{"id":65,"date":"2025-03-06T09:22:03","date_gmt":"2025-03-06T09:22:03","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/2-sumber-rujukan-dalam-hadis\/"},"modified":"2025-03-06T09:22:03","modified_gmt":"2025-03-06T09:22:03","slug":"2-sumber-rujukan-dalam-hadis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/2-sumber-rujukan-dalam-hadis\/","title":{"rendered":"2.Sumber Rujukan dalam Hadis"},"content":{"rendered":"<p>hadis-hadis yang dikutip oleh al-Khubawi bukan hanya berasal dari kitab-kitab Hadis, tetapi banyak juga yang diambil dari kitab-kitab tasawuf seperti Tanbih al-Ghafilin, Durrah al- Wa\u2019izin, Zubdah al-Wa\u2019izin, Hayah al-Qulub, dan sebagainya. Empat kitab induk itulah yang dijadikan sebagai rujukan utama al-Khubawi dalam mengutip hadis-hadis yang dituliskannya dalam kitab D.N. Adapun kitab-kitab hadis yang betul-betul dapat dikategorikan sebagai kitab hadis dan dijadikan rujukan oleh al-Khubawi, adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>al-Shifa fi Huquq al-Mustafa Saw. karya al-Qadi \u2018Iyad al-Busti (544 H.). Kitab ini sangat terkenal di kalangan umat Islam, bahkan dapat disebut sebagai kitab kumpulan hadis-hadis populer sebelum dituliskannya kitab Riyad al-Salihin karya Imam al-Nawawi (646 H.). Kitab ini telah dicetak dan disyarahi oleh beberapa ulama, di antaranya: \u2018Ali al-Qari (1030 H.) dan al-Khafaji (1069 H.). hadis-hadis yang terdapat dalam kitab ini juga sudah di-takhrij oleh beberapa ulama, di antaranya: al-Qasim bin Qatbugha (879 H.), al-Suyuti (911 H.), dalam kitab yang berjudul Manahil al-Safa fi Takhrij AHadith al-Shifa, dan Abu al-\u2018Ala Idris bin Muhammad al-Husayni al-\u2018Iraqi dalam kitab Manahil al-Safa fi Takhrij Ahadith al-Sidad wa al-Wafa fi Takmil Manahil al-Safa wa Ahadith al-Shihab.31<\/li>\n<li>al-Jami\u2019 al-Saghir, karangan Jalal al-Din al-Suyuti (911 H.). Kitab ini sangat terkenal dan telah disyarahi oleh al-Munawi dalam dua kitab yang keduanya juga dijadikan rujukan dalam kitab D.N. ini.<\/li>\n<li>Fayd al-Qadir fi SharH al-Jami\u2019 al-Saghir, karya \u2018Abd al-Ra\u2019uf al-Munawi (1031 H). Kitab ini telah dicetak dalam enam jilid besar oleh Penerbit Dar al-Ma\u2019rifah, Bayrut.<\/li>\n<li>al-Tasyir bi Sharh al-Jami\u2019 al-Saghir, yang juga ditulis oleh al-Munawi. Kitab ini lebih ringkas daripada kitab Fayd al-Qadir yang telah disebutkan di atas. Kitab ini telah dicetak dalam dua jilid oleh Penerbit Maktabah al-Imam al-Shafi\u2019i, Riyad.<\/li>\n<li>al-Targhib wa al-Tarhib, karya al-Mundhiri, Abu Muhammad \u2018Abd al-\u2018Azim bin \u2018Abd al- Qawi bin Salamah al-Misri (900 H). Kitab ini cukup terkenal. Meskipun terdapat banyak hadis da\u2019if, tapi beliau memberikan isyarat akan ke-da\u2019if-annya. Kitab ini dicetak berulang kali dan diterbitkan oleh oleh Dar Ihya\u2019 al-Turath al-\u2018Arabi dalam empat jilid.