من صلى علي يوم اجلمعة مثانني مرة غفر له ذنوب مثانني سنة.
“Siapa yang bershalawat kepadaku pada hari Jum’at 80 kali, diampuni baginya dosa-dosanya
selama 80 tahun.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Khatib dan Ibn al-Jawzi dalam al-‘Ilal. Keduanya dari
Wahb bin Dawud bin Sulayman dari Isma’il bin Ibrahim dari ‘Abd ‘Aziz bin Suhayb dari Anas.
Seperti dikatakan oleh al-‘Iraqi, ia juga diriwayatkan oleh al-Daraqutni dalam al-Afrad dari Abu
Hurayrah. al-Zabidi menambahkan bahwa al-Azdi juga meriwayatkannya dalam al-Du’afa’.1662
Hukum Hadis: Da’if.
Dalam riwayat al-Khatib dan Ibn al-Jawzi terdapat Wahb bin Dawud bin Sulayman.
Menurut al-Khatib, ia tidak thiqah (lam yakun bithiqah).1663 Abu ‘Abd Allah bin Nu’man dan al-
‘Iraqi menghukumi hadis ini hasan. Namun al-Sakhawi mengulasnya dengan mengatakan bahwa
ia perlu dikaji kembali. al-Albani menghukuminya mawdu’.1664
Menurut Penulis, hadis ini masih dapat dihukumi da’if, sebab perawi yang dikritik hanya
dinilai tidak thiqah (lays bithiqah). Adapun pendapat al-Sakhawi, penilaian hasan oleh al-‘Iraqi
dan Abu ‘Abd Allah bin Nu’man perlu dikaji kembali (yahtaj ila al-nazar), tidaklah menunjukkan
bahwa hadis ini palsu. Hal itu dapat ditafsirkan sebagai pen-da’if saja. al-Dhahabi yang juga
menyebutkan hadis ini dengan sanad al-Khatib dalam al-Mizan, tidak menghukumi hadis ini
palsu. Ibn al-Jawzi juga tidak menyebutkan hadis ini palsu, meskipun al-Albani mengatakan
bahwa hadis ini lebih tepat jika disebutkan Ibnu al-Jawzi dalam kitab al-Mawdu’at, bukan kitab
al-‘Ilal.1665
- 1662 al-Khatib, Tarikh Baghdad, jil. 13, hlm. 459; Ibn al-Jawzi, al-‘Ilal, jil. 1, hlm. 464-465, h.n. 796; al-‘Iraqi,
al-Mughni, jil. 1, hlm. 247; al-Zabidi, Ittihaf al-Sadah al-Muttaqin, jil. 3, hlm. 286. - 1663 al-Khatib, Tarikh Baghdad, jil. 13, hlm. 459; al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 351.
- 1664 al-Sakhawi, al-Qawl al-Badi’, hlm. 281, 283 dan 284; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 1, hlm.251-252, h.n. 215.
- 1665 Lih. al-Dhahabi, Mizan al-I’tidal, jil. 4, hlm. 351; al-Albani, Silsilah al-Ahadith al-Da’ifah, jil. 1, hlm.
251-252, h.n. 215.