{"id":42,"date":"2025-03-25T06:49:22","date_gmt":"2025-03-25T06:49:22","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/fiqih-mekah\/"},"modified":"2025-03-25T06:49:22","modified_gmt":"2025-03-25T06:49:22","slug":"fiqih-mekah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/fiqih-mekah\/","title":{"rendered":"Fiqih Mekah"},"content":{"rendered":"<p>Aliran fiqih Mekah dikembangkan oleh dua tokoh terkenal dari kalangan sahabat, yaitu: Mu\u2019adz bin Jabal dan Abdullah bin \u2018Abbas. Rasulullah Saw. pernah mendelegasikan Mu\u2019adz bin Jabal untuk mengajarkan agama (fiqih) kepada penduduk Mekah setelah \u201cPenaklukan Kota Mekah.\u201d Ia juga ditugaskan untuk mengajarkan mereka tentang hukum halal-haram dan al-Qur\u2019an. Ia tergolong sebagai sahabat muda Anshar (pribumi Madinah) yang alim dan dermawan, bahkan dianggapp sebagai sahabat Rasulullah Saw. yang paling mengerti tentang hukum halal dan haram, serta paling pandai al-Qur\u2019an. Rasulullah Saw. menegaskan dalam sabdanya, \u201cMu\u2019adz bin Jabal adalah orang yang paling mengerti dari umatku mengenai halal dan haram.\u201d[1]<\/p>\n<p>Sementara Abdullah bin \u2018Abbas baru menetap di Mekah menjelang akhir hayatnya Mu\u2019adz bin Jabal. Ia sengaja pindah ke Mekah untuk menghindari konflik politik yang terjadi antara Abdul Malik bin Marwan dan Abdullah bin az-Zubair. Sebelumnya ia tinggal di Bashrah dan Madinah sebagai pengajar dan mufti. Ia mengajarkan tafsir, hadis, fiqih, dan sastera di Masjidil Haram. Ia adalah sahabat yang paling mengerti tentang ta\u2019w\u00eel (interpertasi) al-Qur\u2019an. Rasulullah Saw. telah memberkatinya dengan mengusap kepalanya sambil berdoa, \u201cYa Allah, ajarkanlah hikmah dan ta\u2019w\u00eel al-Qur\u2019an kepadanya.\u201d Abdullah bin \u2018Abbas dan teman-temannya adalah orang yang paling berjasa mengembangkan fiqih Mekah dan mencetak generasi penerusnya yang terkenal di bidang keilmuwan.[2]<\/p>\n<p>Tokoh-tokoh terkenal dari generasi tabi\u2019in, antara lain: \u2018Atha\u2019 bin Abu Rabah, Thawus bin Kaisan, Mujahid bin Jabr, \u2018Ubaid, bin \u2018Umair, \u2018Amr bin Dinar, Abdullah bin Abu Mulaikah, Abdurrahman bin Sabit, dan \u2018Ikrimah bin \u2018Abbas. Dari derertan tokoh-tokoh fiqih Mekah ini, yang paling terkenal adalah Mujahid bin Jabr, yang kondang disebut sebagai periwayat pendapat-pendapat tafsir Ibnu \u2018Abbas. Sementara \u2018Atha\u2019 bin Abu Rabah terkenal sebagai ahli fiqih, zahid kota Mekah, dan orang yang paling mengerti tentang man\u00e2sik haji. Thawus bin Kaisan yang sempat bertemu dengan sejumlah sahabat dan meriwayatkan hadis dari mereka juga terkenal sebagai murid utama Ibnu \u2018Abbas, pimpinan para tabi\u2019in, ahli fiqih dan mufti Mekah.[3]<\/p>\n<p>Pengajaran fiqih Mekah ini terus ditransformasikan dari generasi ke generasi, sampai pada masanya Sufyan bin \u2018Uyainah bin Abu \u2018Imran Maimun al-Hilali (w. 198 H.), Muslim bin Khalid az-Zanji (w. 180 H.), dan Sa\u2019id bin Salim al-Qaddah, serta mereka adalah guru fiqihnya Imam Syafi\u2019i sewaktu di Mekah. Imam Syafi\u2019i juga belajar fiqih kepada Dawud bin Abdurrahman al-\u2018Aththar (w. 174 H.). Abdul Majid bin Abdul \u2018Aziz bin Abu Rawad yang nama kunyahnya adalah Abu Abdul Hamid. Ia termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadis lemah dan menganut paham Murji\u2019ah.[4]<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>[1] Prof. Ahmad Amin, Fajr al-Isl\u00e2m, Op. Cit., halaman 173.<\/li>\n<li>[2] Ibnu Sa\u2019d, ath-Thabaq\u00e2t al-Kubr\u00e2, Op. Cit., II\/347-348; Prof. Ahmad Amin, Fajr al-Isl\u00e2m, Op. Cit., halaman 173-174; dan Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani, al-Ish\u00e2bah f\u00ee Tamy\u00eez ash-Shah\u00e2bah, Op. Cit., II\/327.<\/li>\n<li>[3] Ibnu al-Qayyim, A\u2019l\u00e2m al-Muwaqqi\u2019\u00een, Op. Cit., I\/234; Prof. Ahmad Amin, Fajr al-Isl\u00e2m, Op. Cit., halaman 174; dan Ibnu Sa\u2019d, ath-Thabaq\u00e2t al-Kubr\u00e2, Op. Cit., V\/466-467.<\/li>\n<li>[4] Prof. Ahmad Amin, Fajr al-Isl\u00e2m, Op. Cit., halaman 174; Ibnu al-Qayyim, A\u2019l\u00e2m al-Muwaqqi\u2019\u00een, I\/24; dan Ibnu Sa\u2019d, ath-Thabaq\u00e2t al-Kubr\u00e2, Op. Cit., V\/497-500.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aliran fiqih Mekah dikembangkan oleh dua tokoh terkenal dari kalangan sahabat, yaitu: Mu\u2019adz bin Jabal dan Abdullah bin \u2018Abbas. Rasulullah Saw. pernah mendelegasikan Mu\u2019adz bin Jabal untuk mengajarkan agama (fiqih) kepada penduduk Mekah setelah \u201cPenaklukan Kota Mekah.\u201d Ia juga ditugaskan untuk mengajarkan mereka tentang hukum halal-haram dan al-Qur\u2019an. Ia tergolong sebagai sahabat muda Anshar (pribumi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[177],"tags":[],"class_list":["post-42","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-fiqih-mekah"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}