{"id":94,"date":"2025-03-25T08:52:10","date_gmt":"2025-03-25T08:52:10","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/musnad-asy-syafii\/"},"modified":"2025-03-25T08:52:10","modified_gmt":"2025-03-25T08:52:10","slug":"musnad-asy-syafii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/musnad-asy-syafii\/","title":{"rendered":"Musnad asy-Syafi\u2019i"},"content":{"rendered":"<p>Imam ar-Razi berkata, \u201cKaryanya yang berjudul Musnad asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee adalah kitab yang sangat terkenal dan tidak ada seorang pun yang mencelanya.\u201d[1] Syeikh Muhamad al-Khudhari menegaskan, Imam Syafi\u2019i mempunyai kitab Musnad lainnya, yaitu hadis-hadis musnad[2] yang diriwayatkannya dalam kitab al-Umm.[3] Anehnya, Imam Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani tidak memasukkan kitab Musnad \u00a0ini dalam data nama-nama kitab karya Syafi\u2019i yang diringkas oleh al-Baihaqi. Kami tidak tahu pasti, apakah Imam al-Baihaqi menyebutkannya dalam kitabnya atau tidak. Ibnu an-Nadim juga tidak memasukkan kitab ini dalam daftar nama kitab-kitab karya Syafi\u2019i yang disebutkan dalam kitab al-Fihris.[4]<\/p>\n<p>Sebagian para ulama menyatakan, kitab al-Musnad bukan tulisan Syafi\u2019i sendiri. Tetapi, tulisan Abu al-\u2018Abbas al-Ashamm, hasil kompilasi dari ceramah-ceramah Imam Syafi\u2019i yang disampaikan kepada sebagian sahabatnya. Ahmad Abdurrahman al-Bana mengutip pernyataan Muhamad bin Ja\u2019far al-Kattani dalam kitab ar-Ris\u00e2lah al-Mustathrafah; \u201cKitab Musnad yang disebut-sebut sebagai karyanya orang alim Quraisy dan reformasi agama abad ke 2 hijriyah, bukanlah tulisannya sendiri. Kitab tersebut adalah hasil kompilasi dari hadis-hadis yang diriwayatkan secara marf\u00fb\u2019 maupun mawq\u00fbf. Hadis-hadis tersebut merupakan hadis-hadis yang didengar oleh Abu al-\u2018Abbas Muhamad bin Ya\u2019qub bin Yusuf bin Muqbil bin Sannan al-Ashamm al-Umawi, dari ar-Rabi\u2019 bin Sulaiman bin Abdul Jabbar bin Kamil al-Muradi. Dan riwayat-riwayat yang ditulis oleh Imam Syafi\u2019i dalam kitab al-Umm dan al-Mabs\u00fbth. Menurut pendapat lain, kitab Musnad adalah kitab yang sengaja ditulis oleh Abu al-\u2018Abbas al-Ashamm. Kemudian ia menamakannya \u201cMusnad asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee\u201d. Kitab ini belum disistematiskan dengan baik, sehingga masih terjadi pengulangan di beberapa tempat yang sebetulnya tidak perlu.\u201d[5]<\/p>\n<p>Al-Bana menegaskan, dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kitab al-Musnad adalah kitab yang ditulis oleh Abu al-\u2018Abbas al-Ashamm dari karya-karya Syafi\u2019i seperti al-Mabs\u00fbth, al-Umm, Kit\u00e2b Istiqb\u00e2l al-Qiblat, Kit\u00e2b al-Am\u00e2l\u00ee, Kit\u00e2b ash-Shiy\u00e2m al-Kab\u00eer, Kit\u00e2b Ikhtil\u00e2f al-Had\u00eets, Kit\u00e2b ar-Ris\u00e2lah, dan sebagainya. Kebanyakan hadis-hadis yang disebutkan dalam kitab tersebut diambil dari kitab al-Umm. Al-Ashamm sendiri mendengar hadis-hadis tersebut dari ar-Rabi\u2019 bin Sulaiman, sebagaiman ditegaskan dalam pernyataannya, \u201cKami selesai mendengarkan Kitab Syafi\u2019i pada hari Rabu, 15 Sya\u2019ban 266 H. Kami telah merampungkan pembacaan kitab tersebut dari awal sampai akhir, dari ar-Rabi\u2019.