من صلى ليلة القدر ركعتني يقرأ يف كل ركعة بفاحتة الكتاب مرة واإلخالص سبع مرات، فإذا سلم يقول أستغفر هللا وأتوب إليه
سبعني مرة، فال يقوم من مقامه حىت يغفر هللا له وألبويه، ويبعث هللا تعاىل مالئكة إىل اجلنان يغرسون له األشجار ويبنون القصور
وجيرون األهنار، والخيرج من الدنيا حىت يرى ذلك كله.
“Siapa shalat dua rakaat pada malam Qadar, yang pada tiap rakaatnya membaca Surah Fatihah
al-Kitab satu kali, lalu Surah al-Ikhlas tujuh kali, kemudian setelah salam membaca
‘astaghfirullah wa atub ilayh’ (aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)
tujuh puluh kali, maka tidaklah ia bangun dari tempatnya, kecuali Allah mengampuni dosanya,
dosa ibu bapaknya dan Allah Ta’ala mengutus beberapa orang malaikat berangkat ke surga-surga.
(Di sana) mereka menanamkan pohon-pohon untuknya, membangunkan gedung-gedung dan
mengalirkan sungai-sungai. Dan orang itu takkan keluar dari dunia, sehingga ia melihat (terlebih
dahulu) semua itu.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini tidak ditemukan, kecuali yang disebutkan oleh ‘Ali Muhammad Dakhil dalam
kitab Thawab al-A’mal (Shi’ah) tanpa menyebutkan sanad atau perawi. Ia dinukil dari kitab alIqbal. al-Khubawi sendiri menukil hadis ini dari kitab Tafsir Hanafi.1855
Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.
Hadis ini dihukumi palsu, sebab ia hanya ditemukan dalam kitab yang tidak mu’tabar dan
tanpa menyebutkan sanad. Sedangkan kitab-kitab yang mu’tabar tidak ada satupun yang
menyebutkan atau menjelaskan hadis ini. Karena itu, hadis ini dapat dikategorikan sebagai hadis
yang tidak mempunyai asal.
- 1855 ‘Ali Muhammad Dakhil, Thawab al-A’mal, hlm. 481; al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 304.