<\/li>\n<li>al-Firdaws bi Ma\u2019thur al-Khitab, karya al-Daylami, Abu Shuja\u2018 Sayruwayih bin Shahardar al-Daylami (558 H.). Menurut para ulama, kitab ini merupakan sumber hadis-hadis da\u2019if, jika hadis-hadisnya hanya terdapat dalam kitab tersebut.32 Kitab ini dicetak dalam lima jilid. Dalam kitab D.N., kitab ini sering disebut dengan al-Daylami atau al-Firdaws.<\/li>\n<li>Daqa\u2019iq al-Akhbar fi Dhikr al-Jannah wa al-Nar. Kitab ini merupakan salah satu dari referensi utama hadis yang sering dirujuk, tetapi kesahihan kitab ini masih diragukan. Kitab ini telah dicetak beberapa kali, yaitu tahun 1983 oleh Penerbit Dar al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah, Bayrut. Dalam cetakan ini dan juga versi cetakan lainnya ditulis pengarangnya adalah Imam \u2018Abd al-Rahim bin Ahmad al-Qadi. Sedangkan dalam manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kuprulli, Istanbul, penulis kitab tersebut adalah Imam al-Ghazali. Dalam kitab Kashf al-Zunun disebutkan bahwa \u2018Abd al-Rahim al-Qadi hanya penerjemahnya saja.33 Dalam kitab Idah al-Maknun, Isma\u2019il Basha menjelaskan bahwa Abu al-Layth juga mempunyai karya dengan judul yang sama.34 Daqa\u2019iq al-Akhbar fi Dhikr al-Jannah wa al-Nar. Kitab ini merupakan salah satu dari referensi utama hadis yang sering dirujuk, tetapi kesahihan kitab ini masih diragukan. Kitab ini telah dicetak beberapa kali, yaitu tahun 1983 oleh Penerbit Dar al-Kutub al-\u2018Ilmiyyah, Bayrut. Dalam cetakan ini dan juga versi cetakan lainnya ditulis pengarangnya adalah Imam \u2018Abd al-Rahim bin Ahmad al-Qadi. Sedangkan dalam manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Kuprulli, Istanbul, penulis kitab tersebut adalah Imam al-Ghazali. Dalam kitab Kashf al-Zunun disebutkan bahwa \u2018Abd al-Rahim al-Qadi hanya penerjemahnya saja.33 Dalam kitab Idah al-Maknun, Isma\u2019il Basha menjelaskan bahwa Abu al-Layth juga mempunyai karya dengan judul yang sama.34<\/li>\n<li>Kanz al-Akhbar. Kitab ini belum terdeteksi penulisnya. Dalam manuskrip yang tersimpan di Perpustakaan Sulaymaniyyah, Istanbul, dengan kode panggil 1053, Penulis tidak menemukan nama pengarangnya. hadis-hadis dalam kitab ini banyak yang gharib dan sukar ditemukan padanannya dalam kitab-kitab hadis terkenal lainnya.<\/li>\n<li>Masabih al-Sunnah, karya Imam al-Baghawi, Husayn bin Mas\u2019ud al-Farra\u2019 al-Baghawi (516 H.). Kitab ini termasuk salah satu kitab terkenal yang telah di-sharh oleh lebih dari 20 ulama terkenal, di antaranya Ibn Malik, yang juga dijadikan rujukan oleh al-Khubawi.37 Dalam kitab D.N., kitab ini sering disebut al-Masabih saja atau MasabiH al-Sharif.<\/li>\n<li>Sharh al-Masabih li Ibn Malik. Yang dimaksud al-Masabih di sini adalah Masabih al- Sunnah sebagaimana disebutkan sebelumnya. Sedangkan Ibn Malik di sini adalah Muhammad bin \u2018Abd Latif al-Rumi al-Hanafi. Dalam kitab D.N., kitab ini selalu disebut Sharh al-Masabih li Ibn Malik. Kitab ini juga telah ada versi cetaknya.