Zikir dan Pintu Rezeki: Mencari Titik Sambung


Zikir merupakan satu dari potret ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Tuhan ketika memerintahkan sesuatu kepada ummat-Nya tentu hal itu dimaksudkan untuk mendatangkan manfaat bagi si hamba itu sendiri. Baik secara materi maupun batin.

Rezeki yang sering orang kaitkan dengan materi, seharusnya tidak selalu ditafsirkan seperti itu. Hemat penulis, Rezeki adalah kenikmatan, anugrah, pemberian. Materi adalah anugrah, kesehatan juga anugrah. Materi dapat dinikmati, kesehatan juga dapat dinikmati. Materi adalah rezeki pemberian Tuhan dan kesehatan juga merupakan pemberian Tuhan.

Kesehatan, selain dilihat dari sisi medis, fisiknya sakit atau tidak, ia juga dapat dilihat dari sudutnya yang paling dalam, batin. Sehat batin adalah ketenangan dan kedamaian serta kebahagiaan. Semua itu ada dan dapat dicapai melalui zikir. Lihatlah firman Allah yang sudah dikutip di atas:

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
(Qs. al-Ra’ad [13] : 28)

Materi pun dapat diperoleh melalui zikir. Teori sederhananya seperti ini: Orang yang berzikir sudah pasti dia bersyukur, orang yang bersyukur atas nikmat yang Allah berikan kepadanya, dijanjikan oleh Allah untuk ditambah. Lihat firman Allah dalam surat Ibrahim [17] : 7.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema‘lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni‘mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni‘mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Kata ditambah mengandung makna plus. Artinya, nikmat yang ada tidak dikurang, lalu diberikan yang baru meski nilainya lebih. Kata ditambah adalah nikmat yang lama tetap didapat, dan nikmat baru akan diberikan.

Barangkali konsep di atas masih kurang jelas dan perlu titik temu yang lain. Baik, ada titik temu yang lebih jelas, dalam dunia usaha, faktor motivasi usaha, percaya diri, kejujuran, keseriusan, kegigihan adalah faktor-faktor yang paling menentukan dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan. Semua faktor itu ada dibalik zikir yang berterusan, rutin dilakukan dan dilaksanakan secara teratur.

  • Dibalik zikir ada kedekatan dengan Tuhan
  • Dibalik zikir ada kesyukuran atas nikmat
  • Dibalik zikir ada tawakkal
  • Dibalik zikir ada harapan
  • Dibalik zikir ada penyandaran kekuatan
  • Dibalik zikir ada kekuatan yang Maha Besar yang dilibatkan untuk proses keberhasilan.

Dampak dari semua itu adalah:

  • Semangat bekerja yang tinggi
  • Percaya diri yang kuat
  • Jujur
  • Menghormati dan menghargai orang lain
  • Selalu ingin menghasilkan yang terbaik untuk semua
  • Mempunyai motivasi yang baik dan tinggi
  • Sehat jasmani dan rohani

Nah, unsur-unsur di atas merupakan modal utama menuju usaha yang sukses yang akan mendatangkan materi, lebih menentukan dari modal capital/uang. Sekarang kuncinya terletak dari cara berzikir yang benar, sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Pembahasan zikir yang benar dapat dilihat di buku penulis sebelum ini, 40 Hadis Keutamaan Zikir dan Berzikir.