Hadis 832


من قرأ سورة اإلخالص يف مرضه الذي ميوت فيه مل يفنت يف قربه، وأمن من ضيق القرب، ومحلته املالئكة أبجنحتهم حىت جيوزوا به
من الصراط إىل اجلنة.

“Siapa membaca Surah al-Ikhlas ketika sakit yang menyebabkan kematiannya, maka dalam
kuburnya ia takkan busuk, aman dari kesempitan kubur dan dibawalah ia oleh para malaikat
dengan sayap-sayap mereka, sehingga menyeberangi sirat menuju surga.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini seperti yang dikutip oleh al-Qurtubi, al-Haythami, al-Suyuti dan Yusuf bin ‘Abd
Allah al-Arminiyyuni dalam al-Arba’in, diriwayatkan oleh al-Tabarani dalam al-Awsat dan Abu
Nu’aym dari ‘Abd Allah bin al-Shikhkhir.1932

Hukum Hadis: Da’if.

Hadis ini seperti yang dikatakan al-Haythami, tidak diriwayatkan kecuali dari ‘Abd Allah
bin al-Shikhkhir. Pada sanadnya terdapat Nasr bin Hammad al-Warraq. Ia perawi yang
ditinggalkan (matruk).1933 Abu Nu’aym menghukumi hadis ini gharib. al-Suyuti mengatakan
sanadnya da’if.1934

Dalam biografi Nasr bin Hammad al-Warraq ditemukan bahwa Ibn Ma’in menuduhnya
pendusta (kadhdhab). Menurut al-Bukhari, ulama mengkritiknya (yatakallamun fih). Muslim
menilainya sebagai orang yang hafalan hadisnya hilang (dhahib al-hadith). al-Nasa’i dan beberapa
ulama lain mengatakan ia tidak kuat (lays bi al-qawiy). Ibn Hajar menyimpulkannya sebagai
perawi da’if. al-Azdi menilainya dengan keras sebagai pemalsu hadis. Jadi sanad ini masih dapat
dinilai da’if.1935


  • 1932 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 2, hlm. 213; al-Qurtubi, al-Tidhkar, hlm. 275; al-Haythami, Majma’al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 145-146; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 6, hlm. 707; al-Arminiyyuni, al-Arba’in, hlm.52A.
  • 1933 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 145-146.
  • 1934 Abu Nu’aym, Hilyah al-Awliya’, jil. 2, hlm. 213; al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 6, hlm. 707.
  • 1935 al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 250-251; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 560.