{"id":90,"date":"2025-03-25T08:22:25","date_gmt":"2025-03-25T08:22:25","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/sikap-imam-syafii-dan-para-pengikutnya-terhadap-madzhab-qadim-serta-hukum-mengamalkannya\/"},"modified":"2025-03-25T08:22:25","modified_gmt":"2025-03-25T08:22:25","slug":"sikap-imam-syafii-dan-para-pengikutnya-terhadap-madzhab-qadim-serta-hukum-mengamalkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/sikap-imam-syafii-dan-para-pengikutnya-terhadap-madzhab-qadim-serta-hukum-mengamalkannya\/","title":{"rendered":"Sikap Imam Syafi\u2019i dan Para Pengikutnya terhadap Madzhab Qadim, serta Hukum Mengamalkannya"},"content":{"rendered":"<p>Pendapat Imam Syafi\u2019i dalam versi Madzhab Jad\u00eed bukan berarti menganulir (n\u00e2sikh) terhadap pendapat Madzhab Qad\u00eem. Pendapat-pendapat itu merupakan perpanjangan ide dan perkembangan pemikiran yang sesuai dengan hukum causalitas dalam pembentukan suatu madzhab. Karena pada saat, Imam Syafi\u2019i datang dan tinggal di Mesir, ia baru menemukan dalil-dalil fiqih yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. Ia juga banyak mendengar hadis-hadis lain yang belum pernah didengar sebelumnya. Hal inilah yang mendorongnya melakukan revisi dan perbaikan terhadap pendapat-pendapat fiqihnya yang dibingkai dalam versi Madzhab Qad\u00eemnya.<\/p>\n<p>Atas dasar ini, setiap pendapat Madzhab Qad\u00eem yang tidak disampaikan dalam versi Madzhab Jad\u00eed atau tidak bertentangan dengan pendapatnya yang baru, maka pendapat itu menjadi bagian dari mazhab Syafi\u2019i, yang bisa diamalkan dan difatwakan. Karena pendapat itu benar-benar telah disampaikan oleh Imam Syafi\u2019i dan ia tidak melakukan revisi terhadap pendapat lamanya itu. Sebaliknya, pendapat Madzhab Qad\u00eem yang bertentangan dengan Madzhab Jad\u00eed, maka tidak disebut sebagai bagian dari madzhabnya, karena pendapat itu telah direvisi dan dianulir. Pendapat itu tidak boleh dikatakan sebagai \u201cMadzhab Syafi\u2019i,\u201d kecuali jika ada catatan tertentu atas pendapat Madzhab Qad\u00eem itu. Misalnya, disebutkan adanya keterangan bahwa Imam Syafi\u2019i merujuk kembali pada pendapat lamanya itu. Pendapat Madzhab Qad\u00eem yang telah dianulir, tidak boleh diamalkan dan difatwakan atas nama madzhab Syafi\u2019i. Tetapi, bukan berarti tidak boleh mengamalkannya. Bagi ulama yang telah melakukan ijtihad dan ijtihadnya itu sesuai dengan Madzhab Qad\u00eem, maka ia boleh mengamalkannya, berdasarkan pendapatnya sendiri, bukan berdasar pada madzhab Syafi\u2019i.<\/p>\n<p>Dari papar di atas tentang kontroversi antara Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed, serta keunggulan Madzhab Qad\u00eem terhadap Madzhab Jad\u00eed dalam beberapa masalah, kita dapat melihat para pemuka madzhab Syafi\u2019i, ada yang mengunggulkan pendapat Madzhab Qad\u00eem atas Madzhab Jad\u00eed. Mereka juga memfatwakan pendapat Madzhab Qad\u00eem itu. Pertanyaannya, apakah tarj\u00eeh dan fatwa yang mereka sampaikan itu termasuk dalam kategori madzhab Syafi\u2019i atau tidak?<\/p>\n<p>Jika tarj\u00eeh terhadap Madzhab Qad\u00eem hanya didasarkan pada hasil ijtihad masing-masing ulama, maka tarj\u00eeh itu tidak dianggap sebagai mazhab Syafi\u2019i. Karena Imam Syafi\u2019i telah menarik kembali pendapat lamanya, sehingga Madzhab Qad\u00eem itu bukan termasuk madzhabnya. Tetapi, lebih tepat disebut sebagai pendapat dan ijtihad para ulama yang sesuai dengan pendapatnya dalam versi Madzhab Qad\u00eem. Dengan demikian, pendapat itu tidak boleh disampaikan dengan menyebutnya sebagai madzhab Syafi\u2019i, kecuali jika ada catatan bahwa Imam Syafi\u2019i kembali mengikuti pendapat Madzhab Qad\u00eemnya itu.<\/p>\n<p>Adapun jika proses tarj\u00eeh terhadap Madzhab Qad\u00eem dilakukan dengan cara meneliti keshahihan hadis \u2013lebih-lebih penelitian terhadap hadis-hadis yang masih ditangguhkan penilaiannya oleh Imam Syafi\u2019i dalam Madzhab Jad\u00eednya-. Maka, pendapat itu boleh disebut sebagai madzhab Syafi\u2019i, boleh diamalkan dan boleh difatwakan dengan mengatasnamakan madzhab Syafi\u2019i. Karena hal ini sesuai dengan prinsip Imam Syafi\u2019i bahwasanya apabila hadis itu shahih, maka itulah madzhab Syafi\u2019i.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendapat Imam Syafi\u2019i dalam versi Madzhab Jad\u00eed bukan berarti menganulir (n\u00e2sikh) terhadap pendapat Madzhab Qad\u00eem. Pendapat-pendapat itu merupakan perpanjangan ide dan perkembangan pemikiran yang sesuai dengan hukum causalitas dalam pembentukan suatu madzhab. Karena pada saat, Imam Syafi\u2019i datang dan tinggal di Mesir, ia baru menemukan dalil-dalil fiqih yang sebelumnya tidak terpikirkan olehnya. Ia juga banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[231],"tags":[],"class_list":["post-90","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sikap-imam-syafii-dan-para-pengikutnya-terhadap-madzhab-qadim-serta-hukum-mengamalkannya"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=90"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/90\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=90"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=90"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=90"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}