Doa Safar


بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ، فِي اْلأَرْضِ وَ لاَ فِي السَّمَاءِ ، وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillaahi tawakkaltu ‘alallooh, laa hawla walaa quwwata illaa billaah Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma’as mihi syai’un fil ardhi walaa fis samaa’i wahuwas samii’ul aliim.[58]

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبّـِنَا لَمُنْقَلِبُونَ. اَللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اَللّهُمَّ هَوِّ نْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اَللّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الأَهْلِ. اَللّهُمَّ إِنّـِي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُقْلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْلِ.

Subhaanalladzii sakhkhara lana haadzaa wamaa kunnaa lahu muqrinuun. Wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.
Alloohumma innaa nasaluka fii safarinaa haadzaa al-birra wattaqwaa, waminal amali maa tardhaa.
Alloohumma hawwin ‘alainaa safaranaa haadzaa, wathwi ‘annaa bu’dah.
Alloohumma antas shoohibu fis safar wal khaliifatu fil ahl.
Alloohumma innii a’uudzubika min wa’tsaais safar, wa kaaabatil mandhari wa suuil muqlabi fil maali wal ahl.[59]

[58] Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Dengan Nama Allah, aku berlindung kepada Allah, tidak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah. Dengan Nama Allah yang tidak ada sesuatu apapun yang berbahaya bersama nama-Nya, baik di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. [59] Maha Suci Allah Yang telah menundukkan bagi kami (kendaraan) ini, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. (Qs. 43: 13). Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu, di dalam perjalanan kami ini, kebaikan dan ketaqwaan, dan dari amalan apa yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah bagi kami perjalanan kami ini, dan singkatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan, dan pengganti (yang menjaga) dalam keluarga (yang ditinggalkan). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sulitnya perjalanan, dan pandangan yang tidak menyenangkan dan dari dampak buruk yang menimpa harta dan keluarga”. (Hr. Muslim, hadis nomor: 2392; Abu Daud, hadis nomor: 2232, dan al-Tirmizi, hadis nomor: 2360).