{"id":166,"date":"2025-03-27T18:41:38","date_gmt":"2025-03-27T18:41:38","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/al-quran\/"},"modified":"2025-03-27T18:41:38","modified_gmt":"2025-03-27T18:41:38","slug":"al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/al-quran\/","title":{"rendered":"Al-Qur\u2019an"},"content":{"rendered":"<p><strong>b). al-Qur\u2019an<\/strong><\/p>\n<p>Abu Syu\u2019aib al-Mishri berkata, saya mendengar Syafi\u2019i mengatakan bahwa Kalam Allah itu bukan makhluk. Diriwayatkan dari ar-Rabi\u2019, Hafsh al-Fara berkata kepada Syafi\u2019i bahwa al-Qur\u2019an itu makhluk. Maka Syafi\u2019i berkata, kamu telah kafir kepada Allah.[1] Diriwayatkan dari Syafi\u2019i, ia berkata, \u201cSaya sering menentang Ibrahim bin \u2018Aliyyah, hingga dalam masalah mengucapkan la ilaha illallah. Saya mengatakan \u2018la ilaha illallah alladz\u00ee kallama M\u00fbsa min war\u00e2\u2019i hij\u00e2b (tidak ada tuhan selain Allah yang telah bercakap-cakap dengan Musa dari belakang tabir).\u2019 Sedangkan Ibrahim bin \u2018Aliyyah mengatakan \u2018la ilaha illallah alladz\u00ee khalaqa kal\u00e2man sami\u2019ahu M\u00fbsa min war\u00e2\u2019i hij\u00e2b (idak ada tuhan selain Allah yang telah menciptakan kalam yang didengar oleh Musa dari belakang tabir).\u201d[2]<\/p>\n<p>Imam al-Baihaqi merekam percakapan antara Syafi\u2019i dengan orang Kufah dari riwayat Muhamad az-Zubairi. Berikut petikannya:<\/p>\n<p>Orang Kufah: \u201cApakah al-Qur\u2019an itu kh\u00e2liq (pencipta)?\u201d<\/p>\n<p>Syafi\u2019i: \u201cBukan.\u201d<\/p>\n<p>Orang Kufah: \u201cKalau begitu apakah al-Qur\u2019an itu makhluk?\u201d<\/p>\n<p>Syafi\u2019i: \u201cBukan juga.\u201d<\/p>\n<p>Orang Kufah: \u201cBerarti al-Qur\u2019an itu bukan makhluk.\u201d<\/p>\n<p>Syafi\u2019i: \u201cYa.\u201d<\/p>\n<p>Orang Kufah: \u201cApa dalilnya kalau al-Qur\u2019an itu bukan makhluk?\u201d<\/p>\n<p>Syafi\u2019i: \u201cBukankah anda tahu kalau al-Qur\u2019an itu kalamullah?\u201d<\/p>\n<p>Orang Kufah: \u201cYa.\u201d<\/p>\n<p>Syafi\u2019i: \u201cPerhatikan firman Allah ini, \u2018Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah,\u2019[3] \u2018Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.\u2019[4] Bukankah Allah itu ada dan kalam-Nya juga ada? Ataukah Allah itu ada, sementara kalam-Nya tidak ada?\u201d<\/p>\n<p>Orang Kufah: \u201cYa, Allah itu ada dan kalam-Nya juga ada.\u201d<\/p>\n<p>Syafi\u2019i: \u201cHai orang Kufah, sungguh anda telah mempertanyakan masalah besar kepadaku. Jika anda berpikiran, al-Qur\u2019an itu makhluk, maka dari manakah asal kalam itu? Apakah kalam itu Allah sendiri, bukan Allah, Zat Allah, atau sesuatu yang selain Allah?\u201d<\/p>\n<p>Akhirnya, orang Kufah itu terdiam dan meninggalkan Syafi\u2019i.[5] Yunus bin Abdul A\u2019la\u2019 berkata, saya mendengar Syafi\u2019i berkata, \u201cJika kamu mendengar seseorang mengatakan bahwa nama itu tidak sama dengan pemilik namanya, maka saksikanlah bahwa orang itu zindiq.\u201d[6]<\/p>\n<hr \/>\n<p>[1] Ar-Razi, Op. Cit., halaman 40-41. Kata al-Fara (\u0627\u0644\u0641\u0631\u0627) ditulis dengan Alif, mungkin yang benar adalah Hafsh al-Fard (\u062d\u0641\u0635 \u0627\u0644\u0641\u0631\u062f) dengan Dal, sebagaimana disebutkan dalam kitab \u00c2d\u00e2b asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee wa Man\u00e2qibuhu, karya Imam Abu Hatim ar-Razi, halaman 194.<br \/>\n[2] Ibid., halaman 41.<br \/>\n[3] QS. at-Taubah (9) : 129.<br \/>\n[4] QS. an-Nis\u00e2\u2019 (4) : 176.<br \/>\n[5] Al-Baihaqi, Man\u00e2qib al-Im\u00e2m asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee, halaman 63.<br \/>\n[6] Ibid., halaman 62.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>b). al-Qur\u2019an Abu Syu\u2019aib al-Mishri berkata, saya mendengar Syafi\u2019i mengatakan bahwa Kalam Allah itu bukan makhluk. Diriwayatkan dari ar-Rabi\u2019, Hafsh al-Fara berkata kepada Syafi\u2019i bahwa al-Qur\u2019an itu makhluk. Maka Syafi\u2019i berkata, kamu telah kafir kepada Allah.[1] Diriwayatkan dari Syafi\u2019i, ia berkata, \u201cSaya sering menentang Ibrahim bin \u2018Aliyyah, hingga dalam masalah mengucapkan la ilaha illallah. Saya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[68],"tags":[],"class_list":["post-166","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-al-quran"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/166\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}