{"id":771,"date":"2025-03-12T03:30:58","date_gmt":"2025-03-12T03:30:58","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/hadis-708\/"},"modified":"2025-03-12T03:30:58","modified_gmt":"2025-03-12T03:30:58","slug":"hadis-708","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/hadis-708\/","title":{"rendered":"Hadis 708"},"content":{"rendered":"<p dir=\"rtl\">\u0631\u0641\u0639 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a \u0627\u062e\u0644\u0637\u0623 \u0648\u0627\u0644\u0646\u0633\u064a\u0627\u0646.<\/p>\n<p><em>\u201cDiampuni dari umatku kesalahan dan lupa.\u201d<\/em><\/p>\n<p><strong>Takhrij Hadis:<\/strong><\/p>\n<p>Hadis ini amat masyhur di kalangan ulama dan orang awam. Ia mengandung kaidah yang<br \/>\namat penting dalam hukum Islam, sehingga Ibn Hajar menilainya sebagai \u201csetengah dari<br \/>\nIslam\u201d.1645 Namun demikian terdapat pertentangan yang hebat tentang kedudukan hukum hadis<br \/>\nini. hadis ini diriwayatkan oleh beberapa perawi dari beberapa sahabat dan dengan beberapa<br \/>\nredaksi yang sedikit berbeda. Semuanya dengan redaksi tambahan pada akhirnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0648\u0645\u0627 \u0627\u0633\u062a\u0643\u0631\u0647\u0648\u0627 \u0639\u0644\u064a\u0647<\/p>\n<p>Pertama, diriwayatkan dari Ibn \u2018Abbas oleh Ibn Majah dan al-Bayhaqi dalam al-Sunan.<br \/>\nKeduanya melalui Walid bin Muslim dari al-Awza\u2019i dari \u2018Ata\u2019 dari Ibn \u2018Abbas. Ia juga<br \/>\ndiriwayatkan oleh al-Daraqutni, al-Hakim, al-Bayhaqi, al-Tabarani dan al-Taymi dalam alFawa\u2019id seperti yang isyaratkan oleh Ibn Hajar. Semuanya melalui al-Rabi\u2019 bin Sulayman dari<br \/>\nBishr bin Hakim dari al-Awza\u2019i dari \u2018Ata\u2019 dari \u2018Ubayd bin \u2018Umayr dari Ibn \u2018Abbas. Redaksi Ibn<br \/>\nMajah,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0625\u0646 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u0648\u0636\u0639 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a<\/p>\n<p>Redaksi al-Tabarani<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0625\u0646 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u062c\u062a\u0627\u0648\u0632 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a<\/p>\n<p>Redaksi awal al-Daraqutni,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0625\u0646 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u0639\u0632 \u0648\u062c\u0644 \u062c\u064a\u0627\u0648\u0632 \u0623\u0644\u0645\u064a\u062a<\/p>\n<p>Sedangkan redaksi \u0631\u0641\u0639 adalah redaksi al-Taymi.1646<br \/>\nKedua, diriwayatkan dari Abu Dharr oleh Ibn Majah melalui Ibrahim bin Muhammad alFanyabi dari Ayyub bin Swayd dari Abu Bakar al-Huzali dari Shahr bin Hawshab dari Abu Dharr<br \/>\ndengan redaksi awalnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0625\u0646 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u062c\u062a\u0627\u0648\u0632 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a<\/p>\n<p>Ketiga, diriwayatkan dari \u2018Uqbah bin \u2018Amir oleh al-Tabarani dalam al-Awsat seperti yang<br \/>\ndikatakan oleh al-Haythami dengan redaksi awalnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u00a0\u0648\u0636\u0639 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a1648<\/p>\n<p>Keempat, diriwayatkan dari Thawban oleh al-Tabarani dalam al-Kabir dengan redaksi<br \/>\nawalnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u00a0\u0625\u0646 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u062c\u062a\u0627\u0648\u0632 