الربا ثلاثة وسبعين بابا أيسرها أن ينكح الرجل أمه.
“Riba itu ada tujuh puluh tiga bab. Yang paling ringan di antaranya adalah seumpama laki-laki menikahi ibunya sendiri.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini telah diriwayatkan oleh beberapa perawi dari beberapa sahabat, baik secara marfu’ maupun mawquf dengan sedikit perbedaan redaksi, antara lain Ibn Majah dari Abu Hurayrah dan juga dari Ibn Mas’ud; al-Hakim dari Ibn Mas’ud; al-‘Uqayli dari Abu Hurayrah secara marfu’ dan dari ‘Abdullah bin Salam secara mawquf; al-Baihaqi dalam al-Shu’ab secara marfu’ dari Ibn ‘Abbas dan Abu Hurayrah, dan secara mawquf dari perkataan Ka’ab dan ‘Abdullah bin Salam; dan Ibn Jarud dari Abu Hurayrah secara marfu’.283
Hukum Hadis: Sahih.
Ada kontroversi yang hebat dalam menilai hadis ini. Ibn al-Jawzi menilainya sebagai hadis palsu. Ibn ‘Adiy secara lahirnya men-da’if-kan hadis ini. Tetapi beberapa ulama telah men-sahih- kannya, seperti al-Hakim, al-Dhahabi, al-‘Iraqi, al-Suyuti dan al-Munawi.284
Penyebab utama perselisihan di sini, karena adanya perbedaan, baik dari segi matan maupun sanad. Dari segi matan-nya, dalam riwayat ini disebutkan tujuh puluh tiga, dalam riwayat lain tujuh puluh dua dan ada pula tujuh puluh saja. Dari segi sanad-nya, ada yang meriwayatkannya secara mawquf yang berarti ini perkataan sahabat. Tetapi lebih banyak yang meriwayatkannya marfu’. Selain itu, riwayat Ibn Majah adalah da’if, karena diriwayatkan melalui
Abu Ma‘shar Najih bin ‘Abd al-Rahman yang dinilai da’if oleh Ibn Ma’in, al-Bukhari, al-Nasa’i, al-Daraqutni, Ibn Hajar dan lain-lain.285
Tetapi, isnad riwayat dari Abu Hurayrah adalah sahih, sebagaimana ditegaskan al-Hakim, al-Razi, al-‘Iraqi, al-Dhahabi, meskipun matan-nya munkar, karena bercampur dengan hadis yang ke 98 setelah ini. Namun banyaknya jalur, menguatkan hadis ini satu dengan lainnya.286
- 283 Ibn Majah, Sunan, Kitab al-Tijarah, Bab al-Taghliz fi al-Riba, h.n. 2274-2275; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-Buyu‘, Bab Inna Arba al-Riba ‘Irdu al-Rajul; al-‘Uqayli, al-Du’afa’, jil. 2, hlm. 257; al-Bayhaqi, Shu’ab al- Iman, jil. 4, hlm 392-395; Muhammad bin ‘Ali al-Jarudi, al-Muntaqa min al-Sunan al-Musnadah ‘an Rasul Allah Saw., Maktabah al-Ma’arif, al-Riyad, 1988, hlm. 215.
- 284 Ibn al-Jawzi, al-Mawdu’at, jil. 2, hlm. 245-248; al-Suyuti, al-La’ali, jil. 2, hlm. 48; Ibn ‘Arraq, Tanzih al-Shari’ah, jil. 2, hlm. 194; al-Shawkani, al-Fawa’id al-Majmu‘ah, hlm. 149-150; al-Suyuti, al-Jami’ al-Saghir, jil. 1, hlm. 606; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 4, hlm. 50; al-Razi, ‘Ilal al-Hadith, jil. 1, hlm. 379.
- 285 Lihat biografi Abu Ma‘shar dalam al-Dhahabi, Mizan al-I‘itidal, jil. 4, hlm. 246-248; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 559.
- 286 al-Razi, ‘Ilal al-Hadith, jil. 1, hlm. 379; al-Munawi, Fayd al-Qadir, jil. 4, hlm. 50.