<\/li>\n<li>Sharh al-Masabih. Penulis belum dapat memastikan siapakan pensyarah kitab al-Masabih yang dimaksud oleh al-Khubawi, karena ia menyebutkannya secara umum. Padahal lebih 20 ulama yang men-sharh kitab al-Masabih.<\/li>\n<li>Mishkah al-Masabih, karya al-\u2018Allamah Muhammad bin \u2018Abd Allah al-Khatib al-Tabrizi yang wafat setelah tahun 737 H. Kitab ini merupakan sharh dari kitab Masabih al-Sunnah yang tersebut di atas. Selain telah dicetak dengan tahqiq Nasir al-Din al-Albani, kitab ini juga telah dicetak bersama sharh-nya, yaitu Mirqat al-Mafatih Sharh Mishkah al-Masabih li \u2018Ali al-Qari (1014 H.). Dalam kitab D.N., kitab ini disingkat Mishkah saja.<\/li>\n<li>Mashariq al-Anwar al-Muhammadiyyah min Sihah al-Akhbar al-Mustafawiyyah karya al- Imam Rida al-Din Hasan bin Muhammad al-Saghani (650 H.). Kitab ini telah di-sharh oleh beberapa ulama, antara lain: Ibn Malik dan Shaykh Zadah, yang juga dijadikan sumber rujukan oleh al-Khubawi. Kitab ini juga dapat ditemukan versi cetaknya.<\/li>\n<li>Mubariq al-Azhar fi Sharh Mashariq al-Anwar, karya Ibn Malik (797 H.). Kitab ini merupakan sharh dari kitab al-Mashariq di atas, serta telah di-tahqiq dan dicetak oleh Dar al-Qalam, Bayrut.<\/li>\n<li>Hadith Arba\u2019in fi Fadail Qul Huwa Allah al-Ahad, karya al-Sayyid al-Sharif Yusuf bin \u2018Abd Allah al-Husayni al-Armuni. Kitab ini belum ada versi cetaknya, tetapi manuskripnya tersimpan di Perpustakaan Kurpulli, Istanbul dengan kode panggil 391, dan di Perpustakaan Aya Sofia, Istanbul dengan kode panggil 515.38<\/li>\n<li>al-Durar al-Mutanathirah fi al-Ahadith al-Mushtahirah, karya al-Suyuti. Kitab ini telah dicetak berulang kali oleh Dar al-I\u2018tisam, Qahirah. al-Khubawi sering menyebut kitab ini dalam kitab D.N. dengan singkatan al-Durar saja.<\/li>\n<li>al-Tadhkirah fi Ahwal al-Mawla wa Umur al-Akhirah yang ditulis oleh al-Imam Shams al-Din Abu \u2018Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Ansari al-Qurtubi (671 H.). Kitab ini sudah di-tahqiq dan dicetak oleh Penerbit Ibn Zaydun, Bayrut.<\/li>\n<li>Sharh Hadith al-Salam qabl al-Kalam, karya al-Imam Ahmad bin Sulayman al-Rumi al- Hanafi yang lebih dikenal dengan nama Ibn Kamal Basha (940 H.).39<\/li>\n<li>Jami\u2019 al-Azhar min Hadith al-Nabi al-Anwar, karya Zayn al-Din \u2018Abd al-Ra\u2019uf bin \u2018Ali al-Munawi al-Shafi\u2019i (1031 H.). Kitab ini dicetak bersamaan dengan kitab al-Jami\u2019 al- Saghir dan al-Jami\u2019 al-Kabir. al-Khubawi menyebut kitab ini dengan singkatan Jami\u2019 al- Azhar.<\/li>\n<li>1)al-Mawa\u2019iz fi al-Ahadith al-Qudsiyyah. Kitab ini dinisbatkan sebagai salah satu dari karya Imam al-Ghazali sebagaimana tertulis dalam versi cetaknya. \u2018Abd al-Rahman Badawi menampik kitab ini sebagai karya Imam al-Ghazali.40 Setelah membaca seluruh kitab ini, Penulis juga sependapat dengan \u2018Abd al-Rahman, karena isinya sangat aneh, dan tidak mungkin ulama sekaliber al-Ghazali menulis kitab seperti itu. Apalagi hadis-hadis yang disebutkan tidak ditemukan pada bab-bab yang sama dalam kitab-kitab al-Ghazali lainnya. Dalam kitab D.N., al-Khubawi menyebut kitab ini dengan sebutan al-Mawa\u2019iz saja.