{"id":116,"date":"2025-03-27T07:36:10","date_gmt":"2025-03-27T07:36:10","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/syafii-sebagai-sasterawan-dan-penyair\/"},"modified":"2025-03-27T07:36:10","modified_gmt":"2025-03-27T07:36:10","slug":"syafii-sebagai-sasterawan-dan-penyair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/syafii-sebagai-sasterawan-dan-penyair\/","title":{"rendered":"Syafi\u2019i sebagai Sasterawan dan Penyair"},"content":{"rendered":"<p>Syafi\u2019i sebagai Sasterawan dan Penyair<\/p>\n<p>Kemampuan Imam Syafi\u2019i dalam bidang bahasa, sastera, dan syair benar-benar diakui oleh para pakar bahasa dan sasterawan ulung. Sebagaimana diakuinya kehebatan Syafi\u2019i\u00a0 di bidang fiqih, hadis, dan ushul fiqih.<\/p>\n<p>Dalam kitab al-Majm\u00fb\u2019 Syarah al-Muhadzdzab,[1] Imam an-Nawawi mengatakan, \u201cSyafi\u2019i itu pakar di bidang bahasa Arab dan ilmu nahwu. Ia belajar bahasa Arab selama 20 tahun, lengkap dengan ilmu balaghah (sastera) dan fushha (bahasa Arab fasih). Padahal ia sendiri adalah orang Arab, tinggal di Arab, dan bergaul dengan orang Arab.\u201d<\/p>\n<p>Imam Ahmad bin Hanbal berkomentar, \u201cSyafi\u2019i adalah filosof yang menguasai empat disiplin ilmu: bahasa, psikologi, ilmu ma\u2019\u00e2n\u00ee,\u00a0 dan fiqih.\u201d[2] Lebih lanjut Imam Ahmad menuturkan, \u201cSyafi\u2019i itu orang yang sangat fasih, sehingga Imam Malik mengagumi kefasihan bacaannya.\u201d[3] Ahmad bin Abu Suraij berkata, \u201cAku belum pernah melihat orang yang berbicara sefasih dan selancar Syafi\u2019i.\u201d[4]<\/p>\n<p>Al-Ashmu\u2019i berkata, \u201cAku membacakan kompilasi syair sasterawan Hudzail dan Syanfari kepada seorang pemuda Quraisy yang bernama Muhamad bin Idris asy-Syafi\u2019i.\u201d[5] Al-Jahizh berkata, \u201cSaya telah menelaah karya-karya sastrawan kondang yang ilmunya selalu up to date\u00b8tapi tetap saja yang terbaik adalah karya Bani al-Muthallibi. Lidah mereka seperti untaian mutiara, karena keindahan karya sasteranya.\u201d[6]<\/p>\n<p>Selanjutnya Imam Fakhrur Razi menambahkan, \u201cSalah satu bukti yang menunjukkan kemampuan bahasa Imam Syafi\u2019i adalah pengakuan dari Imam Abu Manshur al-Azhari. Ia sendiri adalah ulama besar di bidang bahasa Arab dan mengakui kesempurnaan Imam Syafi\u2019i dalam menguasai bahasa. Ia menulis syarah (kitab penjelas) terhadap karya Imam Syafi\u2019i yang berjudul Musykil\u00e2t Alf\u00e2zh. Pada kata pengantar kitab tersebut dituliskan pujian dan sanjungan yang luar biasa kepada Imam Syafi\u2019i.\u00a0 Ahli sastera lainnya yang mengakui kehebatan Imam Syafi\u2019i di bidang bahasa adalah Abu Sulaiman al-Khaththabi. Ia adalah orang yang sangat mumpuni ilmunya di bidang bahasa dan ilmu Hadis. Tetapi ia malah mendakwahkan dirinya sebagai pengikut Imam Syafi\u2019i dan mengakui kehebatan Imam Syafi\u2019i di bidang bahasa Arab. Bahkan seorang sasterawan besar Khurasan yang bernama Abu al-Husain \u2018Ali bin Abu al-Qasim \u2013penulis kitab Mukhtashar al-\u2018Ayn\u00ee- yang kedalaman ilmu bahasa dan nahwunya dikagumi oleh semua penduduk Khurasan, sempat menuliskan syair-syair yang berisi sanjungan kepada Imam Syafi\u2019i. Berikut untain syair tersebut:<\/p>\n<p>\u201cSaya belajar agama dari suku Quraisy, Bani Hasyim tepatnya # Dinding rumahnya bersebelahan dengan dinding Ka\u2019bah dan air zamzam<\/p>\n<p>Saya bahagia memeluk agama Bani Hasyim yang dibawa oleh Muhamad Saw. # Kuikat agamaku dengan tali yang tak akan putus<\/p>\n<p>Saya menjalankan agama berpedoman dengan madzhab Syafi\u2019i # Kupasrahkan diriku kepada ar-Rahman untuk menghadapi orang yang mengingkarinya.