019 meriwayatkan kitab-kitab ushul dari Syafi\u2019i dan ia menamakannya dengan al-Mabs\u00fbth.\u201d[8] Kesimpulannya, kitab al-Mabs\u00fbth tidak jauh berbeda dengan kitab al-Hujjah dan kitab al-Umm.<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>[1] Ibnu an-Nadim, al-Fihris, Op. Cit., halaman 295.<\/li>\n<li>[2] Ibid., halaman 297.<\/li>\n<li>[3] As-Subki, Thabaq\u00e2t asy-Sy\u00e2fi\u2019iyyah al-Kubr\u00e2, (T.tp : al-Husainiyah, t.th), halaman 275.<\/li>\n<li>[4] Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani, Taw\u00e2l\u00ee at-Ta\u2019s\u00ees, Op. Cit., halaman 76.<\/li>\n<li>[5] Maksudnya kitab al-Umm, penerj.<\/li>\n<li>[6] Prof. Mushthafa Abdurraziq, Tamh\u00eed li T\u00e2r\u00eekh al-Falsafah al-Isl\u00e2miyyah, Op. Cit., halaman 228.<\/li>\n<li>[7] Ar-Ris\u00e2lah, tahqih Ahmad Muhamad Syakir, halaman 9.<\/li>\n<li>[8] Ibnu an-Nadim, al-Fihrisat, Op. Cit., halaman 297.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ibnu an-Nadim berkata, \u201cSalah satu karya penting Imam Syafi\u2019i adalah kitab al-Mabs\u00fbth, yang berisi tentang kajian fiqih. Ar-Rabi\u2019 bin Sulaiman dan az-Za\u2019farani meriwayatkannya langsung dari Imam Syafi\u2019i. Daftar isi kitab ini, antara lain: Kit\u00e2b ath-Thah\u00e2rah, Kit\u00e2b ash-Shal\u00e2t, Kit\u00e2b az-Zak\u00e2t, Kit\u00e2b ash-Shiy\u00e2m, Kit\u00e2b al-Hajj, Kit\u00e2b al-I\u2019tik\u00e2f, dan seterusnya.\u201d[1] Lebih lanjut ia menegaskan, \u201cAz-Za\u2019farani meriwayatkan kitab al-Mabs\u00fbth [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[235],"tags":[],"class_list":["post-96","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-al-mabsuth"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=96"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/96\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=96"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=96"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=96"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}