{"id":81,"date":"2025-03-25T08:13:11","date_gmt":"2025-03-25T08:13:11","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/hukum-umrah\/"},"modified":"2025-03-25T08:13:11","modified_gmt":"2025-03-25T08:13:11","slug":"hukum-umrah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/hukum-umrah\/","title":{"rendered":"Hukum Umrah"},"content":{"rendered":"<p>Ada perbedaan pendapat antara Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed mengenai hukum umrah, apakah bersifat wajib ataukah sunah?<\/p>\n<p><strong>Versi Madzhab Qad\u00eem:<\/strong> umrah hukumnya sunah, bukan wajib. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Mas\u2019ud, yang diikuti oleh Malik, Abu Tsaur, dan Abu Hanifah. Ibnu al-Mundzir dan lainnya meriwayatkan pendapat ini dari an-Nakha\u2019i.[1]<\/p>\n<p>Para ulama yang menyatakan bahwa umrah itu sunah, didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Jabir; \u201cBahwasanya Nabi Saw. pernah ditanya mengenai hukum \u2018umrah, wajib ataukah sunah? Beliau menjawab, \u2018Umrah itu tidak wajib, tetapi sangat baik apabila dikerjakan.\u2019\u201d (HR. at-Tirmidzi, katanya hadis ini hasan shahih).<\/p>\n<p>Dalil lainnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh Thalhah; ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, \u201cHaji itu hukumnya seperti jihad (wajib). Sementara \u2018umrah adalah sunah.\u201d (HR. Ibnu Majah). Hadis ini dikuatkan dengan hadis yang menjelaskan tentang rukun Islam. Di dalam hadis itu, Nabi Saw. hanya mewajibkan haji, bukan \u2018umrah. Ada hadis yang disebutkan oleh ad-Daruquthni mengenai wajibnya haji dan \u2018umrah. Sayangnya, riwayat itu dianggap janggal dan tidak shahih.<\/p>\n<p>Alasan logisnya: \u2018umrah itu ibadah yang waktunya tidak dibatasi, sehingga bukan termasuk ibadah wajib. Hukum \u2018umrah sama seperti thawaf.<\/p>\n<p><strong>Versi Madzhab Jad\u00eed:<\/strong> \u2018umrah hukumnya wajib. Pendapat yang seperti ini diriwayatkan dari \u2018Umar, Ibnu \u2018Abbas, Zaid bin Tsabit, Ibnu \u2018Umar, Sa\u2019id bin al-Musayyab, Sa\u2019id bin Zubair, \u2018Atha\u2019, Thawus, Mujahid, al-Hasan, Ibnu Sirin, asy-Sya\u2019bi, ats-Tsauri, Abdullah bin Syaddad, Masyruq, Ishaq, Ibnu \u2018Ubaid, Dawud, Ahmad, dan golongan Syi\u2019ah Imamiyah.[2] Menurut Imam an-Nawawi, pendapat ini adalah shahih sesuai dengan kesepakatan para pemuka madzhab Syafi\u2019i.<\/p>\n<p>Dasar hukumnya adalah firman Allah Swt:<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0648\u064e\u0623\u064e\u062a\u0650\u0645\u0651\u064f\u0648\u0627\u0652 \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u062c\u0651\u064e \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0639\u064f\u0645\u0652\u0631\u064e\u0629\u064e \u0644\u0650\u0644\u0651\u0647\u0650<\/p>\n<p>\u201cDan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah.\u201d[3]<\/p>\n<p>Dalil lainnya adalah hadis yang diriwayatkan oleh adh-Dhabi bin Ma\u2019bad. Ia berkata, \u201cSaya mendatangi \u2018Umar. Saya berkata, \u2018Wahai Amirul Mu\u2019minin, saya telah masuk Islam dan saya mendapatkan informasi bahwa haji dan \u2018umrah adalah kewajiban bagiku, maka saya melaksanakan keduanya.\u2019\u2019 \u2018Umar berkata, \u2018Kalau begitu, kamu telah melaksanakannya sesuai dengan sunah Nabi Saw\u2019.\u201d[4]<\/p>\n<p>Hadis lainnya adalah riwayat dari Abu Rizin; bahwasanya ia mendatangi Nabi Saw. dan berkata, \u201cWahai Rasulullah, ayahku sudah tua serta tidak mampu haji dan umrah. Beliau bersabda, \u2018Tunaikan haji dan\u2019umrah untuk ayahmu\u2019.\u201d (HR. Abu Dawud, an-Nasa\u2019i, dan at-Tirmidzi. Menurut at-Tirmidzi, hadis ini hasan shahih).[5]<\/p>\n<p>Hadis lainnya adalah riwayat \u2018Aisyah; ia berkata, \u201cWahai Rasulullah, apakah ada kewajiban jihad bagi kaum Hawa? Beliau bersabda, \u2018Ada, jihadnya adalah bukan perang, tetapi haji dan \u2018umrah.\u2019\u201d (HR. Ibnu Majah, al-Baihaqi dan lainnya dengan sanad-sanad yang shahih. Sanad Ibnu Majah sesuai dengan standar yang dipersyaratkan oleh al-Bukhari dan Muslim).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>Review Pendapat Syafi\u2019i<\/strong><\/p>\n<p>Sebelum mengemukakan Madzhab Qad\u00eem, Imam Syafi\u2019i berpendapat bahwa \u2018umrah adalah sunah, bukan wajib. Pendapatnya ini sejalan dengan pendapat Malik dan lainnya. Pendapat ini terus dipertahankan sampai ia mengemukakan pendapat dalam versi Madzhab Qad\u00eem. Kemudian ia mendapatkan hadis-hadis shahih yang mewajibkan \u2018umrah, maka ia mengikuti hadis-hadis tersebut dan menegaskan bahwa \u2018umrah hukumnya wajib. Di samping itu, hadis-hadis yang dikemukakan dalam versi Madzhab Qad\u00eem, kualitasnya lemah dan bertentangan dengan hadis yang disampaikan dalam versi Madzhab Jad\u00eed.<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>[1] An-Nawawi, al-Majm\u00fb\u2019 Syarh al-Muhadzdzab, Op. Cit., VII\/7-8 dan Ibnu Qudamah, al-Mughn\u00ee, Op. Cit., III\/200.<\/li>\n<li>[2] An-Nawawi, al-Majm\u00fb\u2019 Syarh al-Muhadzdzab, Op. Cit., VII\/7-8 dan Ibnu Qudamah, al-Mughn\u00ee, Op. Cit., III\/200.<\/li>\n<li>[3] QS. Al-Baqarah (2) : 196.<\/li>\n<li>[4] Ibnu Qudamah, al-Mughn\u00ee, Op. Cit., III\/201.<\/li>\n<li>[5] An-Nawawi, al-Majm\u00fb\u2019 Syarh al-Muhadzdzab, Op. Cit., VII\/4-5.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ada perbedaan pendapat antara Madzhab Qad\u00eem dan Madzhab Jad\u00eed mengenai hukum umrah, apakah bersifat wajib ataukah sunah? Versi Madzhab Qad\u00eem: umrah hukumnya sunah, bukan wajib. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Mas\u2019ud, yang diikuti oleh Malik, Abu Tsaur, dan Abu Hanifah. Ibnu al-Mundzir dan lainnya meriwayatkan pendapat ini dari an-Nakha\u2019i.[1] Para ulama yang menyatakan bahwa umrah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[224],"tags":[],"class_list":["post-81","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum-umrah"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}