\u201d<\/p>\n<p>Ahli sastera lainnya yang juga mengakui kehebatan Imam Syafi\u2019i dan menuliskan biografinya adalah Abu Abdullah Ibrahim bin Muhamad bin \u2018Arafah al-Azdi. Ia menulis sebuah buku terkenal yang berjudul Man\u00e2qib asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee dan di dalam buku tersebut banyak dikutip perkataan-perkataan Imam Syafi\u2019i yang bernilai sastera tinggi. [7] Sementara itu, Majelis Imam Syafi\u2019i seringkali dikunjungi oleh para pakar bahasa dan sasterawan.\u00a0 Berkaitan dengan hal ini, Imam al-Karabisi berkata, \u201cSaya sama sekali belum pernah melihat sebuah majelis yang banyak dihadiri oleh orang-orang besar, kecuali Majelis Imam Syafi\u2019i. Di majelis itu hadir ahli hadis, ahli fiqih, ahli syair, dan pakar bahasa. Mereka semua menimba ilmu dari majelis tersebut.\u201d<\/p>\n<p>Selanjutnya Prof. Abdul Halim al-Jundi menjelaskan mengenai gaya bahasa yang sering digunakan oleh Imam Syafi\u2019i. Menurutnya, ada tiga ciri utama karya Imam Syafi\u2019i, yaitu: (1) bahasanya fasih (2) kata-katanya ringkas dan (3) menyentuh perasaan pembacanya. Demikian pernyataannya yang dituangkan dalam buku al-Im\u00e2m asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee.[8]<\/p>\n<p>(1) Bahasanya Fasih; artinya kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang tepat dan benar, serta mudah dipahami. Gambaran kefasihannya seperti cahaya terang yang menyinari wajah orang-orang yang pulang dari padang pasir. Pilihan katan-kata tepat itu berasal dari hasil interaksi Imam Syafi\u2019i dengan Kabilah terfasih yang tinggal di pedalaman Arab. Karena itu, karya-karyanya banyak dibaca orang dan terus dibaca, sebagaimana orang merutinkan bacaan al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p>(2) Kata-katanya ringkas; maksudnya, suatu karya yang menggunakan bahasa yang ringkas, namun padat makna menunjukkan kehebatan penulisnya di bidang ilmu balaghah (sastera Arab). Karena ciri utama karya yang bernilai sastera tinggi, baik prosa maupun puisi adalah ringkas bahasanya.<\/p>\n<p>(3) Menyentuh perasaan pembacanya; Ada beberapa faktor yang membuat karya-karya Imam Syafi\u2019i menyentuh perasaan pembacanya, di antaranya: bakat dirinya sebagai motivator ulung, kelihain menguntai retorika yang indah, keberhasilannya menelaah syair-syair Jahiliyah, faktor berikutnya berupa kemampuan mengikuti perkembangan sastra, bakat seni yang melekat dalam dirinya hingga mampu merangkai kata-kata indah bagaikan mutiara, kepandaiannya memilih diksi yang tepat, dan gaya penulisan sistematis yang mempunyai kesinambungan antara satu kata dan lainnya. Tiap kata yang dipilih tampak kesempuraan dan keindahan bahasanya, serta maknanya jelas. Pilihan katanya benar-benar tepat, serasi dan bermakna. Keindahan rangkaian kata-katanya seperti kilauan mutiara yang tidak menyilaukan dan tidak juga buram. Keserasian antara satu kata dan lainnya seperti alunan musik yang serasi. Sementara keteraturan antara satu kalimat dan kalimat lainnya memancarkan nilai sastera yang tinggi. Jika diumpamakan, ibarat seekor kuda poni yang terbang di angkasa. Kuda itu tampak indah dan mempesona, serta gemulai gerakannya. Demikian perumpamaan tentang indahnya kata-kata yang ditulis Imam Syafi\u2019i dalam karya-karyanya.<\/p>\n<p>Jika anda menemukan satu bait qashidah, maka dalam kata-kata Imam Syafi\u2019i satu bait itu cukup diungkapkan dengan satu kalimat saja, atau bahkan satu kata. Hal itu dikarenakan oleh kepandaian Imam Syafi\u2019i dalam memilih kata yang tepat dan mengungkapkannya secara ringkas.