Hadis 98


درهم الربا يأكله الرجل وهو يعلم أشد من ست وثلاثين زنية.

“Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, padahal ia tahu, adalah lebih berat (dosanya)dari pada tiga puluh enam perzinaan.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Ahmad, al-Tabarani dalam al-Kabir dan al-Awsat dan al- Daraqutni dari ‘Abdullah bin Hanzalah secara marfu’. al-Bayhaqi, Ahmad dan al-Daraqutni dengan sanad lain meriwayatkannya juga dari ‘Abdullah bin Hanzalah dari Ka‘b secara mawquf sebagai perkataannya. al-Daraqutni mengatakan, riwayat mawquf lebih sahih dari riwayat marfu’. al- Bayhaqi juga meriwayatkannya secara marfu’ dari Ibn ‘Abbas dan Abu Hurayrah.291

Hukum Hadis: Sahih.

Ibn al-Jawzi telah keliru ketika menilai hadis ini palsu, sebagaimana ditegaskan oleh Ibn Hajar, al-Suyuti, al-Shawkani dan lain-lain. Sebabnya, perawi yang dituduh sebagai penyebab palsunya hadis ini, yaitu Husayn bin Muhammad bin Bahram, adalah thiqah dan merupakan rijal al-Sahihayn seperti dikatakan Ibn Hajar. al-‘Iraqi mengatakan bahwa perawi dalam sanad hadis ini thiqah. al-Suyuti menilai hadis ini sahih. Sedangkan kata-kata al-Daraqutni bahwa yang mawquf lebih sahih dari yang marfu’, seperti ditegaskan Ibn Hajar, ini tidak berarti bahwa yang marfu’ itu menjadi palsu.292


  • 291 Ahmad, Musnad, jil. 5, hlm. 225; al-Daraqutni, Sunan, Kitab al-Buyu‘, Bab (tanpa judul); al-Bayhaqi, Shu’ab al-Iman, jil. 4, hlm. 392-394.
  • 292 Ibn al-Jawzi, al-Mawdu’at, jil. 2, hlm. 246; ‘Ali bin Ahmad bin Hajar al-‘Asqallani, al-Qawl al- Musaddad, Matba’ah Dar al-Ma’arif al-Uthmaniyyah, Haydarabad, 1979, hlm. 51-53; al-Suyuti, al-La’ali, jil. 2, hlm. 83, al-Zabidi, Ittihaf al-Sadah al-Muttaqin, jil. 5, hlm. 446; al-Shawkani, al-Fawa’id, hlm. 149; al-Munawi, Fayd al- Qadir, jil. 3, hlm. 524, Ibn Tahir al-Maqdisi, Tadhkirah al-Mawdu’at, hlm 139; al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 2, hlm. 115.