إذا صاموا رمضان وخرجوا إىل عيدهم يقول هللا تعاىل: اي مالئكيت كل عامل يطلب أجره، وعبادي الذين صاموا شهرهم وخرجوا إىل عيدهم يطلبون أجورهم، إشهدوا أين قد غفرت هلم. فينادي مناد: اي أمة حممد ارجعوا إىل منازلكم قد بدلت سيآتكم ابحلسنات. فيقول هللا تعاىل: اي عبادي صمتم يل وأفطرمت يل فقوموا مغفورا لكم .
“Apabila orang-orang itu berpuasa pada bulan Ramadan lalu keluar menuju (shalat) hari raya,
maka Allah Ta’ala berfirman: Wahai malaikat-malaikat-Ku, tiap-tiap orang yang beramal
meminta pahalanya. Dan juga hamba-hamba-Ku yang telah berpuasa pada bulan (Ramadan), dan
keluar menuju (shalat) hari raya, mereka meminta pahala-pahala mereka, maka saksikanlah olehmu sekalian, bahwa Allah benar-benar telah mengampuni mereka. Maka terdengarlah seruan,
‘Wahai umat Muhammad, kembalilah kamu sekalian ke rumahmu masing-masing! Sesungguhnya
kesalahan-kesalahanmu telah diganti dengan kebaikan-kebaikan.’ Kemudian Allah Ta’ala
berfirman, ‘Wahai hamba-hamba-Ku, kamu sekalian telah berpuasa untuk-Ku, maka bangkitlah
kamu dalam keadaan telah mendapatkan ampunan.’”
Takhrij Hadis:
Hadis dengan redaksi seperti ini belum dapat ditemukan. al-Khubawi menukilnya dari
kitab Zubdah al-Wa’izin.1797 Namun terdapat satu riwayat al-Bayhaqi dalam Fada’il al-Awqat
melalui Hisham bin al-Walid, yaitu seorang shaykh yang di-kuniah-kan dengan Abu al-Hasan,
dari al-Dahhak dari Ibn ‘Abbas dalam hadis yang panjang di dalamnya terdapat redaksi:
إذا كانت غداة الفطر بعث هللا املالئكة يف كل بالد، فيهبطون إىل األرض فيقومون على أفواه السكك فينادون بصوت يسمع
من خلق هللا عز وجل إال اجلن واإلنس فيقولون: اي أمة حممد، اخرجوا إىل رب كرمي يعطي اجلزيل يعفو عن الذنب العظيم. فإذا
برزوا إىل مصالهم يقول هللا عز وجل: ما جزاء األجري إذا عمل عمله؟ قال: فتـقول املالئكة: إهلـنا وسيدان جزاءه أن توفيه أجره.
قال: فيقـول: فإين أشـهدكم اي مالئكيت إين قد جعلت ثواهبم من صيامهم شهر رمضان وقيامهم رضاي ومغفريت …1798
al-Tabarani meriwayatkan hadis seperti riwayat al-Bayhaqi ini dalam al-Kabir dari Aws
al-Ansari, sebagaimana yang disebutkan oleh al-Mundhiri.1799
Hukum Hadis: Munkar, amat da’if.
Pentahkik kitab Fada’il al-Awqat mengatakan bahwa dua perawi pada sanad al-Bayhaqi
belum dapat ditemukan. Perawi yang dimaksud adalah Hisham bin al-Walid dan Hammad bin
Sulayman al-Sadusi.1800 Sedangkan riwayat al-Tabaraniseperti yang dikatakan al-Mundhiri, pada
sanadnya terdapat Jabir al-Ju’fi, ia pada awalnya perawi yang thiqah, sehingga Shu’bah
menilainya sebagai diantara orang yang paling thiqah. Akan tetapi pada masa tuanya, ia berubah
sehingga dituduh pendusta oleh beberapa ulama. Menurut al-Nasa’i dan beberapa ulama lain ia
matruk (ditinggalkan). Yahya mengatakan hadisnya tidak ditulis (la yuktab hadithuh) dan tidak
ada kemuliaannya. Ibn Hajar berpendapat ia kaum Rafidah dan da’if.1801 Karena itu, sanad ini amat da’if. Demikian pula sanad al-Bayhaqi, karena terdapat dua perawi yang tidak ditemukan identitasnya. Sedangkan riwayat yang disebutkan al-Khubawi adalah munkar.
- 1797 al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 294.
- 1798 al-Bayhaqi, Fada’il al-Awqat, hlm. 249-253, h.n. 109.
- 1799 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 2, hlm. 153.
- 1800 Lihat ‘Adnan ‘Abd al-Rahman dalam tahqiq Fada’il al-Awqat, hlm. 249.
- 1801 al-Mundhiri, al-Targhib, jil. 2, hlm. 153; lih. biografi Jabir al-Ju’fi dalam al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil.1, hlm. 379-384; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 137.