Pendahuluan


Pendahuluan

Pada Bab Pertama telah dijelaskan bahwa Syafi’i lahir di akhir periode kekhilafahan al-Manshur al-‘Abbasi[1] tahun 150 H.  dan wafat di awal periode al-Ma’mun[2] tahun 204 H. Ini artinya, hidup Syafi’i hanya selama 54 tahun. Usia yang relatif pendek untuk  ukuran umat  Nabi Muhamad Saw. atau perjalanan sejarah syari’at. Namun demikian, fase ini merupakan masa-masa yang sangat membanggakan, karena munculnya fiqih baru dalam syari’at Islam yang paling berpengaruh. Banyak faktor yang mendukung terbentuknya fiqih baru itu, baik politik, budaya, sosial, pemikiran, keilmuwan, fiqih, maupun syari’at.

Era pada awal hidupnya Syafi’i merupakan masa yang sangat kondusif secara politis, jika dibandingkan dengan era sebelumnya –kecuali pada masa al-Amin dan al-Ma’mun-.[3] Banyak keberhasilan yang tercapai di era ini, seperti kesuksesan di bidang ekonomi, keunggulan ilmu pengetahuan dan pemikiran, serta kemajuan dalam peradaban Islam. Era ini juga merupakan masa-masa yang sangat produktif dan dinamis, yang diwarnai dengan etos kerja yang tinggi dalam berbagai lini kehidupan. Penerjemahan buku-buku dari bahasa Arab ke bahasa lain atau dari bahasa lain ke bahasa Arab sangat digalahkan, demikian pula upaya pengkodifikasian ilmu. Hingga akhirnya mampu membukukan berbagai macam disiplin ilmu, baik ilmu rasional maupun ilmu syariat. Kemajuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan fiqih tercapai berkat hubungan sinergis antara para khalifah, para ulama, dan para ahli fiqih. Berbagai macam aliran teologi dan madzhab fiqih berkembang pesat. Karena itu, sering terjadi perdebatan ilmiah antara para ulama dan ahli fiqih. Pada era itu telah muncul tiga madzhab fiqih yang mewarnai cakrawala dunia Islam. Madzhab-madzhab itu memiliki andil besar dalam  mengembangkan fiqih dan syari’at Islam yang menjadi pedoman kaum muslimin dalam menjalankan ajaran Islam sampai sekarang. Tiga madzhab fiqih itu adalah Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, dan Madzhab Syafi’i.


[1] Masa Kekhalifahan al-Manshur berlangsung tahun 136 H. – 158 H.
[2] Masa Kekhalifahan al-Ma’mun berlangsung tahun 198 H. – 218 H.
[3] Pada masa itu pernah terjadi peperangan antara pasukan Arab dan tentara Persia yang dimenangkan oleh kubu Persia, penerj.