Hadis 808


إذا حشر املؤمنون من قبورهم يقول هللا تعاىل: اي مالئكيت ال متشوا عبادي راجلني بل اركبوهم على جنائبهم، فإهنم اعتادوا الركوب
يف الدنيا، كان يف االبتداء صلب أبيهم مركبهم، مث بطن أمهم مركبهم، فحني ولدهتم أمهم فحجر أمهم مركبهم إىل أن يتم الرضاع،
مث عنق أبيهم مركبهم، مث الفرس والبغل مراكبهم يف الرباري والسفن والزوارق يف البحار، وحني ماتوا فأعناق إخواهنم، وحني قاموا
من قبورهم ال متشوهم راجلني، فإهنم اعتادوا الركب وقدموا جنائبهم.

“Apabila orang-orang yang beriman dikumpulkan dari kubur mereka masing-masing, Allah
Ta’ala berfirman, ‘Wahai malaikat-malaikat-Ku, janganlah engkau suruh hamba-hamba-Ku
berjalan kaki, tapi naikkan mereka di atas kendaraan-kendaraan mereka, karena mereka biasa naik
kendaraan di dunia. Pada mulanya kendaraan mereka adalah tulang punggung ayah mereka.
Kemudian perut ibu mereka menjadi kendaraan mereka. Lalu setelah mereka dilahirkan oleh ibu
mereka, maka pangkuan ibu merekalah kendaraan mereka, sampai ia selesai menyusui. Kemudian
kendaraan mereka adalah leher bapaknya. Selanjutnya adalah kuda dan bigal sebagai kendaraan
mereka di daratan dan kapal-kapal serta sampan di lautan. Ketika mereka mati, maka leher
saudara-saudara merekalah (kendaraan mereka), dan ketika bangkit dari kubur mereka masingmasing janganlah kalian suruh mereka berjalan kaki, karena mereka biasa naik kendaraan, dan
berikanlah kepada mereka kendaraan-kendaraan mereka.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini belum ditemukan, kecuali apa disebutkan dalam kitab Daqa’iq al-Akhbar
sebagai perkataan ‘Ali tanpa menyebutkan perawi atau sanadnya.1883

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Hadis ini mempunyai dua kemungkinan, antara isra’iliyyat atau hadis marfu’ sebagai
sabda Rasulullah Saw., sebab perkara yang disebutkan dalam hadis ini termasuk dalam perkaraperkara yang tidak dapat dijelaskan dengan akal. Kemungkinan sebagai hadis marfu’ amat lemah,
sebab tidak ditemukan dalam kitab mu’tabar yang menghimpun hadis-hadis mengenai perkaraperkara yang akan terjadi di akhirat nanti. Sedangkan untuk mengklasifikasikannya sebagai
isra’iliyyat, maka hal itu lebih mirip, baik dari segi matan maupun kandungannya. Namun
demikian, kandungan hadis ini kontradiktif dengan hadis masyhur dari ‘A’ishah dan telah
disebutkan pada kajian hadis ke 494, yaitu,

حيشر الناس حفاة عراة…

Hadis ini menunjukkan bahwa manusia akan dibangkitkan dalam keadaan telanjang, kemudian
dihimpun di padang mahshar untuk menghadapi pengadilan (al-mizan), baru kemudian
menyeberangi jembatan (al-sirat). Pada penyeberangan inilah manusia menggunakan pelbagai
kendaraan dari jenis hewan seperti yang terdapat pada hadis sahih. Karena itu, hadis ini dapat
dihukumi palsu.


  • 1883 ‘Abd al-Rahim al-Qadi, Daqa’iq al-Akhbar, hlm. 50.