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a \u062b\u0627\u0644\u062b\u06291649<\/p>\n<p>Kelima, diriwayatkan dari Ibn \u2018Umar oleh al-Tabarani dalam al-Awsat dengan redaksi<br \/>\nawalnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u00a0\u0648\u0636\u0639 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a1650<\/p>\n<p>Keenam, diriwayatkan dari Abu Bakarah oleh Ibn \u2018Adiy dengan redaksi awalnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u00a0\u0631\u0641\u0639 \u0639\u0646 \u0647\u0630\u0647 \u0627\u0623\u0644\u0645\u0629 \u062b\u0627\u0644\u0627\u062b1651<\/p>\n<p><strong>Hukum Hadis:<\/strong> Hasan.<\/p>\n<p>Terdapat pertentangan pendapat yang hebat tentang hukum hadis ini. Sebagian ulama<br \/>\nmenghukuminya sahih. Sebagian lagi hasan. Sebagiannya lagi mengatakannya da\u2019if. Bahkan<br \/>\nbeberapa ulama mengatakannya palsu. Dalam riwayat dari Ibn \u2018Abbas, pada sanad Ibn Majah<br \/>\nterdapat dua masalah. Pertama, pada sanadnya terdapat Walid bin Muslim. Beliau dikenali<br \/>\nsebagai perawi yang mudallis dan riwayat dalam hadis ini dengan \u2018an \u0639\u0646. Kedua, antara \u2018Ata\u2019 dan<br \/>\nIbn \u2018Abbas tidak terdapat perawi lain seperti yang terdapat pada riwayat dari Bishr. al-Bayhaqi<br \/>\nmengatakan bahwa riwayat ini kurang tepat, akan tetapi Ibn Hajar mengatakannya sebagai<br \/>\nkecacatan yang tidak merusak (\u2018illah ghayr qadihah).1652 Terdapat riwayat lain dengan<br \/>\npenambahan perawi antara \u2018Ata\u2019 dan Ibn \u2018Abbas yakni \u2018Ubayd bin \u2018Umayr. al-Tabarani<br \/>\nmengatakan bahwa riwayat ini tidak diriwayatkan dari al-Awza\u2019i, kecuali oleh Bishr yang mana<br \/>\nal-Rabi\u2019 telah menyendiri dalam meriwayatkannya dari Bishr. Akan tetapi hal ini tidak bermasalah, sebab keduanya perawi thiqah. Meskipun Bishr dinilai thiqah oleh Ibn Hajar, namun<br \/>\nasing (thiqah yaghrib).1653<\/p>\n<p>Sedangkan riwayat dari Abu Dharr pada sanadnya terdapat beberapa perawi yang da\u2019if.<br \/>\nBahkan dua diantaranya lebih dari sekitar da\u2019if, yaitu Ayyub bin Swayd. Ia menurut Ibn alMubarak irmi bih (buang ia). al-Bukhari berkata bahwa ia dikritik (takallamu fih). Namun Ibn<br \/>\nHajar masih menilainya saduq yang tersalah (saduq yukhti\u2019). Perawi yang kedua adalah Abu<br \/>\nBakar al-Huzali. Ia da\u2019if menurut ulama hadis. Bahkan Ibn Hajar menilainya sebagai pembawa<br \/>\ncerita dan hadisnya ditinggalkan (matruk al-hadith).1654<\/p>\n<p>Riwayat dari \u2018Uqbah juga da\u2019if. Pada sanadnya, seperti yang dikatakan oleh al-Haythami,<br \/>\nterdapat Ibn Lahi\u2019ah. Menurut mayoritas ulama Hadis, ia da\u2019if, namun beberapa ulama lain telah<br \/>\nmenghukuminya Hasan.1655 Riwayat dari Thawban juga da\u2019if. Pada sanadnya seperti yang<br \/>\ndikatakan oleh al-Haythami, terdapat Yazid bin Rabi\u2019ah al-Rahabi. Menurut al-Bukhari hadishadisnya munkar. al-Nasa\u2019i berpendapat bahwa ia ditinggalkan (matruk). Abu Hatim, alHaythami dan beberapa perawi lainnya hanya menilainya da\u2019if. Bahkan Ibn \u2018Adiy berkata; \u201cSaya<br \/>\nberharap ia tidak cacat.\u201d1656<\/p>\n<p>Riwayat dari Ibn \u2018Umar seperti yang dikatakan al-Haythami terdapat Muhammad bin<br \/>\nMusaffa. Salih bin Jazarah berkata, \u201cIa meriwayatkan hadis-hadis munkar dan saya berharap ia<br \/>\nsaduq.