{"id":89,"date":"2025-03-25T08:21:37","date_gmt":"2025-03-25T08:21:37","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/membaca-surat-pada-rakaat-ketiga-dan-keempat\/"},"modified":"2025-03-25T08:21:37","modified_gmt":"2025-03-25T08:21:37","slug":"membaca-surat-pada-rakaat-ketiga-dan-keempat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/membaca-surat-pada-rakaat-ketiga-dan-keempat\/","title":{"rendered":"Membaca Surat pada Raka\u2019at Ketiga dan Keempat"},"content":{"rendered":"<p>Tidak ada perbedaan pendapat antara Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed bahwa disunahkan membaca surat atau sebagian ayat al-Qur\u2019an bagi imam ataupun orang yang salat sendirian pada salat subuh, serta pada raka\u2019at pertama dan kedua di setiap salat. Imam an-Nawawi menjelaskan, \u201cPendapat ini disampaikan oleh Malik, ats-Tsauri, Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, dan semua ulama, kecuali al-Qadhi Abu ath-Thayyib yang meriwayatkan dari \u2018Utsman bin Abu al-\u2018Ash dan sejumlah sahabat lainnya; bahwasanya diwajibkan membaca surat al-F\u00e2tihah dan surat lainnya minimal 3 ayat. Penulis kitab al-Bay\u00e2n menyebutkan juga riwayat ini dari \u2018Umar bin al-Khaththab.[1]<\/p>\n<p>Tidak ada perbedaan juga antara Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed bahwa ma\u2019mum tidak perlu membaca selain surat al-F\u00e2tihah, apabila ia mampu mendengarkan bacaan suratnya imam. Adapun jika ia tidak mampu mendengarkannya, karena jaraknya jauh atau pendengarannya yang jauh, maka ada dua pendapat mengenai hal ini. Pertama, ia disunahkan membaca surat sendiri. Imam an-Nawawi menjelaskan, \u201cPendapat ini diikuti oleh mayoritas ulama Irak, karena diamnya ma\u2019mum itu tidak ada artinya apa-apa. Kedua,\u00a0 ia tidak perlu membaca surat. Pendapat ini dikemukakan oleh ulama Khurasan.<\/p>\n<p>Pertanyaannya, bagaimana hukumnya membaca surat pada raka\u2019at ketiga atau keempat, disunahkan ataukah tidak? Ada dua versi jawaban atas pertanyaan ini.<\/p>\n<p><strong>Versi Madzhab Qad\u00eem:<\/strong> tidak disunahkan. Dasar hukumnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah; \u201cBahwasanya Rasulullah Saw. membaca surat al-F\u00e2tihah dan surat lainnya pada salat zhuhur pada raka\u2019at pertama dan kedua. Kadang-kadang beliau memperdengarkan kepada kami bacaan ayatnya. Beliau memanjangkan raka\u2019at yang pertama, tetapi raka\u2019at yang kedua tidak dipanjangkan bacaan suratnya. Lalu beliau hanya membaca surat al-F\u00e2tihah pada raka\u2019at yang ketiga dan keempat.\u201d (HR. al-Bukhari dan Muslim).[2]<\/p>\n<p>\u2018Umar bin al-Khaththab pernah mengirim surat kepada Syuraih, \u201cHendaknya kamu membaca surat al-F\u00e2tihah dan surat lainnya pada raka\u2019at pertama dan kedua; serta cukup membaca surat al-F\u00e2tihah pada raka\u2019at ketiga dan keempat.\u201d[3]<\/p>\n<p>Jabir bin Samurah meriwayatkan, ia berkata, \u201c\u2019Umar berkata kepada Sa\u2019d, \u2018Kamu selalu membuat orang ragu kepadamu dalam segala hal, sampai masalah salat sekalipun.