{"id":24,"date":"2025-03-06T07:52:46","date_gmt":"2025-03-06T07:52:46","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/1-kajian-tahqiq-kitab\/"},"modified":"2025-03-06T07:52:46","modified_gmt":"2025-03-06T07:52:46","slug":"1-kajian-tahqiq-kitab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/1-kajian-tahqiq-kitab\/","title":{"rendered":"1. Kajian\/Tahqiq Kitab"},"content":{"rendered":"<p>Setelah melakukan penelusuran literatur dan mengkaji katalog buku-buku yang ada,<br \/>\nPenulis tidak menemukan seorang pun yang telah membuat kajian terhadap kitab D.N. ini secara<br \/>\nkomprehensif. Kajian yang pernah ada, hanya berupa sharh dalam Bahasa Turki yang ditulis pada<br \/>\ntahun 1264 H., sebagaimana yang dijelaskan oleh Brockelmann.12<\/p>\n<p>Penulis menemukan satu institusi yang sangat intensif mengkaji kitab ini, yaitu Maktabah<br \/>\nal-Dirasat wa al-Buhuth al-\u2018Arabiyyah wa al-Islamiyyah di bawah bimbingan Shaykh Ibrahim<br \/>\nMuhammad Ramadan, dan hasil kajiannya dicetak oleh Dar al-Qalam, Bayrut. Akan tetapi,<br \/>\nsetelah Penulis telusuri, cetakan tersebut ternyata masih belum lengkap karena belum membahas<br \/>\nmengenai kedudukan hadis-hadisnya, dengan beberapa pertimbangan:<\/p>\n<p>a) Tidak ada kajian awal tentang kitab ini, baik yang terkait dengan biografi pengarang,<br \/>\nmanuskrip, kandungan isi, metodologi, dan lain sebagainya.<\/p>\n<p>b) Dalam mengkaji kandungan hadis-hadisnya, Penulis hanya menemukan 23 hadis saja dari<br \/>\njumlah total sebanyak 820 hadis yang ada penjelasannya. hadis-hadis yang telah dibahas<br \/>\nitu berasal dari hadis-hadis kutub al-sittah, sedangkan 2 (dua) hadis lainnya berasal dari<br \/>\nriwayat al-Hakim.<\/p>\n<p>c) Cetakan Bayrut tersebut hanya memuat penjelasan yang sangat singkat, yaitu: hanya<br \/>\nmenyebutkan 23 biografi ulama yang terdapat di dalam kitab, menjelaskan makna 10<br \/>\nperkataan yang sulit dipahami (sharh al-mufradat), dan hanya menjelaskan sebagian kecil<br \/>\nsaja dari letak surah dan ayat al-Qur\u2019an yang ada dalam kitab D.N.<br \/>\nDi Indonesia, sejumlah murid Shaykh \u2018Alawi al-Maliki (pakar hadis yang tinggal di<br \/>\nMakkah) pernah menyatakan bahwa beberapa kitab kuning (turath) yang tersebar luas di<br \/>\nIndonesia banyak memuat hadis-hadis palsu. Di antara salah satu kitab yang disebutkan ialah kitab Durrah al-Nasihin ini.13 Terhadap pernyataan tersebut, Penulis berpendapat bahwa<br \/>\npenilaian tersebut masih belum dikatakan ilmiah, karena belum didukung oleh suatu kajian yang<br \/>\nterperinci. Meskipun secara substantif, Penulis setuju dengan pernyataan tersebut. Orang yang<br \/>\nbanyak membaca kitab-kitab hadis sekalipun belum layak disebut sebagai pakar Hadis, apalagi<br \/>\njika hanya membaca kitab D.N. 10 halaman, kemudian menarik kesimpulan seperti yang mereka<br \/>\ntulis. Bukankah kesimpulan semacam itu belum layak disebut sebagai kajian ilmiah? Atas dasar<br \/>\nitu, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kitab D.N. belum pernah dikaji secara komprehensif<br \/>\ndan di-takhrij hadis-hadisnya secara lengkap.<\/p>\n<hr \/>\n<ul>\n<li>12 Ibid., Vol. II, hlm. 745.<\/li>\n<li>13 Hadis Palsu dalam Kitab Kuning, Majalah Tempo, 15 Januari 1994, No. 46.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah melakukan penelusuran literatur dan mengkaji katalog buku-buku yang ada, Penulis tidak menemukan seorang pun yang telah membuat kajian terhadap kitab D.N. ini secara komprehensif. Kajian yang pernah ada, hanya berupa sharh dalam Bahasa Turki yang ditulis pada tahun 1264 H., sebagaimana yang dijelaskan oleh Brockelmann.12 Penulis menemukan satu institusi yang sangat intensif mengkaji kitab [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[],"class_list":["post-24","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kajian-taqiq-kitab"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}