\u201d Menurut pendapat Abu Hatim, al-Dhahabi dan Ibn Hajar, ia saduq. Ibn Hajar<br \/>\nmenambahkan bahwa ia memiliki banyak riwayat yang salah dan men-tadlis (lah awham wa kan<br \/>\nyudallis).1657<\/p>\n<p>Sedangkan riwayat dari Abu Bakarah, pada sanadnya terdapat Ja\u2019far bin Jisr. Menurut Ibn<br \/>\n\u2018Adiy mayoritas yang diriwayatkan adalah hadis-hadis munkar. al-\u2018Uqayli berkata, dalam<br \/>\nhafalannya terdapat kekacauan yang parah. Ia cenderung pada Qadariyyah dan meriwayatkan hadis-hadis munkar.1658 Abu Hatim al-Razi, Ahmad bin Hanbal dan Ibn Nasr telah menghukumi<br \/>\nhadis ini palsu. Namun beberapa ulama, terutama ahli fikih dan usul fikih, telah menerima hadis<br \/>\nini sebagai kaidah. al-Nawawi menghukumi hadis ini hasan. Ibn Hajar dan al-Sakhawi secara teks<br \/>\njuga berpendapat demikian. Bahkan al-Suyuti dan al-Albani men-sahih-kannya. Akan tetapi alMunawi men-da\u2019if-kannya.1659<\/p>\n<p>Menurut Penulis, melihat riwayat dan jalur hadis ini ia dapat dihukumi hasan, terutama<br \/>\nriwayat al-Daraqutni dan perawi-perawi lain yang meriwayatkannya dengan jalur yang sama.<br \/>\nSelain itu, seperti yang dikatakan oleh al-Sakhawi, perkara kandungan hadis ini mempunyai asal<br \/>\nyaitu hadis Abu Hurayrah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidhi,<br \/>\nal-Nasa\u2019i, Ibn Majah dan Ahmad dengan redaksi (redaksi al-Bukhari),<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0625\u0646 \u0647\u0644\u0644\u0627 \u062c\u062a\u0627\u0648\u0632 \u064a\u0644 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a \u0645\u0627 \u0648\u0633\u0648\u0633\u062a \u0628\u0647 \u0635\u062f\u0648\u0631\u0647\u0627 \u0645\u0627 \u0645\u0644 \u062a\u0639\u0645\u0644 \u0623\u0648 \u062a\u0643\u0644\u0645<\/p>\n<p>Dalam riwayat Ibn Majah saja terdapat tambahan pada akhirnya,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u0648\u0645\u0627 \u0627\u0633\u062a\u0643\u0631\u0647\u0648\u0627 \u0639\u0644\u064a\u0647<\/p>\n<p>Semua perawi pada sanad Ibn Majah adalah thiqat. Namun demikian, Ibn Hajar<br \/>\nmengatakan bahwa beliau mengira redaksi tambahan ini adalah penyisipan atas riwayat Hisham<br \/>\nbin \u2018Ammar,<\/p>\n<p dir=\"rtl\">\u00a0\u0638\u0646 \u0623\u0646\u0647 \u0645\u062f\u0631\u062c\u0629 \u0639\u0644\u0649 \u0647\u0634\u0627\u0645 \u0628\u0646 \u0639\u0645\u0627\u06311660<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>1645 Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 5, hlm. 161.<\/li>\n<li>1646 Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Talaq al-Mukrah wa al-Nasi, h.n. 2045; al-Bayhaqi, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Ma Ja\u2019a fi Talaq al-Mukrah; al-Tabarani, al-Mu\u2019jam al-Saghir, hlm. 282, h.n. 752; al-Daraqutni, Sunan, Kitab al-Makatib, Bab al-Nuzuz; Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 5, hlm. 161.<\/li>\n<li>1647 Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Talaq al-Mukrah wa al-Nasi, h.n. 2043.<\/li>\n<li>1648 al-Haythami, Majma\u2019 al-Zawa\u2019id, jil. 6, hlm. 250.<\/li>\n<li>1649 al-Tabarani, al-Mu\u2019jam al-Kabir, jil. 2, hlm. 97, h.n. 1430.<\/li>\n<li>1650 al-Haythami, Majma\u2019 al-Zawa\u2019id, jil. 5, hlm. 250.<\/li>\n<li>1651 Ibn \u2018Adiy, al-Kamil, jil. 2, hlm. 150.<\/li>\n<li>1652 al-Bayhaqi, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Ma Ja\u2019a fi Talaq al-Mukrah; Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 5, hlm.<br \/>\n161.<\/li>\n<li>1653 al-Tabarani, al-Mu\u2019jam al-Saghir, hlm. 282, h.n. 752; Lih. biografi Bishr dan al-Rabi\u2019 dalam Ibn Hajar,<br \/>\nTaqrib Tahdhib, hlm. 122 dan 206.