{"id":110,"date":"2025-03-27T07:25:31","date_gmt":"2025-03-27T07:25:31","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/kelahiran-syafii\/"},"modified":"2025-03-27T07:27:05","modified_gmt":"2025-03-27T07:27:05","slug":"kelahiran-syafii","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/kelahiran-syafii\/","title":{"rendered":"Kelahiran Syafi\u2019i"},"content":{"rendered":"<p><strong>Kelahiran Syafi\u2019i<\/strong><\/p>\n<p>Para ahli riwayat sepakat, Imam Syafi\u2019i lahir pada tahun 150 H. bertepatan dengan wafatnya Imam Abu Hanifah. Pendapat ini dikukuhkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab Tahdz\u00eeb al-Asm\u00e2\u2019 wa al-Lugh\u00e2t.[1]<\/p>\n<p>Selanjutnya dalam kitab Mu\u2019jam al-Adibb\u00e2\u2019,[2] Yaqut menegaskan bahwa Imam Syafi\u2019i lahir di hari yang sama dengan hari wafatnya Abu Hanifah. Namun, mayoritas ulama tidak berpedoman dengan pendapat ini. Mengenai hari kelahiran Imam Syafi\u2019i, al-Baihaqi[3] menimpali pendapat tersebut, \u201cSaya hanya menemukan beberapa riwayat yang menentukan secara pasti mengenai kelahiran Imam Syafi\u2019i. Karena pendapat yang umum di kalangan ahli sejarah, hanya menentukan tahun kelahirannya saja.\u201d<\/p>\n<p>Selanjutnya Yaqut mengutip tiga pernyataan Imam Syafi\u2019i yang berkaitan dengan tempat kelahirannya. Pernyataan pertama, \u201cSaya lahir di Ghaza pada tahun 150 H. Kemudian saya dibawa ke Mekah pada usia dua tahun.\u201d Pernyataan kedua, \u201cSaya lahir di \u2018Asqalan. Jarak antara \u2018Asqalan dan Ghaza sekitar tiga Farsakh.[4] Keduanya berada di Palestina.\u201d Pernyataan ketiga, \u201cSaya lahir di Yaman, namun karena ibuku khawatir tidak dapat mengurusku dengan baik, maka saya diboyong ke Mekah.\u201d[5]<\/p>\n<p>Tampaknya pernyataan Ima Syafi\u2019i bersifat kontradiktif antara satu dan lainnya. Pernyataan pertama dan kedua dapat dikompromikan dengan mudah. Yakni, Imam Syafi\u2019i sebetunya dilahirkan di Ghaza. Namun kemudian hari, sang ibu membawanya ke \u2018Asqalan, dan keduanya berada di Palestina. Mungkin juga alasan sang bunda membawa anaknya ke \u2018Asqalan, karena \u2018Asqalan adalah Kota, sementara Ghaza itu hanya salah satu desa yang ada di situ.<\/p>\n<p>Dalam kitab Taw\u00e2l\u00ee at-Ta\u2019s\u00ees,[6] Imam Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani mengutip pendapat Ibnu Abu Hatim dalam kitab Man\u00e2qib asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee. Ibnu Abu Hatim berkata, saya mendengar ayahku berkata, saya mendengar \u2018Amr bin Siwar berkata, Syafi\u2019i berkata kepadaku, \u201cSaya lahir di \u2018Asqalan. Lalu ketika usiaku menginjak\u00a0 2 tahun, ibuku membawaku ke Mekah.\u201d Menurut Imam Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani, sanad riwayat ini shahih. Adapun rawi yang bernama \u2018Amr bin Siwar, ia adalah salah satu gurunya Imam Muslim; Abu Hatim Muhamad bin Idris ar-Razi dan anaknya termasuk kalangan penghafal hadis (al-H\u00e2fizh) yang terpercaya dan kredibel.<\/p>\n<p>Dengan demikian, sebenarnya tidak ada kontradikis antara pernyataan Imam Syafi\u2019i yang pertama dan kedua. Karena sejak dulu, sudah ada kota yang bernama \u2018Asqalan dan jaraknya dekat dengan Ghaza. Jadi, ketika Imam Syafi\u2019i menyatakan bahwa dirinya lahir di Ghaza, maka maksudnya adalah di desa itu. Sedangkan jika Imam Syafi\u2019i menyebutkan bahwa dirinya lahir di \u2018Asqalan, maka yang dimaksud adalah kotanya.