<\/p>\n<p>Hadis-hadis yang disebutkan dalam kitab al-Musnad bukan semua hadis yang diriwayatkan oleh Imam Syafi\u2019i, hadis-hadis yang dijadikan dalil hukum oleh Syafi\u2019i, dan bukan pula semua hadis yang disebutkan oleh Imam Syafi\u2019i dalam karya-karyanya. Tetapi, hadis-hadis tersebut adalah hadis-hadis pilihan yang diseleksi oleh al-Ashamm, dari hadis-hadis yang jumlahnya sangat banyak. Meskipun hadis-hadis tersebut tidak banyak, tetapi termasuk hadis-hadis penting yang berkaitan dengan hukum-hukum fiqih dan dalil-dalil syari\u2019at. Semoga Allah memberikan kebaikan kepada orang yang telah berjasa mengumpulkannya.<\/p>\n<p>Prof. Mushthafa Abdurraziq berkata, \u201cBerdasarkan hasil penelitianku terhadap kitab Thabq\u00e2t asy-Sy\u00e2fi\u2019iyyah karya an-Nawawi, yang saya ambil dari manuskrip yang ada di perpustakaan Mesir, tepatnya pada penelitian terhadap biografi Muhamad bin Ya\u2019qub bin Yusuf Abu al-\u2018Abbas as-Sannani an-Naisaburi yang terkenal dengan sebutan al-Ashamm yang lahir pada tahun 249 H. (863 m.), dapat disimpulkan bahwa Musnad asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee bukan termasuk tulisan Imam Syafi\u2019i sendiri. Tetapi, kitab ini merupakan hasil kodifikasi dari hadis-hadis yang didengar oleh al-Asham dari sebagian para sahabat Imam Syafi\u2019i. Karena itu, hadis-hadis tersebut tidak patut disebut sebagai hadis-hadis Syafi\u2019i, sebab jumlahnya sangat terbatas, yaitu sebanyak yang didengar oleh al-Ashamm saja.\u201d[6]<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>[1] Ar-Razi, Man\u00e2qib al-Im\u00e2m asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee, Op. Cit., halaman 83.<\/li>\n<li>[2] Hadis Musnad adalah hadis yang disandarkan langsung kepada Rasulullah Saw. Menurut sebagian ulama, hadis musnad lebih tinggi kualitas daripada hadis marf\u00fb\u2019, penerj.<\/li>\n<li>[3] Muhamad al-Khudhari, T\u00e2rikh at-Tasyr\u00ee\u2019 al-Isl\u00e2m\u00ee, Op. Cit., halaman 319.<\/li>\n<li>[4] Ibnu an-Nadim, al-Fihris, (T.tp. : ar-Rahmaniyyah, t.th), halaman 295-296.<\/li>\n<li>[5] Ahmad Abdurrahman al-Bana, Syarh Bad\u00e2\u2019i al-Manan f\u00ee Jam\u2019in wa Tart\u00eeb Musnad asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee wa as-Sunan, (T.tp : Dar al-Anwar, 1950), halaman 3-7.<\/li>\n<li>[6] Prof. Mushthafa Abdurraziq, Tamh\u00eed li T\u00e2r\u00eekh al-Falsafah al-Isl\u00e2miyyah, Op. Cit., halaman 229.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Imam ar-Razi berkata, \u201cKaryanya yang berjudul Musnad asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee adalah kitab yang sangat terkenal dan tidak ada seorang pun yang mencelanya.\u201d[1] Syeikh Muhamad al-Khudhari menegaskan, Imam Syafi\u2019i mempunyai kitab Musnad lainnya, yaitu hadis-hadis musnad[2] yang diriwayatkannya dalam kitab al-Umm.[3] Anehnya, Imam Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani tidak memasukkan kitab Musnad \u00a0ini dalam data nama-nama kitab karya Syafi\u2019i yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[246],"tags":[],"class_list":["post-94","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-musnad-asy-syafii"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=94"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/94\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=94"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=94"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=94"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}