{"id":174,"date":"2025-03-28T01:02:51","date_gmt":"2025-03-28T01:02:51","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/debat-kedua-antara-syafii-dan-muhamad-bin-al-hasan\/"},"modified":"2025-03-28T01:02:51","modified_gmt":"2025-03-28T01:02:51","slug":"debat-kedua-antara-syafii-dan-muhamad-bin-al-hasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/debat-kedua-antara-syafii-dan-muhamad-bin-al-hasan\/","title":{"rendered":"Debat Kedua antara Syafi\u2019i dan Muhamad bin al-Hasan"},"content":{"rendered":"<p><strong>2)\u00a0 Debat Kedua antara Syfi\u2019i dan Muhamad bin al-Hasan<\/strong><\/p>\n<p>Abu Hatim ar-Razi berkata, Abu al-Hasan menceritakan kepada kami, Abu Muhamad menceritakan kepada kami, ia berkata, ayahku menceritakan kepadaku, Muhamad bin Abdullah bin al-Hakam menceritakan kepada kami, Syafi\u2019i menceritakan kepada kami. Syafi\u2019i berkata, \u201cSaya menyebutkan kepada Muhamad bin al-Hasan mengenai doa dalam salat. Maka, ia berkata kepadaku, \u2018Seseorang tidak boleh memanjatkan doa dalam salatnya, kecuali doa yang redaksinya berasal dari al-Qur\u2019an atau yang redaksinya mirip dengan redaksi al-Qur\u2019an.\u2019 [1] Lalu saya (Syafi\u2019i) bertanya kepadanya, \u2018Bolehkah seseorang membaca doa seperti ini \u2018Ya Allah berikanlah aku makan berupa buah mentimun, bawang merah, dan bawang putih,\u2019 atau\u00a0 \u2018Berikanlah aku rizki berupa makanan-makanan tersebut,\u2019 atau \u2018Keluarkanlah dia dari bumiku.?\u2019 \u2018Tidak,\u2019 jawab Muhamad. Saya menyangkal, \u2018Bukankah doa seperti itu ada dalam al-Qur\u2019an? Jika orang yang salat hanya boleh berdoa dengan doa yang terdapat dalam al-Qur\u2019an, maka redaksi doa di atas ada dalam al-Qur\u2019an. Tetapi jika kamu melarang doa yang bukan dari al-Qur\u2019an, kenapa kamu melarang doa tertentu dan membolehkan doa tertentu?\u2019 Muhamad balik tanya, \u2018Bagaimana menurut pendapat kamu sendiri?\u2019[2] Saya jawab, \u2018Setiap redaksi doa yang diperbolehkan untuk dibaca selain pada waktu salat, maka doa tersebut boleh dibaca saat salat, bahkan disunahkan. Karena salat adalah media yang mempercepat dikabulkannya doa seseorang. Di samping itu, salat sendiri berarti bacaan dan doa. Dalam salat, seseorang tidak boleh berkata-kata, seperti perkataan yang biasa diucapkan selain pada waktu salat.\u2019\u201d[3]<\/p>\n<hr \/>\n<p>[1] Mungkin yang dimaksud dengan doa yang redaksinya mirip dengan al-Qur\u2019an adalah doa yang susunan kalimatnya seperti susunan kalimat doa yang terdapat dalam al-Qur\u2019an, seperti doa qunut misalnya. Dalam kitab Syarh al-\u2018In\u00e2yah \u2018ala al-Hid\u00e2yah karya imam Akmaluddin Muhamad bin Mahmud al-Babarati yang wafat pada tahun 786 H. disebutkan, \u201cPembacaan doa qunut sebaiknya dilakukan secara samara-samar, baik pembacanya imam maupun makmum, dan baik salat berjamaah maupun salat sendirian, karena qunut termasuk kategori doa dan sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan secara samara-samar. Menurut sebagian ulama lainnya, doa qunut sebaiknya dibaca dengan keras, karena doa qunut mirip dengan al-Qur\u2019an. Hanya saja para sahabat masih berbeda pendapat, apakah redaksi doa \u201c\u0627\u0644\u0644\u0647\u0645 \u0625\u0646\u0627\u0646\u0633\u062a\u0639\u064a\u0630\u0643 (Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu),\u201d termasuk kategori ayat al-Qur\u2019an atau bukan. Lihat, H\u00e2misy Syarh Fath al-Qad\u00eer, I\/312.<br \/>\n[2] Ar-Razi, Op. Cit., halaman 102. Dalam kitab ini disebutkan tambahan redaksi, \u201cSetelah mendengar jawaban Syafi\u2019i di atas, Muhamad bin al-Hasan diam seribu bahasa dan tidak mempertanyakan kembali jawaban Syafi\u2019i.\u201d<br \/>\n[3] Abu Hatim ar-Razi, \u00c2d\u00e2b asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee wa Man\u00e2qibuhu, Op. Cit., halaman 163-164.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>2)\u00a0 Debat Kedua antara Syfi\u2019i dan Muhamad bin al-Hasan Abu Hatim ar-Razi berkata, Abu al-Hasan menceritakan kepada kami, Abu Muhamad menceritakan kepada kami, ia berkata, ayahku menceritakan kepadaku, Muhamad bin Abdullah bin al-Hakam menceritakan kepada kami, Syafi\u2019i menceritakan kepada kami. Syafi\u2019i berkata, \u201cSaya menyebutkan kepada Muhamad bin al-Hasan mengenai doa dalam salat. Maka, ia berkata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[79],"tags":[],"class_list":["post-174","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-debat-kedua-antara-syafii-dan-muhamad-bin-al-hasan"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/174\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}