Pembahasan ini akan menjelaskan seputar perkembangan fiqih Syafi’i. Ada dua pokok bahasan penting yang akan dibahas, yaitu: pendapat-pendapat Syafi’i sebelum tinggal di Mesir yang dikenal dengan istilah “Madzhab Lama (selanjutnya disebut Madzhab Qadîm),” dan pendapat-pendapatnya setelah menetap di Mesir yang populer dengan sebutan “Madzhab Baru (baca: Madzhab Jadîd).” Kemudian dijelaskan tentang aliran-aliran fiqih yang mempengaruhi fiqih Syafi’i dan perkembangannya. Lalu disusul dengan beberapa kajian pentingnya, antara lain: pertama, study komparatif antara Madzhab Qadîm dan Madzhab Jadîd, kontroversi antara keduanya terhadap beberapa masalah fiqih dan kekuatan dalil dari keduanya. Kedua, study analitis terhadap problematika fiqih yang mengunggulkan Madzhab Qadîm atas Madzhab Jadîd. Ketiga, study kritis terhadap sikap Syafi’i dan para pengikutnya terhadap Madzhab Qadîm, serta hukum mengamalkannya. Keempat, kajian tentang takhrîj, tarjîh, dan para mujtahid madzhab. Sebelum itu semua, ada baiknya dibahas terlebih dahulu mengenai makna fiqih dalam pengertian etimologis dan terninologis, serta keutaman fiqih dan para pengkaji fiqih.