{"id":154,"date":"2025-03-27T17:56:03","date_gmt":"2025-03-27T17:56:03","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/ishmah\/"},"modified":"2025-03-27T17:56:03","modified_gmt":"2025-03-27T17:56:03","slug":"ishmah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/ishmah\/","title":{"rendered":"\u2018Ishmah"},"content":{"rendered":"<p><strong>b. \u2018Ishmah<\/strong><\/p>\n<p>Syi\u2019ah berpendapat, para imam mereka itu seperti para nabi yang setiap langkah hidupnya dijaga oleh Allah Swt. Mereka meyakini, para imam tidak pernah melakukan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil; dan tidak pernah melakukan kekeliruan atau kealpaan.[1]<\/p>\n<p>Mahmud Jawwad mengatakan, \u201cSyarat bagi hakim yang berhak menguasai urusan dunia dan akhirat adalah hendaknya ia terjaga (ma\u2019sh\u00fbm) dari kesalahan dan kekeliruan dalam ilmu dan amalnya; atau orang yang mendapat restu dari imam yang ma\u2019sh\u00fbm, karena\u00a0 orang tersebut dianggap ilmunya mendalam dan akhlaknya baik. Jika kriteria-kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka ia tidak berhak memutuskan hukum atas nama Allah dan agama.[2]<\/p>\n<hr \/>\n<p>[1] Konsep \u2018ishmah mendapatkan kecaman dan kritikan pedas dari rival-rival Syi\u2019ah. Ada beberapa pendapat ulama yang secara tegas membantah konsep ini, yaitu:<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemikiran \u2018ishmah sangat melenceng jauh dari ajaran Islam dan menyalahi tabi\u2019at manusia. Allah Swt. telah berfirman, \u201cSesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan,\u201d (QS. Yusuf [12] : 111). Dengan demikian, manusia bahkan para nabi sekalipun, selalu dihadapkan pada kemungkinan berbuat kesalahan, meskipun mereka tidak mengakuinya. Rasulullah Saw. adalah orang yang selalu memperbanyak istighf\u00e2r (mohon ampun), bukan karena dosa atau kesalahan yang telah dilakukannya, tetapi karena kelalaian yang tanpa disengaja. Mayoritas ulama Ahli Sunnah wal Jama\u2019ah berpendapat, seorang nabi tidak mungkin melakukan suatu perbuatan dosa secara sengaja, baik dosa besar maupun dosa kecil. Lihat, Profesor Ahmad Amin, Dhuha al-Isl\u00e2m, Op. Cit., III\/228-229.<\/p>\n<p>2.\u00a0\u00a0\u00a0 Konsep \u2018ishmah adalah pemikiran yang menyesatkan dan tipuan yang memperdayakan yang sengaja direkayasa oleh para imam agar para pengikutnya mentaatinya secara bulat-bulat. Sehingga para pengikutnya mau mengikuti segala keinginan mereka dan setiap perkataan yang mereka ucapkan diterima bulat-bulat tanpa dipikirkan lebih dulu. Bahkan sekedar mempertanyakan maksud perkataan imam sudah dianggap sebagai perbuatan dosa. Karena para imam benar-benar dianggap ma\u2019sh\u00fbm yang harus ditaati sepenuh hati, meskipun perintah atau perkataannya bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam dan etika umum. Bahkan mereka mau melakukan tindakan bodoh dengan mengkultuskan \u2018Ali, padahal \u2018Ali tidak pernah memerintahkannya. Tindakan mereka yang seperti ini sungguh mirip dengan orang-orang Nashrani yang mengatakan, \u201cSesungguhnya Allah itu yang ketiga dari tiga tuhan.\u201d Maha suci Allah atas segala yang mereka sifatkan.<\/p>\n<p>3.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemikiran \u2018ishmah menyebabkan sebagian orang Syi\u2019ah berpendapat bahwa para imam adalah mediator antara Allah dan manusia. Mereka juga meyakini bahwa akidah seperti ini bisa menghapuskan kesalahan dan mengangkat derajat. Diriwayatkan dari Ibnu Babuwiyah al-Qum\u2019i, dari al-Fadhl bin \u2018Amr. Ia berkata, saya bertanya kepada Abu Abdullah, \u201cKenapa \u2018Ali menjadi penyebab orang masuk sorga atau masuk neraka?\u201d Ia menjawab, \u201cKarena kecintaan kepada \u2018Ali adalah keimanan dan kebencian kepadanya adalah kekafiran. Sementara sorga itu diciptakan untuk orang yang beriman dan neraka diperuntukkan bagi orang kafir. Itulah maksud \u2018Ali sebagai penyebab orang masuk sorga atau masuk neraka. Hanya orang yang mencintainya yang akan masuk sorga dan hanya orang yang membencinya yang akan masuk neraka. Lihat, Profesor Ahmad Amin, Dhuha al-Isl\u00e2m, Op. Cit., III\/234.<\/p>\n<p>4.\u00a0\u00a0\u00a0 Pemikiran \u2018ishmah dapat menyebabkan stagnasi serta mengekang kebebasan berpikir dan berpendapat. Ini adalah sistem diktator yang tidak sejalan dengan tuntunan ajaran Islam yang bersifat demokratis. Allah Swt. berfirman, \u201cDan bantahlah mereka dengan cara yang baik,\u201d (QS. An-Nahl [16] : 125); dan firman-Nya, \u201cSedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka,\u201d (QS. Asy-Syura\u2019 [42]\u00a0 : 53).<br \/>\n[2] Mahmud Jawwad, Op. Cit., halaman 9.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>b. \u2018Ishmah Syi\u2019ah berpendapat, para imam mereka itu seperti para nabi yang setiap langkah hidupnya dijaga oleh Allah Swt. Mereka meyakini, para imam tidak pernah melakukan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil; dan tidak pernah melakukan kekeliruan atau kealpaan.[1] Mahmud Jawwad mengatakan, \u201cSyarat bagi hakim yang berhak menguasai urusan dunia dan akhirat adalah hendaknya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-154","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ishmah"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=154"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/154\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}