Hadis 74


بارك الله فيما أمسكت وفيما أعطيت.

“Semoga Allah memberkahi pada apa yang kamu tahan dan apa yang kamu berikan.”

Takhrij Hadis:

Hadis ini seperti yang diisyaratkan oleh al-Haythami dan Ibn Hajar, diriwayatkan oleh al- Bazzar dari Abu Hurayrah melalui Talut bin ‘Ubbad. al-Bazzar, Ibn Abi Hatim, al-Tabarani dan Ibn Mardiwayh meriwayatkannya juga melalui jalur yang berbeda dari Abu ‘Awanah secara mursal. al-Tabarani dan Ibn Abi Hatim melalui jalur yang berbeda pula, meriwayatkan dari ‘Ikrimah dengan makna yang sama. al-Tabari juga meriwayatkan hadis dengan makna yang sama dari Ibn ‘Abbas melalui beberapa jalur.

Selain itu, al-Tabari meriwayatkan hadis ini dari Mujahid dan Qatadah secara mursal. al- Tabarani juga meriwayatkan dengan makna yang hampir sama sebagai perkataan al-Zuhri.232

Hadis ini juga diriwayatkan oleh al-Shashi dalam Musnad-nya, dari Ibn Mas’ud secara

mawquf. Pada sanad-nya terdapat Khalid bin Makhlad dan Musa bin Ya’qub. Keduanya da’if.233

Hukum Hadis: Hasan.

Dalam sanad riwayat yang marfu’ terdapat Talut. al-Haythami mengatakan, bahwa beliau thiqah menurut al-‘Ijli, Abu Haythamah dan Ibn Hibban. Ia da’if menurut Shu’bah. al-Dhahabi mengatakan beliau belum menemukan ulama yang men-da’if-kannya, kecuali Ibn al-Jawzi yang secara kurang teliti mengatakan bahwa beliau da’if menurut ulama-ulama hadis. Mengikut pendapat Abu Hatim, ia adalah rawi yang saduq (jujur). Jadi sanad ini dapat dinilai hasan.234

Menurut Penulis, riwayat-riwayat lain yang mursal, karena banyak diriwayatkan melalui beragam jalur periwayatan dari beberapa tabi’in, begitu pula terdapat shawahid seperti hadis Ibn ‘Abbas, maka hadis ini bisa dikategorikan sahih lighayrih.


  • 232 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 32; al-Haythami, Kashf al-Astar, jil. 3, hlm. 51, h.n. 2216; Ibn Hajar, Fath al-Bari, jil. 8, hlm. 332.
  • 233 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 32; al-Haytham bin Kulayb al-Shashi, Musnad, Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam, al-Madinah al-Munawwarah, 1990. h.n. 413-414.
  • 234 al-Haythami, Majma’ al-Zawa’id, jil. 7, hlm. 32; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 3, hlm. 156.