\u2019 Sa\u2019d menjawab, \u2018Saya salat dengan cara memanjangkan dua raka\u2019at awal dan memendekkan dua raka\u2019at terakhir. Saya tidak akan peduli dengan komentar orang lain, selama saya tetap mengikuti salat Rasulullah Saw.\u2019 \u2018Umar berkata, \u2018Kalau begitu, dugaan itu benar adanya atau dugaanku kepadamu benar adanya.\u2019\u201d[4]<\/p>\n<p>Dalam kitab al-Mughn\u00ee, Ibnu Qudamah menjelaskan, \u201cIbnu Sirin berkata, \u2018Saya tidak pernah melihat adanya perselisihan di antara para ulama bahwasanya Nabi Saw. membaca surat al-F\u00e2tihah dan surat lainnya pada dua raka\u2019at awal; serta hanya membaca surat al-F\u00e2tihah pada dua raka\u2019at yang terakhir.\u2019 Pernyataan Ibnu Sirin ini diriwayatkan dari Ibnu Mas\u2019ud, Abu ad-Darda\u2019, Jabir, Abu Hurairah, dan \u2018Aisyah. Isma\u2019il bin Sa\u2019d asy-Syalikhi meriwayatkan dari mereka dengan sanadnya sendiri.\u201d[5]<\/p>\n<p><strong>Versi Madzhab Jad\u00eed:<\/strong> disunahkan membaca surat pada raka\u2019at ketiga dan keempat. Dalam kitab al-Umm, Imam Syafi\u2019i berkata, \u201cPada dua raka\u2019at pertama, saya lebih senang membaca surat al-F\u00e2tihah berikut surat-surat pendek. Sedangkan pada dua raka\u2019at terakhir, baiknya membaca surat al-F\u00e2tihah dan satu ayat lainnya. Lebih dari satu ayat, tentunya lebih baik lagi, apabila ia tidak menjadi imam, karena dikhawatirkan memberatkan ma\u2019mumnya.\u201d[6]<\/p>\n<p>Dalil yang dipakai dalam Madzhab Jad\u00eed adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa\u2019id al-Khudri; \u201cBahwasanya Nabi Saw. membaca surat pada dua raka\u2019at awal salat zhuhur sekitar 30 ayat pada setiap raka\u2019atnya. Sedangkan pada dua raka\u2019at terakhir, beliau membaca surat sekitar 15 ayat atau setengahnya. Pada dua raka\u2019at awal salat ashar, beliau membaca 15 ayat setiap raka\u2019at; dan dua raka\u2019at terakhir, beliau membaca setengahnya.\u201d (HR. Muslim). [7]<\/p>\n<p>Alasannya, setiap raka\u2019at itu disyari\u2019atkan untuk membaca surat al-F\u00e2tihah, sehingga disyari\u2019atkan juga membaca surat lainnya. Tetapi, bacaan surat pada dua raka\u2019at yang pertama harus lebih panjang daripada bacaan pada dua raka\u2019at yang terakhir.[8]<\/p>\n<p>Dalil lainnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh ash-Shanabahi, ia berkata, \u201cSaya salat maghrib di belakang Abu Bakar ash-Shiddiq. Lalu, saya berdiri sangat dekat dengannya, sampai-sampai bajuku hampir saja menyentuh bajunya. Pada raka\u2019at yang terakhir, ia membaca surat al-F\u00e2tihah dan ayat 8 surat \u00c2li \u2018Imr\u00e2n.\u201d[9]<\/p>\n<p>Demikianlah, dalil-dalil yang disebutkan dalam Versi Madzhab Qad\u00eem dan Versi Madzhab Jad\u00eed. Para pemuka madzhab Syafi\u2019i masih berbeda pendapat mengenai dalil yang paling kuat di antara keduanya.<\/p>\n<p>Dalam kitab Syarh Muslim, Imam an-Nawawi menjelaskan, \u201cSaya lebih suka pendapat Imam Syafi\u2019i dalam versi Madzhab Jad\u00eednya. Hanya saja, dalil yang digunakan pada versi Madzhab Qad\u00eem lebih shahih.