Hadis 75


نزلت هذه الآية “الذين ينفقون أموالهم بالليل والنهار.. إلخ” 235 في شأن علي بن أبي طالب كانت له أربعة دراهم ولم يملك غيرها، فلما نزل التحريض على الصدقة تصدق بدرهم بالليل وبدرهم بالنهار وبدرهم في السر وبدرهم في العلانية، فنزلت هذه الآية.

“Ayat ini turun tentang ‘Ali bin Abi Talib. Ia mempunyai empat dirham dan tidak punya lainnya. Namun, tatkala turun perintah supaya bersedekah, ia bersedekah sedirham pada waktu malam, sedirham di waktu siang, sedirham dalam rahasia, dan sedirham lagi dalam terang-terangan.” Maka turunlah ayat ini.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini diriwayatkan oleh al-Wahidi, dan seperti yang dikatakan oleh al-Suyuti, diriwayatkan juga oleh ‘Abd al-Razzaq, ‘Abd bin Humayd, Ibn Jarir, Ibn Mundhir, Ibn Abi Hatim, al-Tabarani dan Ibn ‘Asakir. Kesemuanya melalui ‘Abd al-Wahhab bin Mujahid dari bapaknya

dari Ibn ‘Abbas. al-Khubawi mengutipnya dari Tafsir Abu al-Layth. Dalam tafsir tersebut, Abu al-Layth menyebutkannya sebagai perkataan al-Kalbi.236

Hukum Hadis: Da’if.

Dalam sanad hadis ini terdapat ‘Abd al-Wahhab bin Mujahid al-Makki. Waki’ berkata bahwa ia tidak mendengar dari bapaknya. Menurut Yahya, ia adalah periwayat yang hadisnya tidak boleh dicatat. Mengikut pendapat Ahmad, ia adalah rawi yang lemah. al-Nasa’i juga menyatakan bahwa ia adalah rawi yang tidak thiqqah. Ibn Hajar mengatakan bahwa ia matruk dan al-Thawri menuduhnya sebagai pendusta. Jadi, sanad ini sangat da’if.237

Ibn Kathir setelah mengatakan bahwa sanad di atas da’if, menambahkan bahwa hadis ini telah diriwayatkan oleh Ibn Mardiwayh melalui jalan berbeda dari Ibn ‘Abbas.238 Secara lahirnya, Ibn Kathir menguatkan riwayat yang asal dengan riwayat Ibn Mardiwayh ini. Karena itu, hadis ini dapat dinilai da’if.


  • 236 al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, jil. 1, 642; ‘Ali bin Ahmad al-Wahidi, al-Wasit fi Tafsir al-Qur’an, Tah. ‘Adil Ahmad, ‘Ali Muhammad Mu‘awwad, Dr. Ahmad Mirah, Dr. Ahmad ‘Abd al-Ghani dan Dr. ‘Abd al-Rahman Uways, Maktabah Dar al-Baz, Makkah, 1994, jil. 1, hlm. 234; al-Khubawi, Durrah al-Nasihin, hlm. 26; Abu al-Layth Nasr bin Muhammad al-Samarqandi, Tafsir al-Samarqandi al-Musamma Bahr al-‘Ulum, Tah. ‘Ali Muhammad Mu‘awwad, ‘Adil Ahmad ‘Abd al-Mawjud dan Zakariyya ‘Abd al-Majid al-Nuti, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, Bayrut, 1993, jil. 1, hlm. 234.’
  • 237 al-Mizzi, Tahdhib al-Kamal, jil. 18, hlm. 516-518; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 2, hlm. 682; Ibn Hajar, Taqrib al-Tahdhib, hlm. 368.