4) Debat Keempat antara Syafi’i dan Muhamad bin al-Hasan
Imam Abu Hatim ar-Razi menceritakan tentang perdebatan yang terjadi antara Syafi’i dan Muhamad bin al-Hasan. Berikut petikan langsung dari perdebatan tersebut:
Syafi’i berkata : “Muhamad bin al-Hasan bertanya kepadaku, siapakah yang paling alim, imam Malik ataukah Abu Hanifah? Saya balik bertanya kepadanya, apakah kamu mau jawaban yang jujur?
Muhamad menjawab : “Ya, tentu saja.”
Syafi’i bertanya : “Sebelum menjawab pertanyaanmu, jawab dulu pertanyaanku. Siapakah yang paling mengerti tentang al-Qur’an, guru kami (Malik) ataukah guru kamu (Abu Hanifah)?”
Muhamad menjawab : “Guru kamu (Malik).”
Syafi’i bertanya : “Siapakah yang lebih mengerti terhadap sunah Rasulullah Saw., guru kami atau guru kamu?”
Muhamad menjawab : “Tentu saja guru kamu (Malik).”
Syafi’i bertanya : “Siapakah yang paling memahami perkataan-perkataan para sahabat Rasulullah Saw., guru kami atau guru kamu?
Muhamad menjawab : “Guru kamu (Malik).”
Syafi’i berkata : “Tinggal satu pertanyaan lagi, yaitu qiyâs Tetapi untuk bisa menerapkan qiyâs, harus paham betul tentang al-Qur’an, hadis, dan perkataan-perkataan para sahabat. Orang yang tidak mengerti ushûl, maka atas dasar apakah ia menerapkan qiyâs?.[1]
[1] Abu Hatim ar-Razi, Âdâb asy-Syâfi’î wa Manâqibuhu, Op. Cit., halaman 159-160.