Hadis 698


ملا ظهر شأن النيب عليه الصالة والسالم أخذ أبو جهل يف تدبري هالكه فجمع رعاايه على أن حيفر بئرا فحفر وسرت رأسه ابحلشيش
والرتاب الضعيف، وأمر عبيده أن ينظروا إذا جاء حممد ووقع يف البئر أن حيثوا عليه الرتاب، فلما انتهى، خرب مرضه إىل النيب
صلى هللا عليه وسلم. قام من حسن خلقه ليعوده، فلما بلغ قريبا من ابب داره جاء جربائيل عليه السالم فأخربه بذلك ومنعه عن
الدخول، فرجع النيب صلى هللا عليه وسلم . فأخرب أبو جهل بذلك، فقام من فراشه مسرعا وعدا خلف النيب عليه الصالة والسالم
ليقول لـه مل رجعت ونسي البئر ووقع فيـه، فأدلوا إليه حبال فلم يبلغ إليـه، فجمعوا احلبـال واألطناب، وكلما ازدادوا حبال ازداد
سفال. فنادى أبو جهل من البئر أن امضوا إىل حممد وائتوين به فإنه ال خيلصين أحد دونه. فسألوه احلضور عنده فحضر إىل رأس
البئر وقال له: إن أخرجتك من هذا البئر أتؤمن ابهلل ورسوله؟ قال: نعم. فمد يده عليه الصالة والسالم وأمسك بيد أيب جهل
فأخرجه من البئر، فلما صعد قال: ما أسحرك اي حممد.

“Setelah nyata kebenaran Nabi Saw., maka diaturnya oleh Abu Jahal rencana untuk membunuh
beliau. Maka dikumpulkanlah olehnya semua rakyatnya untuk menggali sebuah sumur. Sumur pun digali lalu ditutup permukaannya dengan rerumputan dan tanah yang lunak. Dan
diperintahkan budak-budaknya menunggu, bila kelak Muhammad datang dan terjerumus ke
dalam sumur, supaya mereka segera menimbunnya dengan tanah. Setelah selesai, diinformasikan
kepada Beliau Saw. perihal sakitnya Abu Jahal. Karena budinya yang luhur, Nabi Saw. berangkat
menjenguknya. Tapi tatkala sampai ke dekat pintu rumah Abu Jahal, datanglah Jibril a.s.
memberitahunya tentang adanya sumur itu, dan mencegahnya masuk rumah Abu Jahal. Maka
Nabi Saw. balik pulang. Kepada Abu Jahal, hal itu diberitahukan. Maka ia pun segera bangkit
dari tempat tidurnya, lari mengejar Nabi Saw. dengan maksud akan menanyai beliau kenapa
pulang. Ia tak ingat lagi akan sumur yang ia gali, dan terjerumuslah ia ke dalamnya. Orangpun
lalu melempar tambang kepadanya, tapi ternyata tidak sampai kepadanya. Lalu mereka
kumpulkan tambang dan tali banyak-banyak. Tapi tiap kali mereka sambung tambang itu, Abu
Jahal semakin masuk ke dalam. Dan akhirnya, Abu Jahal berseru, ‘Pergilah kalian kepada
Muhammad! Suruh ia datang kemari. Sesungguhnya tak ada orang yang dapat menyelamatkan
aku selain ia.’ Orang-orang lalu meminta Nabi, agar sudi datang melihat Abu Jahal. Dan Nabi
pun datang menghampiri bibir sumur itu, lalu sabdanya kepada Abu Jahal, ‘Jika kau telah dapat
aku keluarkan dari dalam sumur ini, apakah kamu akan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya?’
‘Ya,’ sahut Abu Jahal. Nabi Saw. lalu mengulurkan tangan beliau dan ditangkapnya tangan Abu
Jahal, lalu dikeluarkan dari dalam sumur. Setelah Abu Jahal naik ke atas, maka ia berkata, ‘Betapa
pandai kamu bersihir wahai Muhammad!”

Takhrij Hadis:

Hadis ini belum dapat ditemukan dalam kitab-kitab rujukan yang ada, termasuk dalam
kitab-kitab sejarah dan kitab khusus tentang mukjizat Nabi Saw. seperti Dala’il al-Nubuwwah
dan al-Khasa’is al-Kubra. al-Khubawi menukilnya dari kitab al-Mu’jizat.1626

Hukum Hadis: Mawdu’/Palsu.

Hadis ini dihukumi palsu, karena ia tidak mempunyai asal. Hal ini sama sekali tidak
mengurangi keyakinan kita bahwa Nabi Muhammad Saw. mempunyai mukjizat seperti dapat
memerintahkan pohon untuk jalan menghampirinya, sebagaimana disebutkan oleh al-Bayhaqi, alSuyuti dan lain-lain, bahkan mukjizat-mukjizat yang lebih hebat dari perkara ini. Akan tetapi,
cerita yang disebutkan di atas adalah rekaan belaka.


  • 1626 Lihat al-Bayhaqi, Dala’il al-Nubuwwah, jil. 2, hlm. 172-180; al-Suyuti, al-Khasa’is, jil. 1, hlm. 211-212.