<\/li>\n<li>Jawahir al-Bukhari. Penulis belum bisa memastikan siapa penulis kitab Jawahir al- Bukhari yang dimaksudkan oleh al-Khubawi, karena ada beberapa kitab yang berjudul sama.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Selain mengutip dari kitab-kitab hadis yang telah disebutkan di atas, al-Khubawi juga mengutip hadis-hadis dari kitab al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidhi, al-Hakim, al- Tabarani, dan lain-lain. Hanya saja pengutipannya tidak langsung dari sumbernya, tapi dari sumber lain yang menyebutkan bahwa hadis-hadis itu diriwayatkan oleh perawi-perawi di atas.<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>31 al-Kallani. al-Risalah al-Mustatrafah. Dar al-Bashair al-Islamiyah. Bayrut. 1986. Hlm. 187.<\/li>\n<li>32 Lihat Jalal al-Din \u2018Abd al-Rahman bin Abu Bakar al-Suyuti, al-Jami\u2019 al-Kabir dalam Jami\u2019 al-Ahadith, Tah. \u2018Abbas Ahmad Saqr dan Ahmad \u2018Abd al-Jawwad, Dar al-Fikr, Bayrut, 1994, jil. 1, hlm 18.<\/li>\n<li>33 Lihat Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 1, hal. 757; Ramadan Shishan, Fahras Makhtutat Maktabah Kuprulli, Munazzamah al-Mu\u2019tamar al-Islami Markaz al-Buhuth li al-Tarikh wa al-Funun wa al-Thaqafah al- Islamiyyah, Istanbul, 1986, jil. 2, hlm. 568.<\/li>\n<li>34 Isma\u2019il Basha, Idah al-Maknun, jil. 1, hlm. 474.<\/li>\n<li>35 Tersimpan dengan kode panggil W 71093, W 3733, S 10266, dan S 4068.<\/li>\n<li>36 Tersimpan dengan kode panggil 61782.<\/li>\n<li>37 Lihat daftar nama-nama pen-sharah kitab ini dalam Haji Khalifah, Kashf al-Zunun, jil. 2, hlm. 1699.<\/li>\n<li>38 Ramadan Shishan, Fahras Makhtutat, jil. 1, hlm. 202; Isma\u2019il Basha, Hidayah al-\u2018Arifin, jil. 2, hlm. 564.<\/li>\n<li>39 Isma\u2019il Basha, Hidayah al-\u2018Arifin, jil. 1, hlm. 141-142.<\/li>\n<li>40 \u2018Abd al-Rahman Badawi, Mu\u2019allafat al-Ghazali, al-Majlis al-A\u2019la Liri\u2018ayah al-Funun wal al-Adab wa al- \u2018Ulum al-Ijtima\u2019iyyah, al-Imarat, 1961, hlm. 287.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>hadis-hadis yang dikutip oleh al-Khubawi bukan hanya berasal dari kitab-kitab Hadis, tetapi banyak juga yang diambil dari kitab-kitab tasawuf seperti Tanbih al-Ghafilin, Durrah al- Wa\u2019izin, Zubdah al-Wa\u2019izin, Hayah al-Qulub, dan sebagainya. Empat kitab induk itulah yang dijadikan sebagai rujukan utama al-Khubawi dalam mengutip hadis-hadis yang dituliskannya dalam kitab D.N. Adapun kitab-kitab hadis yang betul-betul dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-65","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-sumber-rujukan-dalam-hadis"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}