Al-Mahdiyyah wa ar-Raj’iyyah


c. Al-Mahdiyyah wa ar-Raj’iyyah

Syi’ah meyakini, al-Mahdi adalah imam yang kedatangannya sangat dinanti untuk menegakkan keadilan di muka bumi. Orang generasi pertama yang meyakini adanya ruj’ah (kembalinya orang mati ke dunia, penerj.) adalah Abdullah bin Saba’. Ia meyakini bahwa Nabi Muhamad Saw. akan kembali ke dunia setelah kewafatannya. Banyak juga orang Syi’ah Imamiah yang mempunyai keyakinan seperti ini. Mereka mengira bahwa Nabi Muhamad Saw., ‘Ali, al-Hasan, al-Husain, imam-imam lainnya, serta rival-rival mereka seperti Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, Mu’awiyah, dan Yazid, semuanya itu akan dikembalilkan hidup ke dunia setelah munculnya Imam Mahdi. Kemudian orang-orang yang memusuhi para imam, merampas hak kekhilafahan dari tangan para imam, dan membunuh para imam, akan disiksa semuanya. Setelah penyiksaan itu selesai, mereka akan dimatikan lagi, baru dibangkitkan kembali pada hari kiamat nanti.[1]


[1] Profesor Ahmad Amin, Dhuha al-Islâm, Op. Cit., III/236-246.