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, jangan heran kalau bahasa Imam Syafi\u2019i mudah diucapkan, enak didengar, dan membuat pendengarnya terlena. Struktur bahasanya seperti rangkaian nada baku yang rapi, sehingga ketika diucapkan memiliki daya tarik dan menyentuh pendengarnya. Ketika tulisan-tulisan Imam Syafi\u2019i dibaca, pembacanya seperti sedang berdialog langsung dengan penulisnya. Kata-katanya begitu indah dan mengalir, membuat pembaca tidak pernah jemu dan ingin terus membacanya. Seperti itulah hasil karya dari orang yang menguasai ilmu sastera secara mendalam, sekaligus memahami psikologi manusia. Karena itu, mata, mulut, dan telinga pembaca dapat merasakan kenikmatan tersendiri dari bacaan tersebut. Membaca karya-karya Imam Syafi\u2019i sama seperti berinteraksi langsung dengan penulisnya; atau seperti mengikuti pengajian-pengajian di madrasahnya Abu Hanifah, akademinya Plato atau tempat kursusnya Aristoteles.<\/p>\n<p>Imam Syafi\u2019i sering membaca syair, hingga di pembaringan saat detik-detik kematian akan menjemputnya. Mengenai hal ini, Imam al-Muzani bercerita, \u201cSaya menjenguk Imam Syafi\u2019i di saat sakit keras. Lalu saya bertanya kepadanya, \u2018Bagaimana keadanmu pagi ini, wahai ustadz?\u2019 Ia menjawab, \u2018Pagi ini saya akan meninggalkan dunia dan berpisah dengan saudara-saudaraku. Saya mohon maaf atas kekeliruanku selama ini. Karena saya akan menghadap Allah dan berharap dapat meneguk secangkir air sorga. Demi Allah, saya tidak tahu apakah ruhku akan terbang ke sorga dan berbahagia ataukah mampir ke neraka dan bersedih karenanya.\u2019\u201d Kemudian ia mendendangkan syai-syair di bawah ini:[9]<\/p>\n<p>\u201cHanya kepada-Mu, wahai Tuhan seganap makhluk, kugantungkan harapan # Meski aku sadar, diri ini berlumur dosa, wahai Dzat Pemberi Anugerah<\/p>\n<p>Ketika hatiku membatu dan jalanku buntu # agar selamat, kuberharap ampunan-Mu<\/p>\n<p>Dosa-dosaku memang besar, tapi jika disbanding dengan ampunan-Mu # Maka jauh lebih besar ampunan-Mu<\/p>\n<p>Engkau tak pernah bosan mengampuni dosa # Engkau selalu bersifat mulia dan memaafkan orang yang berdosa<\/p>\n<p>Andai bukan karena-Mu, Iblis tidak akan sanggup menggoda ahli\u00a0 ibadah # Betapa tidak, Adam saja sempat dijerumuskan olehnya<\/p>\n<p>Andai Engkau mengampuniku, Engkau pun akan mengampuni pendurhaka # yang zhalim dan kejam, yang terus berkutat dalam dosa<\/p>\n<p>Namun jika Engkau menyiksaku, maka aku tidak akan pupus harapan # karena dosaku, dalam Jahanam aku pantas dijebolskan<\/p>\n<p>Dari dulu sampai kini, dosaku memang besar # tapi ampunan-Mu, wahai Dzat Pemaaf, adalah lebih besar.\u201d<\/p>\n<hr \/>\n<p>[1] An-Nawawi, al-Majm\u00fb\u2019 Syarah al-Muhadzdzab, (T.tp. : al-\u2018Ashimah, t.th.), I\/18.<br \/>\n[2] Ar-Razi, Op. Cit., halaman 89.<br \/>\n[3] Abu Hatim ar-Razi, Op. Cit., halaman 136.<br \/>\n[4] Ibid., halaman 137.<br \/>\n[5] Ar-Razi, Op. Cit., halaman 87.<br \/>\n[6] Ibid.<br \/>\n[7] Ibid. halaman 87-88.<br \/>\n[8]Prof. Abdul Halim al-Jundi, al-Im\u00e2m asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee, (T.tp. : Darul Kitab al-\u2018Arabi, 1967 M.), halaman 75, 76, dan 77.<br \/>\n[9] Ar-Razi, Op. Cit., halaman 113.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syafi\u2019i sebagai Sasterawan dan Penyair Kemampuan Imam Syafi\u2019i dalam bidang bahasa, sastera, dan syair benar-benar diakui oleh para pakar bahasa dan sasterawan ulung. Sebagaimana diakuinya kehebatan Syafi\u2019i\u00a0 di bidang fiqih, hadis, dan ushul fiqih. Dalam kitab al-Majm\u00fb\u2019 Syarah al-Muhadzdzab,[1] Imam an-Nawawi mengatakan, \u201cSyafi\u2019i itu pakar di bidang bahasa Arab dan ilmu nahwu. Ia belajar bahasa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-116","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-syafii-sebagai-sasterawan-dan-penyair"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=116"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/116\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=116"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=116"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=116"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}