Al-Hujjah


Kitab ini adalah karya lama Syafi’i yang berkenaan dengan pendapat fiqih klasiknya (madzhab qadîm). Kitab ini dipopulerkan oleh para sahabatnya yang berada di Baghdad dan yang paling terkenal di antara mereka adalah az-Za’farani dan al-Karabisi. Kitab ini termasuk kitab yang cukup tebal.

Imam al-Buwaithi mengutip perkataan Imam Syafi’i yang menyatakan, “Para ahli hadis berkumpul menemuiku. Mereka meminta agar saya megkritisi kitab Abu Hanifah. Saya katakan bahwa saya belum pernah meneliti kitabnya dengan seksama. Lalu saya pun melakukan penelitian yang intensif terhadap kitab-kitab mereka (para pengikut Abu Hanifah). Saya mengkaji kitab-kitab Muhamad bin al-Hasan selama setahun penuh, sampai-sampai menjadi hafal terhadap kitab-kitab tersebut. Kemudian di Baghdad, saya menuliskan hasil penelitian tersebut dalam sebuah kitab.” Al-Buwaithi menegaskan, kitab tersebut diberi judul al-Hujjah.[1] Menurut penulis kitab Kasyf azh-Zhunûn, kitab ini cukup tebal yang ditulis di Irak. Apabila dikatakan madzhab qadîm, maka yang dimaksud adalah kitab ini.

Dari pernyataan di atas tampak jelas bahwa madzhab qadîm Imam Syafi’i yang dikembangkan di Baghdad, pada awalnya dikonsentrasikan untuk mengkritisi madzhab rasional (madzhab Abu Hanifah). Pada waktu itu, sikap Imam Syafi’i lebih cenderung pada madzhab ahli hadis.

Imam al-Baihaqi berkata, “Kitâb al-Hujjah yang ditulis oleh Imam Syafi’i di Baghdad, dipopulerkan oleh az-Za’farani. Ia juga mempunyai kitab-kitab lainnya yang disebarkan oleh al-Husain bin ‘Ali al-Karabisi dan Abu Abdurrahman Ahmad bin Yahya asy-Syafi’i.[2]

Dalam kitab Kasyf azh-Zhunûn, disebutkan bahwa kitab al-Hujjah ini cukup tebal yang ditulis di Irak. Apabila dikatakan madzhab qadîm, maka yang dimaksud adalah kitab ini. Dalam kitab al-Muhimmât, Imam al-Asnawi menambahkan, semua fatwa lama Imam Syafi’i terekam dalam kitab ini.[3]


  • [1] Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Tawâlî at-Ta’sîs, Op. Cit., halaman 76.
  • [2] Ibid., halaman 78.
  • [3] Prof. Mushthafa Abdurraziq, Tamhîd li Târîkh al-Falsafah al-Islâmiyyah, Op. Cit., halaman 226.