\u201d[10]<\/p>\n<p>Dalam kitab al-Majm\u00fb\u2019, Imam an-Nawawi menuturkan, \u201cPara pemuka madzhab Syafi\u2019i masih berbeda pendapat mengenai dalil yang paling shahih yang digunakan dalam Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed. Menurut mayoritas ulama Irak, yang paling shahih adalah versi Madzhab Jad\u00eed. Ulama yang menshahihkannya, antara lain: Syeikh Abu Hamid, al-Muhamili, penulis kitab al-\u2018Iddah, Syeikh Nashr al-Maqdisi, dan asy-Syasyi.\u201d[11]<\/p>\n<p>Ada juga sekelompok ulama yang lebih menshahihkan versi Madzhab Qad\u00eem. Pendapat inilah yang paling shahih dan sering difatwakan oleh mayoritas ulama. Mereka mengkategorikan masalah ini sebagai salah satu masalah yang versi Madzhab Qad\u00eem lebih unggul ketimbang versi Madzhab Jad\u00eed.<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>[1] Ibid., III\/354.<\/li>\n<li>[2] Ibid., III\/350.<\/li>\n<li>[3] Ibnu Qudamah, al-Mughn\u00ee, Op. Cit., I\/501.<\/li>\n<li>[4] Al-Qasthalani, Hady as-S\u00e2r\u00ee, Op. Cit., II\/427.<\/li>\n<li>[5] Ibnu Qudamah, al-Mughn\u00ee, Op. Cit., I\/501.<\/li>\n<li>[6] Asy-Syafi\u2019i, al-Umm, Op. Cit., VIII\/15.<\/li>\n<li>[7] An-Nawawi, al-Majm\u00fb\u2019 Syarh al-Muhadzdzab, Op. Cit., III\/245.<\/li>\n<li>[8] Asy-Syairazi, al-Muhadzdzab, Op. Cit., I\/74.<\/li>\n<li>[9] Ibnu Qudamah, al-Mughn\u00ee, Op. Cit., I\/501. Berikut ayat tersebut:<\/li>\n<\/ul>\n<p dir=\"rtl\">\u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0644\u0627\u064e \u062a\u064f\u0632\u0650\u063a\u0652 \u0642\u064f\u0644\u064f\u0648\u0628\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u064e \u0625\u0650\u0630\u0652 \u0647\u064e\u062f\u064e\u064a\u0652\u062a\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0647\u064e\u0628\u0652 \u0644\u064e\u0646\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646 \u0644\u0651\u064e\u062f\u064f\u0646\u0643\u064e \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0625\u0650\u0646\u0651\u064e\u0643\u064e \u0623\u064e\u0646\u062a\u064e \u0627\u0644\u0652\u0648\u064e\u0647\u0651\u064e\u0627\u0628\u064f<\/p>\n<ul>\n<li>[10] An-Nawawi, Syarh Muslim, Op. Cit.,III\/338, kitab ini disebutkan di pinggir kitab Hady as-S\u00e2r\u00ee karya al-Qashthalani.<\/li>\n<li>[11] An-Nawawi, al-Majm\u00fb\u2019 Syarh al-Muhadzdzab, Op. Cit., III\/301.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tidak ada perbedaan pendapat antara Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed bahwa disunahkan membaca surat atau sebagian ayat al-Qur\u2019an bagi imam ataupun orang yang salat sendirian pada salat subuh, serta pada raka\u2019at pertama dan kedua di setiap salat. Imam an-Nawawi menjelaskan, \u201cPendapat ini disampaikan oleh Malik, ats-Tsauri, Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, dan semua ulama, kecuali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[230],"tags":[],"class_list":["post-89","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-membaca-surat-pada-rakaat-ketiga-dan-keempat"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=89"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/89\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=89"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=89"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=89"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}