<\/li>\n<li>1654 Lih. biografi Ibrahim dalam al-Dhahabi, Mizan al-I\u2019tidal, jil. 1, hlm. 61; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib,<br \/>\nhlm. 93; biografi Ayyub dalam al-Dhahabi, Mizan al-I\u2019tidal, jil. 1, hlm. 287-288; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 118; biografi Abu Bakar al-Huzali al-Dhahabi, Mizan al-I\u2019tidal, jil. 2, hlm. 194 dan jil. 4, hlm. 497; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 625.<\/li>\n<li>1655 al-Haythami, Majma\u2019 al-Zawa\u2019id, jil. 5, hlm. 250; Lih. biografi Ibn Lahi\u2019ah dalam al-Dhahabi, Mizan alI\u2019tidal, jil. 2, hlm. 475-483; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 319.<\/li>\n<li>1656 al-Haythami, Majma\u2019 al-Zawa\u2019id, jil. 5, hlm. 250; Lih. biografi Yazi al-Rahabi dalam al-Dhahabi, Mizan al-I\u2019tidal, jil. 4, hlm. 422.<\/li>\n<li>1657 al-Haythami, Majma\u2019 al-Zawa\u2019id, jil. 5, hlm. 250; Lih. biografi Muhammad bin Musaffa dalam alDhahabi, Mizan al-I\u2019tidal, jil. 4, hlm. 43; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 507.<\/li>\n<li>1658 Ibn \u2018Adiy, al-Kamil, jil. 2, hlm. 150; Lih. biografi Ja\u2019far bin Jisr dalam al-Dhahabi, Mizan al-I\u2019tidal, jil. 1,hlm. 403-404.<\/li>\n<li>1659 Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 5, hlm. 161; al-Sakhawi, al-Maqasid al-Hasanah, hlm. 228-230, h.n. 528; Yahya bin Sharaf al-Nawawi, Rawdah al-Talibin, Tah. \u2018Adil Ahmad \u2018Abd al-Mawjud dan \u2018Ali Muhammad Mu\u2018awwad, Dar bal-Kutub al-\u2018Ilmiyyah, Bayrut, 1992, jil. 6, hlm. 168; Yahya bin Sharaf al-Nawawi, al-Arba\u2019in al-Nawawiyyah fi alAhadith al-Sahihah al-Nabawiyyah, Matba\u2019ah Mustafa al-Babi al-Halabi, t.th. hlm. 63-64, h.n. 39; al-Suyuti, alJami\u2019 al-Saghir, jil. 1, hlm. 600; al-Albani, Irwa\u2019 al-Ghalil, jil. 2, hlm. 123, h.n. 82; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 4, hlm. 34-35.<\/li>\n<li>1660 al-Bukhari, Sahih, Kitab al-Talaq, Bab la Talaq Qabl al-Nikah, h.n. 5269 dan lih. h.n. 2528 dan 6664;<br \/>\nMuslim, Sahih, Kitab al-Iman, Bab Tajauz Allah \u2018an Hadith al-Nafs, h.n. 127; Abu Dawud, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab fi al-Waswasah bi al-Talaq, h.n. 2209; al-Tirmidhi, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Ma Ja\u2019a fi Man Yuhaddith Nafsah Bitalaq Imra\u2019atih, h.n. 1183; al-Nasa\u2019i, Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Man Talaq fi Nafsih, h.n. 3433-3435; Ibn Majah,Sunan, Kitab al-Talaq, Bab Talaq al-Mukrah wa al-Nasi, h.n. 2044; Ahmad, Musnad, jil. 2, hlm. 425, 474, 481dan491; Ibn Hajar, Talkhis al-Habir, jil. 2, hlm. 281-283.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u0631\u0641\u0639 \u0639\u0646 \u0623\u0645\u064a\u062a \u0627\u062e\u0644\u0637\u0623 \u0648\u0627\u0644\u0646\u0633\u064a\u0627\u0646. \u201cDiampuni dari umatku kesalahan dan lupa.\u201d Takhrij Hadis: Hadis ini amat masyhur di kalangan ulama dan orang awam. Ia mengandung kaidah yang amat penting dalam hukum Islam, sehingga Ibn Hajar menilainya sebagai \u201csetengah dari Islam\u201d.1645 Namun demikian terdapat pertentangan yang hebat tentang kedudukan hukum hadis ini. hadis ini diriwayatkan oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":650,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[761],"tags":[],"class_list":["post-771","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hadis-708"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/650"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=771"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/771\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}