ما من مسلم يطعم أخاه حتى يشبعه ويسقيه حتى يرويه إلا بعده الله تعالى من النار وجعل بينه وبينها سبعة خنادق بين كل خندقين خمسمائة عام ونادت جهنم يا رب ائذن لي بالسجود شكرا لك فقد أردت أن تعتق أحدا من أمة محمد من عذابي لأني كنت أستحي من محمد أن أعذب المتصدق من أمته فلا بد لي من طاعتك، ثم أمر الله تعالى ليدخل الجنة المتصدق بلقمة خبز أو بقبضة تمرة.
“Tidak seorang muslim pun yang memberi makan saudaranya sampai kenyang, dan memberinya minum sampai puas, kecuali Allah menjauhkannya dari neraka, dan menjadikan antara ia dan neraka itu tujuh jurang, yang antara tiap-tiap dua jurang sejauh perjalanan lima ratus tahun. Dan berserulah Jahannam: “Ya Tuhanku, izinkanlah aku bersujud, karena rasa terima kasih kepada-Mu. Sesungguhnya aku ingin agar Engkau membebaskan seseorang dari umat Muhammad dari azabku. Karena aku malu kepada Muhammad untuk menyiksa orang yang bersedekah di antara umatnya. Padahal, aku taat kepada-Mu.” Kemudian Allah memerintahkan supaya masuk surga orang yang bersedekah dengan sesuap roti atau segenggam kurma.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Hakim, al-Tabari dari Ibn ‘Umar. al-Zabidi menambahkan bahwa hadis ini diriwayatkan juga oleh al-Nasa’i, al-Baihaqi dan al-Khara‘iti dalam Makarim al- Akhaq, semuanya dengan lafaz:
من أطعم أخاه خبزا حتى يشبعه، وسقاه حتى يرويه بعده الله عن النار سبع خنادق، بعد مابين خندقين مسيرة خمسمائة سنة247
“Siapa memberi makan saudaranya sepotong roti sampai ia kenyang, dan memberinya minum sampai ia hilang hausnya, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sebanyak tujuh jurang. Jarak antara satu jurang dan jurang lainnya sama dengan perjalanan 500 tahun.”
Hukum Hadis: Sangat da’if, munkar dengan lafaz ini.
al-‘Iraqi berkata bahwa Ibn Hibban mengatakan, hadis ini bukan sabda Rasulullah Saw. al-Dhahabi berkata: gharib munkar.248 al-Hakim dalam al-Mustadrak-nya telah men-sahih-kan sanad hadis ini dan al-Dhahabi menyetujuinya. Maka sebab hadis ini di-da’if-kan adalah karena matan hadisnya yang gharib seperti yang tampak dari perkataan Ibn Hibban. Sedangkan lafaz yang disebutkan al-Khubawi lebih gharib dari lafaz al-Hakim dan lain-lainnya. Bahkan potongan terakhirnya bermula dari kata-kata إلخ .. جهنم ونادت , lebih menyerupai penambahan dari perawi hadis ini dari kalangan pemberi nasihat. 249
- 249 al-‘Iraqi, al-Mughni, jil. 2, hlm. 12; al-Hakim, al-Mustadrak, Kitab al-At’imah, Bab Fadilah It‘am al-Ta’am, jil. 4, hlm. 129; al-Dhahabi, al-Talkhis, jil. 4, hlm. 129.