Bagian Keempat


d) Bagian Keempat

Setelah Allah Swt. menjelaskan keharusan ikrar keimanan kepada-Nya disertai dengan keimanan kepada rasul-Nya, dan mewajibkan kepada manusia untuk mengikuti wahyu dan sunah rasul-Nya, dan mengajarkan kepada mereka bahwa taat kepada rasul adalah taat kepada Allah, maka untuk bagian yang terakhir ini Allah memerintahkan kepada rasul-Nya agar menyampaikan wahyu yang diturunkan kepadanya. Allah juga akan menjaga dan melindunginya. Karena Allah telah menjadikan rasul-Nya sebagai pemberi petunjuk ke jalan yang lurus, yaitu jalan Allah yang menguasai segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Allah juga telah menjadikan al-Qur’an sebagai cahaya yang dapat menjadi petunjuk bagi hamba-hamba yang dikehendaki-Nya.

Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.”[1]

Setelah menyebutkan ayat di atas dan ayat-ayat lainnya, Imam Syafi’i mengatakan dalam kitab ar-Risâlah,[2] Allah Swt. menjelaskan bahwa Dia telah memerintahkan Nabi Saw. agar senantiasa mengikuti perintah-Nya. Allah dan semua umat manusia bersaksi bahwa Muhamad telah melaksanakan tugas dan misi kerasulannya dengan sempurna. Kita menyatakan iman kepadanya sebagai bukti kedekatan diri kepada Allah, dan mempercayai sabda-sabdanya agar memperoleh jalan menggapai keridhaan-Nya.

Abdul Aziz menceritakan kepada kami, dari ‘Amr bin Abu ‘Amr –mantan sahaya al-Muthalllib- dari al-Muthallib bin Hanthab, bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

مَا تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا أَمَرَكُمُ اللهُ بِهِ إِلاَّ وَقَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ، وَلاَتَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا نَهَاكُمُ اللهُ عَنْهُ إِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ

“Tidak saya tinggalkan sesuatu pun yang telah Allah perintahkan kepadamu, kecuali saya telah memerintahkannya kepadamu, dan tidak saya tinggalkan sesuatu apa pun yang telah Allah larang kepadamu, melainkan saya telah melarangnya kepadamu.”

 

Dengan karunia dan nikmat-Nya, Allah Swt. telah memastikan untuk menjaga Muhamad Saw. dari tipu daya manusia yang menyesatkan dan menjamin bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya dan membahayakan usaha-usahanya. Allah telah memberikan kesaksian bahwa Muhamad Saw. adalah nabi pembawa petunjuk ke jalan yang benar, yaitu jalan Allah. Beliau telah menyampaikan tugas risalah-Nya secara sempurna dengan senantiasa mengikuti perintah dan bimbingan-Nya. Semua kenyataan ini cukup menjadi bukti bagi umat manusia untuk patuh terhadap segala perintah Rasulullah dan menerima dengan penuh kerelaan terhadap keputusan yang telah ditetapkannya.


[1] QS. Al-Mâ’idah (5) : 67.
[2] Asy-Syafi’i, ar-Risâlah, Op. Cit., halaman 87-88.