<\/p>\n<p>Adapun pernyataan Imam Syafi\u2019i yang ketiga, maka banyak para ulama yang memberikan interpretasi terhadap pernyataan ini. Sebagian ulama berpendapat, maksud pernyataan Imam Syafi\u2019i \u201cSaya lahir di Yaman\u201d adalah bahwa mayoritas penduduk Ghaza dan \u2018Asqalan berasal dari Kabilah Yaman.\u00a0 Yaqut berkomentar, \u201cIni adalah interpretasi yang tepat, jika didukung dengan riwayat yang kuat.\u201d[7] Sedangkan menurut Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani yang mengutip pendapatnya Syamsud Din adz-Dzahabi, \u201cItu adalah interpretasi yang keliru, karena Syafi\u2019i tidak menyatakan Kabilah Yaman, tetapi mengatakan bahwa saya lahir di Yaman.\u201d[8]<\/p>\n<p>Mengingat interpretasi pernyataan Imam Syafi\u2019i yang ketiga kurang tepat dan riwayatnya tidak shahih, maka saya berpendapat bahwa pernyataan yang ketiga tidak bisa dijadikan sebagai argumen untuk meruntuhkan pernyataan Imam Syafi\u2019i yang pertama dan kedua, yang menegaskan bahwa ia lahir di Palestina. Hal ini dikuatkan dengan bukti bahwa target hijrah Bani Hasyim dan Bani al-Muthallib adalah Ghaza. Bahkan disebutkan, Hasyim \u2013saudara al-Muthalllib- meninggal dan dikebumikan di Ghaza. Atas dasar itulah, Prof. Muhamad Husain Haikal[9] menuturkan, \u201cHasyim meninggal di Ghaza setelah dua tahun melakukan perjalanan di musim panas. Lalu semua tugas dan tanggung jawabnya dipikul oleh saudaranya, al-Muthallib.\u201d<\/p>\n<hr \/>\n<p>[1] An-Nawawi,\u00a0 Tahdz\u00eeb al-Asm\u00e2\u2019 wa al-Lugh\u00e2t, (T.tp. : al-Munirah, t.th.), I\/45.<br \/>\n[2] Yaqut, Mu\u2019jam al-Adibb\u00e2\u2019, XVII\/284; Ar-Razi, Man\u00e2qib al-Im\u00e2m asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee, Op. Cit., halaman 8.<br \/>\n[3] Berikut redaksi riwayat al-Baihaqi; Abu al-Hasan berkata, diceritakan kepada kami dari ar-Rabi\u2019 bin Sulaiman, ia berkata, \u201cImam Syafi\u2019i lahir di hari wafatnya Abu Hanifah.\u201d Kemudian al-Baihaqi meriwayatkan sebuah riwayat dari az-Zubair al-Hamadani, dari \u2018Ali bin Muhamad bin \u2018Isa, dari ar-Rabi\u2019, Imam Ahmad bin Hanbal berkata, \u201cSaya tidak menemukan adanya riwayat yang menegaskan secara pasti mengenai hari kelahiran Imam Syafi\u2019i. Karena pendapat yang umum hanya memastikan tahun kelahirannya saja. Demikian menurut pendapat para ahli sejarah.\u201d Lihat al-Baihaqi, Man\u00e2qib al-Im\u00e2m asy-Sy\u00e2fi\u2019\u00ee, manuskrip, halaman 11.<br \/>\n[4] Jarak 1 farsakh sama dengan 8 Km atau 3 \u00bc\u00a0 mil (penerj.).<br \/>\n[5] Yaqut, Op. Cit., XVII\/282.<br \/>\n[6] Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani, Op. Cit., halaman 49.<br \/>\n[7] Yaqut, Loc. Cit.<br \/>\n[8] Ibnu Hajar al-\u2018Asqalani, Loc. Cit.<br \/>\n[9] Prof. Muhamad Husain Haikal, Loc. Cit.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelahiran Syafi\u2019i Para ahli riwayat sepakat, Imam Syafi\u2019i lahir pada tahun 150 H. bertepatan dengan wafatnya Imam Abu Hanifah. Pendapat ini dikukuhkan oleh Imam an-Nawawi dalam kitab Tahdz\u00eeb al-Asm\u00e2\u2019 wa al-Lugh\u00e2t.[1] Selanjutnya dalam kitab Mu\u2019jam al-Adibb\u00e2\u2019,[2] Yaqut menegaskan bahwa Imam Syafi\u2019i lahir di hari yang sama dengan hari wafatnya Abu Hanifah. Namun, mayoritas ulama tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-110","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kelahiran-syafii"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=110"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/110\/revisions\/111"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/ensiklopedia-imam-syafii\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}