{"id":14,"date":"2025-03-06T07:33:50","date_gmt":"2025-03-06T07:33:50","guid":{"rendered":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/e-metodologi-kajian\/"},"modified":"2025-03-06T07:33:50","modified_gmt":"2025-03-06T07:33:50","slug":"e-metodologi-kajian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/e-metodologi-kajian\/","title":{"rendered":"E. Metodologi Kajian"},"content":{"rendered":"<p>Buku ini ditulis dengan menggunakan kajian kepustakaan dengan memakai kaedah<br \/>\nanalitis dan kritis. Penulis telah merujuk hampir semua kitab-kitab hadis yang berkaitan<br \/>\ndengannya yang telah dicetak. Ada juga beberapa rujukan masih dalam bentuk manuskrip. Selain<br \/>\nitu, Penulis juga menggunakan dua software program hadis yang dikeluarkan oleh Mu\u2019assasah al-<br \/>\n\u2018Alamiyyah dan Ariss Computer Inc. untuk melengkapi kajian dalam buku ini.<br \/>\nPenulis juga telah berkunjung ke tempat kelahiran al-Khubawi di Istanbul. Di samping<br \/>\nitu, Penulis juga telah mengunjungi 3 (tiga) perpustakaan kenamaan di negeri itu yang banyak<br \/>\nmenyimpan koleksi khazanah keislaman klasik yang mempunyai nilai sangat tinggi dalam dunia<br \/>\nkeilmuan Islam, yaitu: Perpustakaan Sulaymaniyyah, Perpustakaan Kuprulli, dan Perpustakaan<br \/>\nUniversitas Istanbul.<br \/>\nPerpustakaan al-Zahiriyyah dan Perpustakaan Nasional al-Asad di Shiria juga telah<br \/>\nPenulis datangi. Di perpustakaan ini, terdapat beberapa manuskrip yang sangat relevan dengan<br \/>\nkajian dalam buku ini. Penulis juga sempat mengunjungi Perpustakaan Universitas Jordan,<br \/>\nmeskipun tidak banyak rujukan yang bisa dikutip dari koleksi kitab-kitab di perpustakaan ini.<br \/>\nDi Malaysia, di samping Perpustakaan UKM, Perpustakaan UIA adalah sumber rujukan<br \/>\nutama karena koleksinya lengkap. Penulis juga telah mengunjungi Perpustakaan Pusat Islam dan<br \/>\nPerpustakaan Kolej Anjung Selatan. Di Indonesia, Perpustakaan Masjid Istiqlal dan Perpustakaan<br \/>\nNasional juga telah Penulis kunjungi untuk melengkapi data terkait penggunaan kitab ini di<br \/>\nIndonesia.<br \/>\nDalam upaya melakukan takhrij Hadis, Penulis sangat terpengaruh oleh metode takhrij<br \/>\nhadis yang digunakan oleh Shaykh Shu\u2019ayb al-Arna\u2019ut. Metode ini merupakan pengembangan<br \/>\ndari metode yang dipakai oleh Ibn Hajar dan al-Sakhawi dalam beberapa kitab mereka. Sedangkan<br \/>\nal-Suyuti adalah sumber rujukan utama dalam menilai perawi Hadis, selain kitab Mawsu\u2019ah alAtraf dan Kanz al-\u2018Ummal.<br \/>\nDalam melakukan kritik Hadis, Penulis sering merujuk pada pendapat Ibn Hajar dan alSakhawi, dengan tetap mengambil pendapat ulama-ulama hadis sebelumnya sesuai dengan<br \/>\nperingkat kepakaran mereka. Penulis mengacu juga pada pendapat ulama-ulama hadis<br \/>\nkontemporer yang masih hidup di zaman ini seperti: Ahmad Shakir, Abu Ghuddah, al-Albani, alArna\u2019ut, Nur al-Din \u2018Itr, Najam \u2018Abdul Rahman Khalaf, Hamdi al-Salafi, dan lain-lain, dengan<br \/>\ntetap mempertimbangkan dan membandingkannya dengan pendapat ulama-ulama hadis<br \/>\nterdahulu.<br \/>\nDalam melakukan penilaian terhadap status Hadis, jika hadis tersebut diriwayatkan oleh<br \/>\nal-Bukhari dan Muslim atau salah satu dari keduanya, maka hadis-hadis tersebut langsung<br \/>\nditetapkan sebagai hadis sahih tanpa dikaji lagi. Sedangkan jika hadis-hadisnya berasal dari<br \/>\nriwayat Sunan al-Nasa\u2019i, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Tirmidhi atau Sunan Ibn Majah, maka<br \/>\nPenulis akan mengkaji riwayat-riwayat tersebut dan membandingkannya dengan pendapat al-<br \/>\nAlbani, Ibn Hajar, al-Sakhawi, al-Suyuti, al-Munawi dan ulama-ulama lainnya. Hal yang sama<br \/>\nPenulis lakukan ketika menemui hadis-hadis yang diriwayatkan oleh perawi-perawi lainnya.<br \/>\nDalam menjelaskan kredibilitas perawi, Penulis banyak memakai istilah-istilah asli al-jarh<br \/>\nwa al-ta\u2019dil dalam Bahasa Arab. Meskipun demikian, banyak juga istilah yang dijelaskan<br \/>\nmaksudnya. Hal ini terpaksa Penulis lakukan, karena sulitnya mengungkapkan istilah-istilah<br \/>\ntersebut dalam Bahasa Indonesia dan banyaknya istilah-istilah tersebut dalam kajian ini. Karena<br \/>\nitu, untuk memudahkan pembaca, istilah-istilah tersebut dikompilasi dan dijelaskan dalam glosari<br \/>\nyang ada dalam lampiran buku ini.<br \/>\nTerakhir, Penulis mengakui bahwa kajian ini cukup sulit dan butuh ratusan literatur,<br \/>\nsehingga diperlukan pengetahuan yang cukup dalam bidang ilmu Hadis, ilmu \u2018ilal al-Hadith,<br \/>\nmetodologi ulama Hadis, peringkat kepakaran mereka, dan beberapa disiplin ilmu hadis lainnya.<br \/>\nHal-hal tersebut sedikit banyaknya telah mempengaruhi pendapat ulama ahli hadis yang berbedabeda terkait sanad hadis yang secara langsung berpengaruh juga terhadap hukum hadis itu sendiri.<br \/>\nKarena itu, adanya kemungkinan pendapat Penulis berbeda dengan pendapat para pakar hadis<br \/>\nlainnya merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindarkan. Meskipun Penulis telah<br \/>\nberusaha mengkaji hadis-hadis secermat mungkin, perbedaan pendapat tidak dapat dihindarkan,<br \/>\nkarena memang ruangnya sangat terbuka. Selain itu, keterbatasan pengetahuan Penulis juga<br \/>\nmenjadi faktor penyebab lainnya. Maka, kritik dan saran yang konstruktif sangat dinantikan.<br \/>\nWa Allah waliyyu al-tawfiq. Wa al-hamd lillahi Rabb al-\u2018alamin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buku ini ditulis dengan menggunakan kajian kepustakaan dengan memakai kaedah analitis dan kritis. Penulis telah merujuk hampir semua kitab-kitab hadis yang berkaitan dengannya yang telah dicetak. Ada juga beberapa rujukan masih dalam bentuk manuskrip. Selain itu, Penulis juga menggunakan dua software program hadis yang dikeluarkan oleh Mu\u2019assasah al- \u2018Alamiyyah dan Ariss Computer Inc. untuk melengkapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":624,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-14","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-metodologi-kajian"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/624"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cmspkh.com\/durratun-nasihin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}