Mengenal Gaya Hidup Syafi’i
Sejak masa kanak-kanak, remaja, hingga akhir hayat, Imam Syafi’i menjalani hidup dengan penuh perjuangan. Pola hidup Imam Syafi’i patut diteladani dan dicontoh, karena ia mengisi kehidupannya dengan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, kepahlawanan, kesabaran, ketabahan, keberanian, kejantanan, keikhlasan, ketaatan, kesetiakawanan, dan sebagainya.
Kehidupan Imam Syafi’i dihabiskan untuk berjuang meniti ilmu pengetahuan, serta menegakkan kebenaran dan keadilan. Ia adalah pribadi yang sabar ketika menghadapi musibah dan cobaan. Ia juga merupakan sosok yang berani menanggung hidup susah, karena krisis multidimensi. Semua itu dibuktikan dengan kerelaannya menjalani hidup seadanya, karena keikhlasannya kepada Allah dan rasul-Nya, kedua orang tuanya, dan keinginan untuk mengutamakan kebahagiaan orang lain (altruisme). Dengan demikian, ia dapat dianggap sebagai manusia teladan yang gaya hidupnya patut diikuti oleh siapa pun. Kehidupannya didasari dengan keinginan untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Ia terlahir sebagai anak yatim, namun tetap ikhlas dan sabar. Segala macam bentuk kesusahan hidup, musibah, dan ujian, dihadapinya dengan ketabahan tanpa keluh kesah sedikit pun. Ia selalu berjuang keras dan banting tulang untuk menggapai cita-cita luhur yang terpendam dalam di lubuk hatinya. Ia sanggup menyingkirkan aral yang merintangi jalan hidupnya, lalu ia terjun dan menekuni berbagai macam disiplin ilmu, seperti sastera, fiqih, dan selalu melakukan ijtihad. Hingga akhirnya, Syafi’i menjadi seorang ilmuawan besar dan imam agung yang disegani banyak orang. Pengaruh intelektualnya menghiasi seluruh pelosok dunia.