من اعتكف إيمانا واحتسابا غفر له ماتقدم من ذنبه.
“Siapa yang beri’tikaf karena iman dan ikhlas, maka diampunilah dosanya yang telah lalu.”
Takhrij Hadis:
Hadis ini seperti yang disampaikan oleh al-Hindi, diriwayatkan oleh al-Daylami dari ‘Aishah. al-Hindi sendiri mengutip dua lafaz dari riwayat al-Daylami. Salah satunya dengan
tambahan kata الكلام يحرمن فلا اعتكف ومن. Tetapi dalam kitab Musnad al-Daylami yang telah tercetak, Penulis tidak menemukan hadis ini. Sedangkan dalam kitab Mawsu‘ah al-Atraf, hadis ini hanya diisyaratkan terdapat dalam kitab Kanz al-‘Ummal karangan al-Hindi di atas.224
Hukum Hadis: Da’if.
Meskipun hadis ini tidak diketahui sanad-nya, namun karena hadis ini hanya diriwayatkan oleh al-Daylami, maka kaedah yang disebutkan oleh al-Suyuti dalam muqaddimah kitab al-Jami’ al-Kabir berlaku untuk hadis ini, yaitu jika ada satu hadis hanya diriwayatkan oleh al-Daylami atau al-Khatib dalam Tarikh-nya atau Ibn ‘Asakir dalam Tarikh-nya saja, maka hal ini menunjukkan bahwa hadis itu da’if.225
- 224‘Ala’ al-Din al-Muttaqi bin Hisham al-Din al-Hindi, Kanz al-‘Ummal fi Ma’rifah Sunan al-Aqwal wa al- Af’al, Mu’assasah al-Risalah, Bayrut, 1989, jil. 8, hlm. 530 dan 532; Muhammad Sa’id Zaghlul, Mawsu‘ah Atraf al- Hadith al-Nabawi al-Sharif, Dar ‘Alam al-Turath, Bayrut, 1989, jil. 8, hlm. 112.
- 225 al-Suyuti, al-Jami’ al-Kabir, jil. 1, hlm. 3.