Melihat Allah
Syafi’i menegaskan, Allah dapat dilihat dengan mata kepala di Hari Kiamat. Pendapat ini didasarkan pada firman Allah, “Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.” (QS. al-Muthafifîn [83] : 36). Terhalangnya orang-orang kafir dari melihat Tuhan menunjukkan bahwa para kekasih Allah dapat melihat-Nya. Diriwayatkan dari Sa’id bin Asad, ia bertanya kepada Syafi’i, “Bagaimana pendapatmu tentang hadis-hadis tentang melihat Allah?” Syafi’i menjawab, “Hai Abu Asad, saya akan tetap berpendapat sama, baik ketika saya masih hihdup maupun ketika saya sudah mati. Saya tegaskan, hadis-hadis tentang melihat Allah kualitasnya shahih. Karena itu, saya akan tetap berpegang teguh dengan hadis-hadis itu, meskipun tidak semua hadis itu sampai padaku.”[1]
[1] Ar-Razi, Op. Cit., halaman 41.