Para sahabat adalah manusia biasa, namun memiliki kedudukan khusus karena persahabatan dan pergaulan mereka dengan Nabi Saw. Mereka adalah orang yang paling paham tentang sebab-sebab turunnya ayat (asbâb an-nuzûl), an-nâsik, dan al-mansûkh. Mereka juga sangat memahami makna-makna al-Qur’an dan hadis, karena mereka mendengar dan menyaksikan langsung perbuatan, perkataan, dan ketetapan Rasulullah Saw.
Persahabatan dengan Nabi Saw. membuat para sahabat menjadi orang-orang yang bermoralitas tinggi dan mendapat kepercayaan manusia. Sehingga orang-orang sepakat bahwa para sahabat adalah orang-orang yang adil (‘udûl). Hanya orang-orang yang menyimpang saja yang meragukan integritas para sahabat. Pertanyaannya, apakah kedudukan para sahabat yang mulia itu, keadilannya, dan pengetahuannya yang mendalam tentang syari’at Islam menjadikan perkataan-perkataan mereka bernilai tinggi dan menjadi barometer dalam syari’at Islam melebihi perkataan selain sahabat? Singkatnya, apakah perkataan para sahabat itu bisa menjadi hujjah? Lalu bagaimana pendapat Imam Syafi’i mengenai pendapat sahabat?